Mendekatkan Al Quran Kepada Anak (Bag. 2-Selesai)

Muslimahzone.com – Dalam artikel sebelumnya, telah disebutkan dua hal yang dapat diperhatikan ketika orangtua ingin mendekatkan anak-anak mereka kepada Al Quran, yakni berusaha menghidupkan jiwa anak dengan Al Quran dan membangun tradisi berpikir yang berpijak pada Al Quran. Dalam buku Segenggam Iman Anak Kita, Ustadz Mohammad Fauzil Adhim menjabarkan poin penting ketiga yang dapat jadi perhatian orang tua untuk mendekatkan anak-anaknya dengan Al Quran. Berikut ulasannya;

Setelah dua poin sebelumnya, poin ketiga adalah mengajarkan kepada anak untuk memegangi Al Quran dengan kuat. Ada beberapa aspek kekuatan yang perlu kita bangun pada anak agar bisa berpegang pada Al Quran. Semuanya saling berkait dan saling mendukung kesanggupan untuk menggenggam erat petunjuk Al Quran.

Secara sederhana, beberapa aspek tersebut meliputi: kekuatan hati sehingga mereka memiliki antusiasme yang kuat, kecintaan yang mendalam, dan kemampuan menghafal yang baik; kekuatan pikiran sehingga memudahkan mereka belajar, menajamkan kemampuannya dalam memahami maupun mengambil pelajaran; kekuatan fisik  sehingga mereka memiliki kesanggupan untuk mempertahankan, memperjuangkannya, dan daya untuk belajar; serta kekuatan motivasi sehingga mereka bisa belajar dengan keinginan yang kuat dan perhatian yang penuh.

Dalam bab lain dalam buku itu, Ustadz Fauzil juga memberikan nasihat agar orang tua memberi pengalaman religius yang mengesankan ketika berinteraksi dengan Al Quran. Pengalaman religius yang membekas inilah yang kemudian membuat anak-anak memiliki perasaan religus yang menggelora bahwa Al Quran adalah petunjuk dan sumber inspirasi yang penuh kebaikan. Jika bergabung dalam diri mereka pengetahuan agama, pengalaman religius, serta perasaan religius yang kuat, insya Allah mereka akan menjadi pribadi yang kaya inspirasi, penuh semangat, serta gigih berusaha karena dorongan iman.

Kita ajarkan mereka satu ayat misalnya,  lalu kita gerakkan mereka untuk berbuat. Atau kita ajak anak-anak kita untuk melakukan sesuatu, setelah itu kita terangkan ayat yang menjadi landasan kita untuk bertindak. Misalnya, kita bisa mengajak anak-anak untuk berinfak dengan uang saku mereka-bukan meminta dari rumah- agar mereka memiliki pengalaman berkorban lebih mengesankan.

Infak itu kita berikan kepada orang yang berjuang di jalan Allah Ta’ala, betapa pun mereka seakan-akan tidak memerlukan, lalu kita jelaskan kepada mereka ayat berikut ini:

“(Berinfaklah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di muka bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memlihara diri dari meminta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 273). 

Jika hati mereka sudah kuat, di saat yang lain kita bisa menggerakkan mereka menginfakkan harta yang mereka cintai untuk memenuhi seruan Allah ‘Azza wa Jalla, “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS. Ali Imran: 92)

Begitulah. Mereka mempelajari Al Quran, berlatih menghafal, dan berusaha mewujudkan Al Quran dalam kehidupan. Beliau juga membayangkan, guru-guru (bisa pula orangtua, jika anak-anak mereka menempuh homeschooling, red.) bisa membacakan satu ayat Al Quran setiap hari sesudah apel motivasi, dan menjadikan ayat itu sebagai semangat; sebagai ruh bagi proses pembelajaran anak selama sehari penuh. Setiap guru mengulang pembacaan ayat tersebut dan menerangkan kembali secara kreatif di awal dan akhir tiap-tiap mata pelajaran. Sedangkan sebelum siswa pulang, ayat itu dibacakan lagi disertai dorongan untuk memohon kepada Allah Ta’ala agar dilimpahi kasih sayang dengan Al Quran.

Allahummarhamna bil Quran.

Sumber: Segenggam Iman Anak Kita, Mohammad Fauzil Adhim (Pro-U Media:2013)

(esqiel/muslimahzone.com)

Komentar Anda

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Menikah Muda Why Not ?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Anak-anak dan Membaca
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Wanita Muslimah yang Tangguh
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Tips Kecantikan ala Aisyah Istri Nabi
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk