Membingkai Kriteria Memilih Pasangan Hidup

MuslimahZone.com – Merupakan sebuah fitrah bahwa Allah subhanahu wa ta’ala menciptakan manusia dengan karakternya yang tidak pernah berubah. Manusia sering kali memilih sesuatu berdasar pada kecenderungan naluriahnya dan pertimbangan rasionya.

Rasulullah ﷺ menjelaskan kriteria bagaimana seseorang memilih calon pasangan melalui sabdanya yang diriwayatkan dari Abu Hurairah:

“Seorang wanita dinikahi karena empat hal; karena hartanya, karena keturunan (nasab)nya, karena kecantikannya dan karena agamanya. Maka utamakanlah (karena) agama. Hal itu akan menghalangi tanganmu.”

Dr. Wahbah Az-Zuhaily dalam kitabnya Fiqh al-Islam wa Adillatuhu menjelaskan makna hadits tersebut, yaitu bahwa yang disukai dan mendorong para lelaki untuk tertarik dan menikahi seorang perempuan adalah karena empat hal tersebut. Yang menjadi urutan terakhir biasanya malah kriteria kebaikan agama. Maka Nabi ﷺ memerintahkan kepada para lelaki bahwa jika mereka mendapati adanya kebaikan agama maka jangan berpaling darinya. Jika tidak, yakni jika berpaling dari kebaikan agama, maka lelaki tersebut akan tertimpa kebangkrutan dan kemiskinan.

Walaupun sifat kecintaan kepada keindahan, perhiasan dan kekayaan memang telah melekat pada penciptaan manusia, namun hendaklah hal itu tidak dijadikan alasan utama, bahkan mesti dikalahkan. Alasan agama haruslah diutamakan karena agamalah yang akan menguatkan pernikahan seiring berlalunya waktu dan usia.

Adapun kekayaan, kecantikan, dan keturunan merupakan faktor yang sifatnya sementara. Ia tidak dapat menjamin kelanggengan sebuah hubungan. Hal tersebut bahkan seringkali menyebabkan saling membanggakan dan meninggikan diri masing-masing, bisa memikat atau memalingkan pandangan kepada orang lain.

Maka Rasulullah ﷺ mendeskripsikan bagaimana sesungguhnya sosok sebaik-baik wanita itu. Diriwayatkan dari Abu Hurairah:

Rasulullah ditanya: wanita manakah yang paling baik? Beliau menjawab: yaitu wanita yang membahagiakan (menyenangkan) suaminya jika memandangnya, menaati suaminya jika suami memerintahnya, dan tidak menyalahi (mengkhianati) suaminya dalam hal yang tidak disukai suaminya berkenaan dengan dirinya dan harta suaminya.” (HR. An nasa’i dan Ahmad)

Maka benarlah bahwa kriteria tersebut hanya akan dipenuhi oleh wanita yang memiliki pemahaman agama yang baik. Wanita yang menjadikan standar kehidupannya adalah berdasar pada syari’at Islam, bukan yang lain.

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk