Memurnikan Keikhlasan

Muslimahzone.com – Ikhlas memang urusan hamba dengan Allah, namun keikhlasan seseorang bisa kita lihat gejalanya dari amal dan dari lisan. Saat ada orang lain menginginkan kita mengerjakan urusan memasak misalnya, agar kita melakukannya lantas orang tersebut menyebutkan kebaikannya, misal saya sudah membereskan rumah, sapu-sapu, sudah mencuci piring, sudah membereskan dapur dsb., sekarang giliranmu yang masak ya. Lalu kitapun menahan diri untuk mengungkapkan kebaikan kita bahwa kita juga sudah lakukan ini, lakukan itu dsb., maka saat itu kita sedang berupaya menjaga keikhlasan kemudian bersegera memasakkan makanan karena berharap ridho Allah.

Atau ketika seorang isteri dengan segala kelelahannya mengurusi urusan rumah tangga dan mendidik anak, rumah yang sudah dirapihkan tidak lama kemudian berantakan lagi, anak-anak yang sudah dididik namun masih bertingkah karena semua butuh proses, suatu waktu saat suami pulang bekerja melihat kondisi rumah yang berantakan dan anak-anak yang selalu berdebat, lalu suami berkata, bunda di rumah kerjaannya ngapain aja sih, ayah sudah capek-capek bekerja sampai di rumah tidak ada ketenangan sedikitpun. Lalu sang isteri mencoba menahan diri dari mengungkapkan emosinya dengan membeberkan kebaikan yang sudah dilakukannya di rumah kemudian bersegera membereskan semuanya sebisa mungkin dan menenangkan anak-anaknya karena berharap ridho Allah dan suaminya, maka saat itu isteri tengah menjaga keikhlasannya.

Atau seorang pengemban dakwah yang sudah melakukan upaya optimal dalam dakwah, lantas melihat partner dakwahnya berleha-leha dalam amanah dakwah, lalau dia menahan diri untuk mengungkapkan jasa-jasanya dalam dakwah bahwa karena dialah dakwah ini berhasil dengan ketawadhuan dirinya tidak mengeluarkan sekalimatpun bahwa kalau bukan karena dia tidak mungkin dakwah ini berkembang, namun mencoba menasehati temannya demi meneyelamatkan sahabatnya dari dosa dan semata-mata mencari ridho Allah maka saat itu dia tengah menjaga keikhlasannya.

Menjaga keikhlasan itu tidaklah mudah, hanya hamba yang memahami hubungannya dengan Allah yang mampu menjaganya. Mengharapkan amalnya hanya dinilai oleh Allah, mengharapkan kebaikannya hanya dipuji oleh Allah. Tidak berkecil hati tatkala orang lain tidak mengetahui kebaikannya, tidak galau bila orang lain tidak menganggap karyanya, tidak juga kecewa bila orang lain tidak membalas budinya. Karena dia memahami bahwa penilaian manusia bisa salah, tapi penilaian Allah tidak akan pernah salah. Suami bisa saja salah menilai kerjaan isteri tapi Allah tidak pernah salah menilai amal seorang hamba. Jadilah hamba seperti ini berada dalam ketenangan rasa, ketenangan hati dan jiwa, walau ada rasa tidak nyaman dia mampu mengubahnya dengan ketentraman, karena murninya keikhlasan.

Hamba yang ikhlas akan senantiasa menyibukkan hatinya dengan perhitungan Allah bukan dengan perhitungan manusia. Hamba yang ikhlas tidak akan pernah ada ruang dalam relung jiwanya untuk menyimpan sifat riya sekecil apapun karena riya adalah bagian kesyirikan yang tersembunyi. Hamba yang memurnikan keikhlasan hatinya akan senantiasa bergejolak bila beramal terbersit tidak ikhlas.

Oleh : Yanti Tanjung

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
Pesta Seks Bukan Nikmat Terbesar di Surga
Secular Radicalism, The Real Blasphemy
Biasakanlah Anak Minta Izin Ketika Masuk Kamar Orangtua
Meraih Sifat Qana’ah
Curahan Hati Petani
Babak Final Perjuangan Islam
Akhir Hidup Para Tiran
Jangan Sembarangan Menuduh Muslimah Sebagai Pelacur !
Nasehat Tere Liye Seputar Jodoh
Ketika Istri Marah
Mengukur Kembali Rasa Cinta
Agar Bahagia, Sesuaikan Harapan Pernikahan Anda
Mengapa Ayah Lebih Sabar daripada Ibu
Belajar Matematika Untuk Anak Usia Dini, Apa Dulu yang Diajarkan?
Pameran Kehebatan Anak
Apakah Pembicara Parenting Tak pernah Bermasalah dengan Anaknya?
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Mengenal Ulama Hadits Syu’bah bin Al-Hajjaj
Abdurrahman bin Auf ‘Manusia Bertangan Emas’
Ketika Bayi Menendang Perut Ibu
Menikmati Pengalaman Sebagai Ibu Menyusui
Dibalik Ketenaran Blewah di Bulan Ramadhan
Tetap Sehat Berpuasa Ketika Hamil
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Tips Merebus Telur yang Baik
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk