Melunakkan Hati dengan Dzikir

Muslimahzone.com – Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Dzikir bagi hati ibarat air bagi ikan. Apa jadinya bila ikan dikeluarkan dari air?”

Dalam Al Wabilus- Shayyib, Ibnul Qayyim menyebutkan banyak faidah dzikir, diantaranya; dzikir adalah makanan pokok bagi hati dan ruh. Apabila seorang hamba kehilangannya, ia seperti tubuh yang tidak mendapatkan makanan pokok. Dzikir dapat mengusir setan dan menundukkannya, juga menjadikan kita diridhai oleh Allah. Selain itu, dzikir juga menghilangkan kesedihan dan kegelisahan dari hati, mendatangkan kegembiraan, memberikan cahaya bagi hati dan wajah, memberikan kewibawaan dan keindahan, mendatangkan kecintaan kepada Allah, ketakwaan kepadaNya, inabah kepadaNya, menjadikan seorang hamba diingat oleh Allah. Allah berfirman,

“Maka ingatlah kepadaKu,niscaya Aku akan ingat kepadamu.”  (QS. Al Baqarah: 152)

Andaikan faidah dzikir itu hanya tersebut dalam ayat di atas, sungguh itupun sudah cukup sebagai suatu keutamaan dan kemuliaan. Dan cukup pula hal itu untuk menghapus kealpaan dan kesalahan.

Abu Musa Al Asy’ariy meriwayatkan, Rasul shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda,

“Perumpamaan orang berdzikir kepada Allah dengan yang tidak berdzikir itu seperti orang yang hidup dengan orang yang mati.” (HR. At Tirmidzi dan Al Hakim)

Seseorang menemui Hasan Al Bashri rahimahullah, dan berkata, “Aku mengadukan kerasnya hati ini kepadamu.” Hasan rahimahullah menjawab, “Lunakkan ia dengan dzikir!”

Menurut Ibnul Qayyim, berdzikir secara kontinyu akan membuat seorang hamba sibuk, sehingga tidak sempat mengucapkan kata-kata yang batil seperti ghibah (membicarakan keburukan orang lain), namimah (mengadu domba) dan lain sebagainya.

Dzikir ada banyak macamnya, diantaranya;

  • Berdzikir dengan menyebut nama-nama Allah (Asmaul Husna), sifat-sifatNya, dan puji-pujian bagiNya.
  • Menyebut tentang hal-hal yang berkaitan dengan n ama-nama dan sifat-sifat Allah. Misalnya, “Allah itu mendengar suara seluruh hambaNya dan melihat gerak-gerik mereka”.
  • Mengingat perintah Allah dan laranganNya. Seperti mengatakan, “Sesungguhnya Allah memerintahkan ini dan melarang hal itu.”
  • Mengingat anugrah dan kebaikanNya.
  • Yang paling afdhal yaitu, membaca Al Quran. Karena Al Quran mengandung berbagai obat dan kesembuhan hati dari segala penyakit. Allah berfirman,

“Wahai manusia, telah datang kepada kalian suatu pelajaran dari Rabb kalian dan obat bagi apa-apa yang ada di dalam dada.” (QS. Yunus: 57)

“Dan kami turunkan Al Quran yang merupakan obat penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al Isra:82)

“Ketahuilah, dengan dzikrullah segala hati akan tenang.” (QS. Ar Ra’du: 28)

Penyakit hati itu pada bersumber pada dua hal; syubuhat (ketidakjelasan akan kebenaran) dan syahwat (hawa nafsu). Al Quran mengandung obat kedua penyakit itu, Al Quran mengandung keterangan dan penjelasan yang tegas tentang kebenaran dan kebatilan. Maka hilanglah penyakit ketidakjelasan, digantikan dengan ilmu dan pengetahuan, sehingga terlihatlah sesuatu dengan semestinya.

Barangsiapa mempelajari Al Quran, -dan hatinya menyertainya-, pasti mampu memandang kebenaran dan kebatilan, mampu membedakannya, seperti ia mampu membedakan antara siang dan malam.

Al Quran juga mengandung hikmah dan pelajaran yang baik sebagai penawar bagi penyakit syahwat. Yaitu nasehat agar hidup zuhud di dunia dan mengutamakan akhirat.

Ustman bin Affan radhiallahu’anhu bertutur, “Andaikan hati kalian itu bersih, membaca Al Quran pun jadi terasa ringan.”

Disadur dari kitab Tazkiyatun Nafs, Konsep Penyucian Jiwa Menurut Ulama Salafushshalih karya Dr. Ahmad Farid

(esqiel/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
Pesta Seks Bukan Nikmat Terbesar di Surga
Secular Radicalism, The Real Blasphemy
Biasakanlah Anak Minta Izin Ketika Masuk Kamar Orangtua
Meraih Sifat Qana’ah
Ustadz Abdul Somad : Mengapa Allah Menyisakan Kaum Yahudi?
Curahan Hati Petani
Babak Final Perjuangan Islam
Akhir Hidup Para Tiran
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Nasehat Tere Liye Seputar Jodoh
Ketika Istri Marah
Mengukur Kembali Rasa Cinta
Mengapa Ayah Lebih Sabar daripada Ibu
Belajar Matematika Untuk Anak Usia Dini, Apa Dulu yang Diajarkan?
Pameran Kehebatan Anak
Apakah Pembicara Parenting Tak pernah Bermasalah dengan Anaknya?
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Mengenal Ulama Hadits Syu’bah bin Al-Hajjaj
Abdurrahman bin Auf ‘Manusia Bertangan Emas’
Ketika Bayi Menendang Perut Ibu
Menikmati Pengalaman Sebagai Ibu Menyusui
Dibalik Ketenaran Blewah di Bulan Ramadhan
Tetap Sehat Berpuasa Ketika Hamil
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Tips Merebus Telur yang Baik
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk