Menderita Karena Kita

Oleh : Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari

Muslimahzone.com – Terlalu banyak orang mengadu sama saya soal ketidakpedulian pasangan soal anak, ketidakpedulian pasangan pada dirinya dan seterusnya.

Tahukah teman, yang membuat Anda kecewa, menderita dan akhirnya tidak bahagia bukanlah pasangan, tapi Anda sendiri?

Terdengar klise, tapi ini benar: Jika kita mencintai maka itu artinya Anda akan disibukkan untuk memberi, bukan meminta.

Banyak memberi itulah yang membuat kita jadi mulia, bukan meminta. Emang pernah lihat orang yang menjadi peminta-minta itu terhormat? Setidaknya saat di “jam kerja” dia?

Orang yang banyak memberi, dihormati bumi dan langit. Di bumi, para pemberi itu dihormati, disegani dan dicintai. Setidak-tidaknya oleh orang yang diberi. Di langit? Tak terkira kelimpahan balasan-Nya.

Lalu nafsu berkata “kapan saya dapat menerima dan tidak terus memberi cinta ?”

Tujuan menerima cinta itu apa? Tujuan dicintai itu apa? Bahagia! Nah jika kegiatan memberi cinta itu sendiri membuat bahagia, kenapa harus menunggu balasan cinta untuk bahagia?

Pangkal dari penderitaan sebenarnya adalah MENUNTUT orang lain mencintai kita. Ketergantungan terlalu tinggi pada makhluk. Dan mungkin: berharap balasan dari makhluk, bukan dari khalik.

Saya dulu waktu kecil, berkali-kali kecewa setelah memijat orangtua, pada saat saya tidak diberi uang? (karena kebiasaan dari kecil diberi uang oleh orangtua). Tapi setelah mendapat pelajaran dari guru saya bahwa orangtua adalah ladang amal tak terhingga: saya tak kecewa ketika tidak mendapatkannya. Bahkan berkali saya menawarkan pada mereka: mau dipijatkah?

Jika Anda mencintai pasangan Anda dan lalu pasangan tak sesuai dengan yang kita kira: tetap diajak dengan lembut tapi jika tidak mau tidak apa, kita masih bahagia.

Yakin? Yakin sekali! Saat misalnya pasangan sering tidak peduli pada anak, kitalah yang mengaku peduli yang menjalankan. Jangan kecewa, kita rubah pikiran: oh dia ingin berikan ladang amal “semuanya” untuk saya .

Jika pun benar bahwa pasangan kita sudah melakukan sesuatu yang TIDAK BENAR, mengapa ketidakbenaran mereka justru malah kita yang menderita? It is not fair! Orang lain yang bersalah kenapa kita yang menderita?

Justru sekarang tunjukkan kebahagiaan kita sebagai partnernya sebagai orangtua anak kita, tunjukkan akhlak terbaik kita pada anak dan pada pasangan kita. Tunjukkan pesona kita, tanpa ingin sedikitpun dibalas mereka. Niscaya mereka lama kelamaan terpesona oleh akhlak kita.

Seperti perkataan seseorang pada saya: “Ngalamin banget Abah (ketidakpedulian pasangan). Alhamdulillah setelah suami lihat perbedaan anak-anak (oleh perlakuan saya setelah belajar dengan abahihsan), dia jadi ikut “gaya” umminya anak-anak. Dan saya lebih sering diskusi fenomena anak-anak tetangga yang masalahnya dari orangtua terutama ayah yang acuh. Alhamdulillah sekarang sedikit terbuka bahka sering liat video abah di youtobe. Alhamdulillah. Makasih abah.” @abahihsan

Selamat berbahagia untuk Anda yang terus menebar cinta dan bahagia.

(fauziya/muslimahzone.com)

No Responses

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk