Membangun Karakter Anak Laki-Laki

Muslimahzone.com – Mendidik anak, laki-laki ataupun perempuan, memang tidak mudah. Tantangannya beda. Nah, kali ini khusus tentang mendidik anak laki-laki. Terutama, agar sang anak memiliki karakter sebagai laki-laki yang tangguh.

Kelak, laki-laki adalah calon pemimpin di segala lini kehidupan. Ia memiliki tanggung jawab besar terhadap masyarakat yang dipimpinnya. Maka, kewajiban orangtua untuk membantu anak laki-lakinya dewasa, matang dan bertanggungjawab. Di antaranya berikut ini:

1. Tonjolkan Figur Ayah

Anak laki-laki membutuhkan figur teladan terdekatnya. Siapa lagi kalau bukan ayah. Maka, anak laki-laki sudah sewajarnya harus dekat dan lekat dengan ayahnya. Terlebih jika masa balitanya lewat, harus sudah lebih condong ke ayahnya dibanding ibunya.

Hal ini agar sang anak mendapatkan atmosfer maskulinitas dalam jiwanya, sehingga berkarakter ‘jantan’ dan ‘jagoan’. Anak laki-laki yang terlalu lembek atau gemulai, bisa jadi karena selama ini lebih meniru ibunya dibanding ayahnya.

Maka itu, ayah harus menjadi sosok ideal di mata anaknya. Menjadi model, “seperti inilah kurang lebih aku ketika dewasa kelak.” Memiliki panutan laki-laki yang baik dan dekat dengannya, sangat membantu anak laki-laki untuk belajar mengenai karakter laki-laki.

2. Pahamkan Batasan Perilaku

Berikan batasan mana yang boleh dan tidak boleh. Misal, anak laki-laki tidak boleh terlalu cengengesan, harus tegas, disiplin, sopan, dll. Mereka juga harus kuat fisik dan mentalnya. Jangan selalu menolong semua permasalahannya, ajarkan untuk berusaha menyelesaikan sendiri. Biarkan mereka menjadi pemecah masalah.

3. Berikan Tugas di Rumah

Pekerjaan rumah, biasanya dituntaskan oleh ibu berikut anak perempuannya. Jangan salah, anak laki-laki pun penting diberi porsi pekerjaan di rumah. Karena, rumah secara keseluruhan sejatinya tanggungjawab laki-laki, bukan perempuan. Maka, ia harus memahami bahwa pekerjaan rumah tangga bukan hanya urusan perempuan. Contoh, tugaskan dia merapikan sepatu, mainan, buku, atau benda apa saja agar diletakkan di tempat yang benar. Saat ini, banyak istri mengeluh suami suka meletakkan barang sembarangan. Sepele, tapi cukup membebani istri. Bisa jadi, seperti itulah didikan pembiasaan sejak mereka kanak-kanak.

4. Biarkan Mengekspresikan Emosi

Anak laki-laki kadang didoktrin untuk: tidak boleh emosi, tidak boleh cengeng, tidak boleh menangis. Padahal, sebagai manusia biasa, mereka juga mengalami rasa sedih, kecewa, jenuh, bahkan stres. Nah, anak-anak yang emosi ini, harus diarahkan cara mengekspresikannya. Misal, jika terluka dan memang sakit, jangan dibilang anak tidak boleh menangis. Menangis karena sakit itu wajar, bukan bentuk kecengengan. Dengan mengekspresikan emosi, seharusnya tidak ada emosi yang terpendam. Sebab malah bahaya, sewaktu-waktu bisa ‘meledak’. Anak laki-laki yang diajarkan mengekspresikan emosi akan tumbuh menjadi seorang yang lebih sensitif dan dapat berhubungan baik dengan orang lain.

5. Salurkan Energinya

Umumnya, anak laki-laki memiliki energi lebih besar dari anak perempuan. Mereka membutuhkan sarana menyalurkan energi secara positif. Izinkan mereka keluar rumah dan bermain, bersosialisasi bersama teman-teman dan lingkungannya. Fasilitasi aktivitas fisik, seperti lari-larian, main bola, bersepeda, olahraga, berpetualang, berenang, dll.

6. Ajarkan Komunikasi Efektif

Hari ini banyak perempuan mengeluh karena pasangannya kurang bisa menjadi pendengar yang baik. Juga, banyak suami-istri yang gagal dalam komunikasi, disebabkan laki-laki yang tidak komunikatif. Tidak terbiasa mengekspresikan perasaan dengan kata-kata. Padahal, kemampuan komunikasi ini sangat penting. Maka, anak laki-laki harus diajarkan cara komunikasi yang baik dan efektif. Karena, biasanya mereka cenderung lebih pendiam dibanding anak perempuan. Maksudnya, anak perempuan lebih terbuka menceritakan apa saja yang dialaminya, sedangkan anak laki-laki cuek jika tidak ditanya.

Maka, ajaklah mereka bicara. Jadikan orangtua sebagai tempat ternyaman untuk bicara. Sehingga, jika ada masalah, mereka tak segan mengadu dan meminta saran pemecahan.

Oleh : Kholda Naajiyah

(fauziya/muslimahzone.com)

No Responses

Leave a Reply

Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
MHTI Kembali Menyelenggarakan Kongres Ibu Nusantara (KIN)
Miris, Pasca Gempuran ke Aleppo Jokowi Malah Tanda Tangan Kerjasama dengan Iran
Keutamaan Ilmu
Tata Cara Mandi Haid dan Mandi Junub
Peran besar muslimah dalam dakwah Islam
Aroma Mewangi Minyak Kasturi
Neraka Jahannam Sepanjang Hidup, Surga Sepanjang Hidup
Rizki di Tangan Allah
Pada Suatu Titik
Mencari Jalan Pulang
Jodoh : Memilih Atau Dipilih ?
Ketika Istri Merasa Tidak Bisa Membahagiakan Suami
Pastikan Izin Suami Jika Ingin Menjalankan Shaum Sunnah
Satu-satunya Cinta yang Perlu Ada dalam Pernikahan bahkan dalam Kehidupan
Kenapa Anakku Susah Banget Sih Disuruh Sholat?
Aku Peduli Iman Anakku
Anak Sukses Bermula dari Bangun Pagi
Jangan Sia-Siakan “Masa SMA”
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
Kisah Si Kaya dan Si Miskin (Pemilik Dua Kebun: Surat Al-Kahfi 32-44)
Gubernur Al-Hajjaj dan Pelajaran untuk Penguasa Durja
Nilai Ketaatan Isteri pada Suami
Nenek Penjaga Wahyu Al-Qur’an
Cara Mengatasi Anak Susah Makan
Asam Lambung Naik, Coba Obat Alami Ini
Popok Bayi Sekali Pakai VS Popok Kain
Bolehkah Ibu Hamil Makan Nangka?
Tips Merebus Telur yang Baik
Tips Meningkatkan Minat Membaca Buku
7 Tips Menyapih Anak
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
Tips Merebus Telur yang Baik
Resep Aneka Olahan Singkong
Nikmatnya Pangsit Kuah Hangat Buatan Sendiri
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga