Menangkan Perang Media

Oleh : Asri Supatmiati

Muslimahzone.com – Kamu punya akun media sosial? Pastinya. Belakangan ini linimasa lagi panas soal penistaan agama. Ada dua kubu terbelah di sana: pembela penista dan pembela Islam. Kamu udah tahu kan, musti berdiri di mana? Yup! Pastinya, sebagai muslim, kita musti membela agama.

Masalahnya, kita suka gemes kalo ngebaca status atau komentar para pembela sang penista. Menjelek-jelekkan ulama, menghina umat Islam, bahkan mengeluarkan kata-kata kotor yang tidak beretika. Duh! Kok bisa ya, orang-orang seperti ini makannya apa, ya?

Media Alternatif

Media massa udah lama jadi alat untuk mempengaruhi opini publik. Bahkan udah jamak juga dijadikan alat propaganda pihak-pihak berkepentingan. Khususnya, kepentingan ideologi sekuler kapitalis. Banyak perubahan masyarakat yang terjadi seiring sejalan dengan isu yang dibesar-besarkan di media massa.

Contohnya, adanya isu terorisme yang mendunia. Cap teroris yang diarahkan ke pejuang Islam, seolah jadi kesepakatan dunia. Hingga, dunia sibuk memerangi apa yang mereka sebut sebagai teroris. Padahal, perilaku negara-negara penjajah seperti Amerika Serikat atau Israel itu sendirilah yang layak dicap teroris.

Makanya, media mainstream kian ditinggalkan umat Islam. Karena, informasi dan beritanya kerap tidak berimbang. Misalnya, ada salah satu stasiun televisi yang beritanya tidak sesuai fakta. Malah melakukan penggiringan opini.

Kini, muncullah kekuatan media baru yang lebih cair tapi masif, bebas tapi berpengaruh. Dialah media sosial. Ya, hari ini media sosial telah menjelma menjadi sarana penyedia informasi alternatif bagi masyarakat yang tak lagi mau dibohongi media resmi umumnya.

Kenapa? Di media sosial, segala informasi tertampung tanpa filter. Tanpa kepentingan, kecuali subjektivitas si pemilik akun. Media sosial menciptakan opini pembanding di saat media resmi tidak menyajikannya. Media sosial menjadi tempat berkumpulnya massa untuk mencari opini terhangat, terkini dan terdekat dengan cara pandang mereka.

Di media sosial ini, ada interaksi dua arah. Siapapun bisa menyampaikan gagasan atau membagikan gagasan yang dibuat orang lain secara langsung. Viral menjadi ukuran, seberapa besar dukungan massa terhadap gagasan tersebut. Hal seperti ini tidak dimiliki oleh media resmi yang umumnya hanya menyajikan opini satu arah.

Perang Opini

Begitu besarnya kekuatan media sosial, bahkan opini bisa terbentuk dari sana. Namun, apa boleh buat, sebagaimana media resmi, pada akhirnya media sosial pun telah dimanfaatkan untuk melakukan penggalangan opini. Ada opini yang baik yang disetir secara bertanggungjawab, namun tak sedikit opini negatif yang menyesatkan umat. Maka, perang opini tak terhindarkan.

Seperti dalam kasus penistaan agama ini. Sekarang bergentayangan pihak-pihak yang membela pelaku nista. Memang ada akun beneran, tapi lebih banyak akun anonim yang isinya copas semua. Itu tuh, ulah para buzzer yang wara wiri di dunia maya. Membela mati-matian sang penista dengan berbagai upaya. Mencoba membangun opini secara masif yang membela sang penista. Bahkan pembelaannya asal jeplak, tanpa dalil, tanpa analisa dan kadang mudah dipatahkan.

Di sisi lain, para pembela Islam juga tidak terima. Mereka kini garang membentuk opini Islam. Kita menyaksikan, isu penistaan agama ini telah berhasil membangkitkan ghirah umat Islam untuk terdepan membela agamanya. Begitu aktif dan masif status dan tulisan dengan berbagai sudut pandang. Ini tentu menggembirakan.

Sadarkan Umat

Menjadi tugas umat Islam untuk memenangkan opini. Kebenaran harus mampu mengalahkan kebatilan. Maka, umat Islam harus cerdas dan smart dalam memanfaatkan media untuk menggalang dukungan. Menggelorakan opini Islam. Menjungkirbalikkan opini kaum sekuler liberal yang menyesatkan.

Umat Islam harus memenangkan pertempuran di media. Sebab, perubahan masyarakat ke arah Islam seperti yang kita dambakan, antara lain terbentuk dari menguatnya opini publik. Melalui pembentukan opini publik, umat disadarkan agar bersama-sama bangkit.

Saat ini adalah momentum untuk membangkitan itu. Dada para pembela Islam kini penuh dengan semangat perjuangan untuk membela ayat-ayat-Nya. Akan lebih hebat lagi kekuatan umat Islam jika seluruh ayat-Nya diterapkan secara kafah dalam kehidupan.

Tanggung Jawab Akhirat

Begitulah, perang opini telah membelah umat menjadi dua kubu yang bertolak belakang: pembela penista vs pembela agama. Tidak apa. Justru kian jelas, mana umat Islam sejati yang benar-benar membela agamanya, mana yang membela kebatilan.

Memang, patut disayangkan, para pembela ini juga mereka yang mengaku muslim di KTP-nya. Melaksanakan ibadah salat, juga puasa di bulan Ramadan. Mengakui Alquran sebagai pedoman hidupnya. Tapi, giliran satu ayat dinistakan, kok malah membela sang penista. Muslim macam mana tuh!

Ingat, kendati kita beraktivitas di dunia maya, tetap dimintai pertanggungjawaban. Kendati beraktivitas di dunia maya, akhirat itu nyata. Kendati bikin akun anonim, yang bikin tetap bukan anonim, kan? Allah tetap Maha Melihat. Maka, mari kita doakan, semoga para pembela penista ini segera bertobat. Karena kalau tidak, tanggungjawabnya di akhirat. Hari ini membela penista, di neraka pasti terhina.

(fauziya/muslimahzone.com)

No Responses

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk