Manfaatkan Masa Haid Untuk Melatih Balita Shalat

MuslimahZone.com –  Mengajarkan balita kita shalat ternyata gampang-gampang susah. Ketika kita shalat bersama mereka, mereka cenderung hanya mengikuti gerakan-gerakan kita saja bahkan saat mereka ikut ayah ke masjid pun demikian. Mereka agak kesulitan mengikuti bacaan-bacaan shalat yang memang harus kita baca pelan (sirr). Ketika kita shalat bersama mereka kita juga tidak dapat mengoreksi gerakan shalat mereka  jika ada yang  kurang tepat. Lain hal ketika kita memang menyengaja latihan shalat diluar pelaksanaan shalat sesungguhnya.  Namun kadang dengan aktivitas rumah tangga dan urusan anak yang tak habis-habis, latih-melatih shalat dengan bacaan yang sempurna serta pengoreksian gerakan ini biasanya hanya anak-anak dapati di sekolah atau TPA (Taman Pendidikan Al Quran). Itupun biasanya latihan shalat hanya dilakukan satu kali dalam sepekan.

Maha Suci Allah dari kesia-siaan atas ciptaanNya.Ternyata hal ini dapat tersolusikan. Para ibu memiliki waktu spesial pada setiap bulannya untuk dapat mentraining balita-balitanya shalat lengkap dengan seluruh bacaannya dan pengoreksian gerakannya. Kapankah? Yaitu ketika datang masa haid. Masa haid yang biasanya datang 4 hari atau lebih  ini cukup untuk membuat balita kita hafal bacaan shalat dan tertib akan gerakan-gerakan shalatnya. Syaratnya, kita pun harus tertib mengajak dan mempersiapkan perlengkapan shalat mereka pada tiap-tiap waktu shalat.

Kita persiapkan mental mereka ketika menjelang adzan. Kita ajak mereka berwudhu. Kalau belum terampil berwudhu, temani mereka wudhu , ajarkan tertib berwudhu dengan sempurna. Jika mereka belum bisa wuduh dengan sempurna, dimaafkan saja dan pada  waktu shalat berikutnya dapat Ibu perbaiki. Kemudian persiapkan perlengkapan shalat bagi mereka; peci, sarung, sajadah, kerudung atau mukena kecil.

Dalam training ini kita juga dapa melekatkan semua sarat sah dan rukun shalat pada balita langsung dalam praktinya. Misalkan tentang aurat, kesucian diri, pakaian dan tempat shalat dari najis dan lainnya.

Momen training wudhu dan shalat ini pula  bermanfaat banyak bagi ibu. Ibu jadi terjaga dari lalai terhadap waktu dan dari lalai dzikir kepada Allah. Karena tidak jarang ketika masa haid banyak ibu yang mendadak ‘nyantai’ dan lalai dari berdzikir. Akibatnya, sang ibu melemah keimanannya. Padahal saat haid, kondisi emosional ibu cenderung tidak stabil akibat aktivitas-aktivitas hormonal dalam tubuhnya.

Demikianlah para Ibu di rumah, semoga bermanfaat. Rabbij ‘alni muqimmashshalati wa min dzurriyati. Rabbana taqabbal du’a. Aamiin. (esqiel/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Menikah Muda Why Not ?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Anak-anak dan Membaca
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Wanita Muslimah yang Tangguh
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Tips Kecantikan ala Aisyah Istri Nabi
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk