Membuka Aurat Lewat Status Facebook

MuslimahZone.com – Siang itu ada sebuah status dilengkapi foto mampir di beranda facebook.

Bersiap untuk berenang. Menjaga kebugaran tubuh.

Sekilas mungkin status itu terdengar biasa. Tidak ada yang aneh. Apalagi kalau status itu ditulis oleh seorang model. Namun, bagaimana kalau yang menulisnya adalah seorang akhwat dengan jilbab lebar dan rapi, serta selalu menjaga pergaulannya dari lawan jenis? Apakah status diatas masih terasa biasa?

Seperti yang kita ketahui bahwa aktifitas renang biasanya dilakukan dengan kondisi membuka aurat. Pun tidak membuka aurat, apabila menggunakan baju renang khusus muslimah, juga akan tetap membentuk aurat. Sedang bila menggunakan baju biasa, juga akan tetap basah dan mencetak aurat.

Padahal, diseberang sana ada laki-laki yang punya daya visual yang tinggi. Beberapa ada yang hanya bisa memahami sebuah bahasa tulisan dengan membayangkan apa yang sedang dibayangkan atau dilakukan oleh penulis. Lalu bagaimana kalau laki-laki dengan tipe seperti ini yang membaca status diatas?

Duhai akhwat,

Apakah begitu sulit untuk menahan jari-jari agar tidak berbagi status yang tidak penting? Bukankah kegiatan sehari-hari kita bukan suatu hal yang penting untuk diketahui orang banyak?

Kejadian seperti ini bukan sekali atau dua kali terjadi. Tidak sengaja membuka ‘aurat’ secara tidak langsung untuk umum. Hal ini terjadi karena kurangnya rasa peka akan kondisi disekitarnya. Mungkin akan berbeda bila status tersebut ditulis dan di private sehingga yang bisa membaca hanya dirinya sendiri. Apalagi media sosial seperti facebook, dilengkapi fitur yang apabila ada orang yang berkomentar di status kita, status kita bisa muncul di beranda teman-teman facebook si pemberi komentar. Akhirnya semakin banyaklah yang membaca status tidak penting bahkan tidak pantas tersebut.

Coba bandingkan, bila status yang kita tulis bernilai kebaikan dan dakwah. Semakin banyak yang berkomentar, maka semakin banyak yang membaca, bahkan bila status itu bermanfaat, akan banyak yang membagikan status kita. Media sosial kita pun akhirnya menjadi ladang pahala bagi si empunya, bagi kita.

Semoga ini bisa menjadi bahan evaluasi kita semua. Agar mulai melatih jari untuk membatasi status-status yang tidak berarti.

(fimadani/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
Secular Radicalism, The Real Blasphemy
Biasakanlah Anak Minta Izin Ketika Masuk Kamar Orangtua
Meraih Sifat Qana’ah
Hati-hati Terjebak Syirik Kecil
Babak Final Perjuangan Islam
Akhir Hidup Para Tiran
Jangan Sembarangan Menuduh Muslimah Sebagai Pelacur !
Memurnikan Keikhlasan
Ketika Istri Marah
Mengukur Kembali Rasa Cinta
Agar Bahagia, Sesuaikan Harapan Pernikahan Anda
Tips Menjalani LDM Bagi Suami Isteri
Mengapa Ayah Lebih Sabar daripada Ibu
Belajar Matematika Untuk Anak Usia Dini, Apa Dulu yang Diajarkan?
Pameran Kehebatan Anak
Apakah Pembicara Parenting Tak pernah Bermasalah dengan Anaknya?
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Mengenal Ulama Hadits Syu’bah bin Al-Hajjaj
Abdurrahman bin Auf ‘Manusia Bertangan Emas’
Ketika Bayi Menendang Perut Ibu
Menikmati Pengalaman Sebagai Ibu Menyusui
Dibalik Ketenaran Blewah di Bulan Ramadhan
Tetap Sehat Berpuasa Ketika Hamil
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Tips Merebus Telur yang Baik
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk