Manajemen Pertengkaran dengan Pasangan dalam Rumah Tangga

Muslimahzone.com – Pertengkaran adalah bumbu dalam rumah tangga. Setiap pasangan pasti pernah mengalaminya, walaupun dengan kasus yang berbeda. Hal ini adalah wajar, karena antara suami dan istri tentunya memiliki karakter dan dibesarkan dalam lingkungan yang berbeda. Pengalaman hidup pun berbeda. Namun, bukan berarti kewajaran ini membuat rumah tangga kita sering mengalami pertengkaran.

Pertengkaran dalam rumah tangga tentu harus dimanajemen dengan baik agar segera selesai dan tidak memberikan dampak yang buruk seperti kekerasan dalam rumah tangga bahkan sampai perceraian.

Berikut ini manajemen pertengkaran dengan pasangan dalam rumah tangga yang dilansir dari tandapagar, insya Allah bermanfaat:

  1. Jangan Menunda

    Permasalahan dalam rumah tangga bukan hanya satu hal. Seiring berjalannya waktu permasalahan akan datang silih berganti. Bisa jadi dengan masalah yang berbeda.

    Oleh karena itu sekecil apapun permasalahan, segera komunikasikan dan diskusikan baik-baik dengan pasangan. Jangan sampai kamu hanya diam dan memendam hingga akhirnya menjadi bom waktu dan meledak suatu ketika.

    Permasalahan kecil yang segera dikomunikasikan akan lebih mudah terselesaikan. Namun jika sudah menjadi permasalahan kompleks, maka penyelesaiannya akan semakin rumit. Terlebih banyak orang terlibat dalam masalah tersebut.

    Sebagai contoh suami terlambat 2 jam menjemputmu di stasiun. Segera tanyakan kepada suami mengapa ia terlambat. Kemudian maafkanlah kesalahan suamimu dan lupakan rasa lelah dan sebal karena lama menunggu.

  2. Usahakan Anak Tak Mengetahuinya

    Meskipun kamu dan pasangan sedang berkonflik hebat, jangan sampai anak mengetahuinya. Bersandiwaralah saat berada di depan anak-anak seperti tidak terjadi apa-apa. Sebisa mungkin selesaikan konflik di kamar dan hanya berdua.

    Jika anak mengetahui orang tuanya sedang bertengkar, maka itu akan merusak keceriaan masa kecilnya. Selain itu kredibilitas orang tua di mata mereka akan hancur.

    Bisa jadi mereka menganggap bahwa orang tua mereka bukanlah orang tua yang baik karena sering marah-marah satu sama lain.

  3. Jangan Mengungkit Kesalahan Pasangan di Masa Lalu

    Manusia adalah tempat salah dan lupa. Tak ada manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan di dunia ini. Begitu juga dengan pasanganmu. Dia bukanlah manusia sempurna.

    Sebagai contoh dalam kasus menunggu diatas. Suatu hari gantian kamu yang melakukan kesalahan dan membuat suamimu lama menunggu. Kemudian suami menyatakan kekecewaannya padamu.

    Kamu jangan lantas menjawab, “Halah dulu aku juga pernah menunggu mas sampai lama, 2 jam malahan. Ini aku hanya telat 1 jam.”

    Mengungkit kesalahan pasangan di masa lalu hanya memuaskan hatimu tanpa menyelesaikan masalah. Selain itu pasanganmu akan tersinggung dan sakit hati.

    Sekelam apapun kesalahan pasangan di masa lalu, lupakan dan jangan mengungkit-ungkitnya kembali. Hal ini sama halnya dengan menorehkan luka lama yang telah mengering.

  4. Manajemen Emosi

    Ingatlah bahwa komunikasi yang kamu jalin dengan pasanganmu adalah dalam rangka menemukan solusi dari permasalahan yang kalian hadapi. Bukan sekedar memuaskan nafsu amarah yang tidak akan pernah ada habisnya.

    Oleh karena itu, manajemen emosi adalah hal yang penting untuk dilakukan. Kendalikan dirimu untuk tidak mengeluarkan kata-kata yang menyakiti pasangan, terlebih menyakiti fisiknya.

  5. Berjiwa Besarlah

    Mengawali meminta maaf kepada pasangan memang bukan sesuatu yang mudah. Terlebih saat kamu merasa bahwa pasanganmulah yang sebenarnya bersalah.

    Namun percayalah, bahwa berjiwa besar akan semakin memancarkan kecantikan hatimu. Siapa tau meskipun pasanganmu yang melakukan kesalahan, namun kamu ikut menyiramkan minyak di atas bara api. Jadi kalian sama-sama bersalah.

    Lebih dari itu, pasanganmu akan semakin mencintaimu dan merasa bahwa dia telah beruntung memilikimu.

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk