Mariyaah Sang Koptik

MuslimahZone.com – Setelah gencatan senjata Hudaybiyah yang berlangsung di bulan Syawal tahun 6 H, Rasulullah saw mengundang para raja dan penguasa dunia untuk memeluk Islam dan memperingatkan mereka yang menunda dalam memenuhi panggilan-Nya.

Perjuangan di masa-masa awal Islam antara Muslim dan para pemimpin Quraisy merupakan perjuangan yang panjang dan sulit. Kaum Muslim tetap teguh dan kuat di atas kebenaran dan melewati setiap penganiayaan dengan sabar tanpa lelah dengan pertempuran dan penyerangan. Hal ini karena pada waktu itu undang-undang yang berkaitan dengan Jihad belum terungkap dan tidak akan diungkapkan hingga jauh di kemudian hari. Itulah sebabnya selama tiga belas tahun pada periode Mekah, kaum Muslim menderita dengan sabar.

Kemudian Allah SWT memerintahkan Rasulullah saw untuk hijrah ke Madinah setelah adanya janji dari kaum Anshar, Aus dan Al Khazraj kepada Rasulullah saw, yang disebut sebagai bai’at ‘Aqabah. Mereka berjanji kepada Nabi saw untuk memberi dukungan penuh dan bahwa mereka siap untuk melawan siapa pun demi Islam dan melindungi Nabi saw. Inilah ketika Allah menurunkan ayat:

{Izin untuk melawan [orang-orang kafir] diberikan kepada mereka [orang beriman] yang berperang dikarenakan mereka telah dirugikan. Dan tentu saja, Allah mampu memberi mereka [orang beriman] kemenangan.} (Al-Qur’an, 22:39)

Sekarang Muslim diizinkan untuk membela diri dan membela hak-hak mereka. Mereka sekarang dapat melakukannya karena mereka sekarang telah mendirikan sebuah negara Islam, dengan batas-batas geografis sendiri, masyarakat dan sistem. Situasi ini diperkuat oleh perjanjian Nabi saw yang ditandatangani oleh orang-orang Yahudi Madinah: Bani Qaynuqa, Bani Nadeer dan Bani Quraydhah. Baik teks dan artikel dari perjanjian ini bersaksi untuk hal ini. Hal ini merupakan perjanjian aliansi, non-agresi dan pengakuan dari otoritas masing-masing pihak atas pengikutnya.

Namun, permusuhan Quraisy – yang berpaling dari kebenaran dan petunjuk dan cenderung ke arah kebodohan, kesalahan dan keinginan – yang masih memusuhi Islam, yaitu Rasulullah dan Muslim. Mereka melibatkan umat Islam dalam pertempuran dari Badr ke Uhud dan bahkan perang Parit! Permusuhan mereka terhadap umat Islam terus sampai hari Hudaybiyah. Saat itu di Hudaybiyah terjadi gencatan senjata antara Rasulullah saw dan Quraish yang diwakili oleh Suhayl bin ‘Amr.

Gencatan senjata ini mengakui entitas politik Muslim dan Rasulullah sebagai pemimpin otoritas, tetapi tidak mengenalinya sebagai Nabi dan Rasul. Kita dapat mengamati hal ini dalam penolakan Suhayl melalui ekspresinya: ‘Muhammad, Rasulullah’ ketika gencatan senjata sedang dirancang. Dia mengatakan,

“Jika kami mengakuimu sebagai Rasulullah, kami tidak akan mengobarkan perang terhadapmu. Karena itu, kau harus menulis namamu dan nama ayahmu!”

Meskipun mereka tidak menerima Nabi saw sebagai Rasulullah, namun hasil dari gencatan senjata ini adalah bahwa Rasulullah saw diakui oleh Quraish sebagai pemimpin sebuah negara Islam.

Rasulullah saw selanjutnya siap untuk mengirim surat kepada pemimpin bangsa. Tidak diragukan lagi, meskipun beliau lebih besar dan lebih mulia daripada sekedar untuk sebuah kebutuhan politik belaka, hal itu menjadi suatu keharusan bagi hubungan internasional.

Pembaca yang budiman, pengenalan ini adalah keharusan sejarah ketika membahas Maariyah, Koptik, dan Rasulullah saw. Nabi saw adalah berkat baginya, karena itu dalam membahas tentang surat Nabi kepada Muqawqis, penguasa Mesir, selalu ada penyebutan Maariyah dalam sejarah Islam.

Muqawqis berbasis di Alexandria, karena ia telah merebut kota ini sebagai markasnya. Dia memegang kepemimpinan agama dan politik atas orang-orang Koptik Mesir, terlepas dari pendudukan Romawi atas tanah mereka dan perampasan hak rakyat Mesir selama bertahun-tahun. Gereja ini dibagi menjadi kelompok-kelompok berdasarkan keyakinan, perilaku dan ritual yang dijalani: Gereja Barat, di bawah kepemimpinan orang-orang Romawi dan Gereja Timur di bawah kepemimpinan leluhur dan uskup. Muqawqis adalah milik kelompok kedua.

Adalah Haatib bin Abi Baltah yang dikirim dengan surat Nabi kepada Muqawqis. Perlu diingat bahwa semua surat yang dikirim ke berbagai raja dan penguasa berisi konten yang sama. Muqawqis menerima surat dari Rasulullah saw dan membacanya. Dia menyambut utusan dan menghormatinya tetapi tidak menerima pesan dari Islam. Dia kemudian mengirim beberapa hadiah bersama utusan ke Rasulullah. Hadiah itu yaitu:

  • Mariyah dan adiknya Seereen.
    • Sebuah keledai bernama Dudul.
    • Sebuah keledai bernama Ya’foor.
    • Sebuah kasim tua yang dikenal sebagai Ma’boor. Beberapa mengatakan dia adalah saudara Mariyah tapi yang benar adalah bahwa ia adalah relasinya.
    • 1000 mithqal emas.
    • Dua puluh lima kain

Siapakah Mariyah?

Mariyah adalah seorang gadis Koptik dari sebuah desa yang terletak di Mesir dan bernama Ansana. Dia berkulit indah dengan rambut keriting. Dikatakan bahwa ibunya adalah keturunan Romawi dan itulah sebabnya dia berjenis kulit putih. Rasulullah saw menjadikannya sebagai hamba sahayanya. Walaupun begitu, dia tertutup sepenuhnya, seperti perintah untuk istri-istri Nabi saw. Nabi saw memberikan adiknya, Seereen, sebagai hadiah kepada Hassaan bin Thaabit.

Nabi saw awalnya menempatkan dia di rumah istrinya, tapi ini membuat istri yang lain sangat cemburu. Dia kemudian membawanya ke suatu tempat di pinggiran Madinah yang disebut ‘Al-Aliyah dan mengunjunginya di sana. Mariyah memeluk Islam dan menjalankan agama dengan sangat baik.

Maariyah kemudian hamil dan tidak ada istri lain dari Nabi yang hamil sejak beliau pindah ke Madinah. Maria melahirkan anak laki-laki dan Rasulullah saw menamainya Ibrahim seperti nenek moyangnya, Nabi Ibrahim saw. Rasulullah saw lalu berkata tentang Mariyah,

“Anaknya telah membebaskannya.”

Ini adalah aturan hukum Islam tentang hamba sahaya yang dimiliki. Jika mereka memberikan anak untuk menguasai mereka, mereka menjadi bebas. Dalam aspek ini, kita dapat mengatakan bahwa kehadiran Maariyah di rumah tangga Nabi tidak hanya membebaskan dia dan memberinya kehidupan yang sama sekali baru, tetapi juga diperkaya hukum Islam dan berbagai bentuk hubungan sosial.

Ibrahim lahir di tahun ke-8 Hijrah, yang merupakan tahun penaklukan Makkah dimana Ka’bah dimurnikan dari kotoran patung dan benteng terakhir kemusyrikan itu dimusnahkan dari Jazirah Arab. Itu adalah kesempatan dimana selubung kemusyrikan, yang telah meliputi Quraisy selama beberapa generasi sejak penyimpangan mereka dari ketauhidan murni nabi Ibrahim dan Ismail akhirnya dihapuskan.

Sukacita Nabi pada saat kelahiran putranya Ibrahim terekam dengan jelas. Beliau mengunjungi rumah Maariyah dalam rangka melihat anaknya Ibrahim dengan membawa kasih sayang dan memberinya banyak cinta. Memang Nabi saw tidak seperti ayah lainnya dan benar-benar menjadi panutan bagi semua umat manusia!

Jangan lupa juga tentang bagaimana beliau meluangkan waktu dari jadwal sibuknya untuk bermain dengan cucunya Umamah, putri Zainab dan bagaimana beliau menggendong di punggungnya sementara beliau tengah shalat. Mari kita mengingat cinta dan kasih sayang yang beliau miliki untuk Hasan dan Husain, anak-anak Faatimah dan beliau turun dari mimbar ketika melihat Husain memasuki Masjid hanya agar beliau bisa menjaganya di tangannya!

Mengingat semua kejadian mengesankan di atas, kita harus menyadari betapa kuat ikatan Nabi saw pada anaknya Ibrahim, terutama karena ia telah hidup selama delapan belas bulan! Ya! Dia adalah kehangatan hatinya dan satu-satunya anak laki-laki yang bertahan hidup! Tapi …

{Muhammad bukanlah ayah dari seorang laki-laki dari kalian, tapi dia adalah Rasulullah dan penutup para nabi …} (QS 33:40)

Meskipun ayat ini turun untuk alasan tertentu yang berkaitan dengan Zaid bin Haarithah tapi inilah aturan Ilahi: Telah ditetapkan para nabi tidak akan memiliki anak laki-laki dari keturunan mereka sendiri yang akan hidup setelah mereka.

Ketika Ibrahim berusia delapan belas bulan, ia terserang demam. Bermacam obat mereka coba namun sia-sia. Dia menghembuskan nafas terakhir di tangan ayahnya dan jiwanya kembali menuju Sang Pencipta. Para wanita menangis, seperti yang dilakukan Rasulullah saw.

Kemudian, mata Nabi saw dipenuhi dengan air mata di makam anaknya, tapi dia tidak mengatakan apa-apa selain ini,

“Mata meneteskan air mata dan hati bersedih. Kami bersedih dengan kepergianmu, Hai.. Ibraheem. Dan kami tidak akan berkata apapun kecuali yang menyenangkan Allah. ”

Ketika Ibrahim meninggal gerhana terjadi, yang bukan disebabkan kematian Ibrahim putra Rasulullah. Sebaliknya, itu hanyalah gerakan orbital. Kemudian beberapa orang mengatakan,

“Gerhana Matahari karena kematian Ibrahim!”

Ketika Rasulullah saw mendengar ini, beliau mengumumkan,

“Matahari dan bulan adalah dua tanda-tanda Allah. Mereka tidak gerhana karena kematian atau kehidupan siapa pun. ”

Maariyah hidup selama bertahun-tahun setelah kematian Rasul Allah saw. Abu Bakr diminta untuk membiayai pemeliharaan Maariyah, dan ‘Umar melakukannya setelah Abu Bakar dan pada tahun 46 H, beliau meninggal.

Al-Waqidi berkata,

“Beliau meninggal di Muharram, tahun ke-46 Hijrah. ‘Umar mengumpulkan orang-orang untuk menyaksikan pemakamannya. Dia memimpin doa untuk dirinya (doa pemakamannya) setelah itu ia dimakamkan di al-Baqee’. ”

Semoga rahmat Allah menyertainya dan menempatkannya di surga tertinggi sebagai tempat tinggalnya. Aamiin…

(fauziya/idealmuslimah/muslimahzone.com)

Comments (2)

  1. agus
    • Fauziya

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk