Memilih Sekolah untuk si Buah Hati

MuslimahZone.com – Tahun ajaran baru tiba, banyak orangtua keluar masuk sekolah men-survei langsung calon sekolah untuk buah hatinya. Ya, semua orangtua tentu menginginkan pendidikan terbaik untuk anak-anak mereka, termasuk di mana anak-anak mereka akan bersekolah. Memang parameter apa saja ya yang perlu diperhatikan ketika memilih sekolah untuk buah hati kita? Ustadz Faudzil Adhim dan Ustadz Dzikrullah memberikan tips-tipsnya seperti dilansir Hidayatullah berikut ini:

  1. Perhatikan gurunya, jangan fasilitasnya; orangtua sedapat mungkin mengenali guru yang akan mendidik anak-anak mereka di sekolah. Beberapa kualifikasi guru adalah, memiliki idealisme yang tinggi (antusiasme mereka pada agama), memiliki karakter, integritas pribadi, dan motivasi. Integritas berkenaan dengan kesanggupan seseorang untuk berpegang pada idealisme dan nilai-nilai yang diyakini, tatkala mereka menghadapi tantangan. Seorang guru juga harus memiliki kompetensi sebagai guru, yakni serangkaian kapasitas mental untuk mampu melakukan tugasnya sebagai guru dengan sangat baik. Tugas tersebut bukan hanya mentransfer ilmu pengetahuan dan ketrampilan, melainkan juga keyakinan, sikap, motivasi, dan perilaku yang baik kepada murid-muridnya. Kredibilitas ini yang harus lebih dulu melekat pada guru sebagai suatu keteladanan.
  2. Semakin rendah level pendidikan, semakin tinggi kompetensi yang dibutuhkan guru; seharusnya jenjang yang membutuhkan kompetensi paling tinggi adalah jenjang pendidikan terendah. Sebab, kesalahan di jenjang paling rendah akan berimplikasi di jenjang berikutnya. Karena itulah, seharusnya seorang guru TK adalah orang yang mengerti betul tentang pendidikan. Ustadz Faudzil Adhim malah menyarankan, jika ada dua orang calon guru, yang satu doktor dan satunya S1 bidang pendidikan, dan jika dua-duanya mau ditempatkan di jenjang mananpun, maka sebaiknya yang doktor itulah yang mengajar TK. Hal ini mungkin masih agak sulit ditemukan di negeri ini. Namun, paling tidak hal penting ini menjadi pertimbangan orangtua agar berusaha seoptimal mungkin memilihkan guru untuk buah hatinya.
  3. Pilih sekolah dengan indikator pendidikan Nabawiyyah; salah satu alat mengukur baik tidaknya sebuah sekolah adalah seberapa banyak kemiripannya dengan format pendidikan yang berlangsung di zaman hidupnya Rasulullah Saw dan para sahabatnya. Namun, orangtua harus menyadari model pendidikan atau sekolah hari ini bukanlah hal final, ia masih terus berproses. Itu artinya orangtua harus ikut memperjuangkan kesempurnaannya agar semakin mirip dengan format pendidikan nabawiyyah sesuai dengan kemampuannya.
  4. Kenali standar profil lulusan, sistem assesment (evaluasi siswa), dan break-down level sekolah; maksudnya adalah sekolah yang baik memiliki standar profil lulusan yang jelas, yakni lulusan seperti apa yang diharapkan dari sekolah tersebut. Dari sinilah kemudian sekolah akan melakukan break-down level dan memiliki sistem evaluasi siswa. Jika SD maka sekolah harus memiliki acuan yang jelas murid kelas VI  memiliki kualifikasi seperti apa. Nah, jika kelas VI seperti demikian, maka harus disiapkan kelas V harus seperti apa, begitu seterusnya sampai ke level paling rendah. Sekolah harus mengerti cara mewujudkan dan tahu cara menjabarkan di tiap-tiap levelnya. Sebab, setiap anak di sekolah memiliki kemampuan berbeda-beda tentu cara pemberian materi juga tak boleh sama. Ini artinya, lagi-lagi diperlukan kompetensi dan komitmen sekolah yang luar biasa, dalam hal ini tentu kompetensi dan komitmen para guru.
  5. Menyekolahkan anak bukan seperti menitipkan sepatu di sudut masjid; meski anak sudah kita sekolahkan dengan biaya selangit namun amanah pendidikan yang pertama dan utama tetap ada pada orangtua. Maka, orangtua selayaknya mengevaluasi perjalanan sekolah anak-anak mereka. Bagaimana caranya? Orangtua harus tetap menyediakan diri duduk bersama anak-anak membincangkan dan membaca Al Quran, mengajak anak-anak merapat dengan Sirah Nabawiyah dan Sirah Para Sahabat. Memperdengarkan hadist Syarifah, menemani anak merasakan lezatnya kekhusyu’an shalat, mencontohkan mereka untuk rajin bersedekah, membangkitkan keberanian mereka melawan musuh-musuh Islam. Juga menumbuhkan kecintaan mereka kepada para mujahidin, ulama, dan orang-orang shalih. Dan parameter keimanan lainnya agar mereka benar-benar siap menjadi khalifah Allah di bumi ini.

Wallahu’alam bishshawab.

(esqiel/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Menikah Muda Why Not ?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Anak-anak dan Membaca
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Wanita Muslimah yang Tangguh
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Tips Kecantikan ala Aisyah Istri Nabi
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk