Lina el Qahthany, Gadis Bercadar yang Meraih Penghargaan Khusus ISC Arab 2014

Saudi Arabia, MuslimahZone.com – Sebuah unit kegiatan mahasiswi Fakultas Syari’ah Umm Al Qura University (UQU) yang bernama Nadi Shari’aty Hayaty (Forum Syari’ahku Kehidupanku), menggelar sebuah rangkaian kegiatan “Jalan Menuju Sukses” pada hari Rabu, 4 Safar 1436 H bertepatan dengan tanggal 26 November 2014.

Kegiatan berupa talk show yang berlangsung selama dua hari ini merupakan kegiatan yang cukup menyedot perhatian masyarakat kampus putri Umm Al Qura University.

Adalah Lina el Qahthany, seorang mahasiswi persiapan Fakultas Kedokteran (UQU) yang beberapa pekan terakhir ini menjadi bahan perbincangan di tengah-tengah masyarakat Saudi Arabia.

Namanya sempat menjadi tranding topic di Twitterland dengan tagar لينا_القحطاني# . Hal ini disebabkan prestasi Lina el Qahthany yang berhasil meraih prestasi dengan penghargaan khusus dalam ajang Intel Science Competition for the Arab World (ISC Arab 2014) yang diselenggarakan di Ibukota Qatar, Doha. Kompetisi ini berlangsung dari tanggal 9-11 November 2014.

Tentu saja ini mengundang decak kagum terhadap Lina el Qahthany yang mengalir dari semua kalangan. Bukan hanya karena penemuannya “Basmah el Kimiyaiyah” (Sidik Kimiawi) yang dapat mengalahkan 100 peserta ISC Arab 2014 yang berasal dari delapan Negara bagian Jazirah Arabiyah. Namun karena keteguhannya dalam menjadikan hijab sempurnanya menghiasi dirinya.

“Bukan kebanggaan bahwa putri Makkah yang baru berusia 17 tahun meraih penghargaan bergengsi dari ajang ISC Arab 2014. Juga bukan kebanggaan bahwa ia dapat mengharumkan nama Saudi di dunia internasional. Namun yang membuat kami bangga adalah karena Lina el Qahthany dengan percaya diri telah bangga terhadap bendera tauhid yang selama ini banyak diidentikkan dengan bendera yang mengundang pembunuhan dan peperangan. Ia bangga dengan hijabnya sebelum ia bangga dengan prestasi ilmiah yang diraihnya,” tulis Ahmad el Rukban di Sabq Online Newspaper seperti dilansir Hidayatullah.com, Kamis (27/11/2014).

Talk show tersebut berlangsung di Auditorium Syeikh Ibrahim el Juvaly di gedung ba’ lantai tiga. Acara ini dikomandoi oleh Dr. ‘Awatef Husein di dampingi oleh Dekan Fakultas Syari’ah, Dr. Afnan el Tilmisany.

Peserta yang hadir cukup banyak. Auditorium dengan kapasitas 100 orang itu membludak hingga mencapai 400 mahasiswi yang hadir. Mereka yang tidak mendapatkan tempat duduk bahkan merelakan diri duduk di tanah.

“Allah akan mengangkat siapapun yang berpegang teguh dengan hijabnya, karena hijab adalah kewajiban bagi kita sebagai muslimah. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh yang mengapresiasi dan menunjukkan rasa bangganya. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat kita masih mendenyutkan kebaikan dengan kemuliaan ideologinya. Sebagaimana saya bersyukur dengan taufiq dari Allah, saya berpegang teguh dengan perintah-Nya, ini adalah wajib bagi saya melaksanakannya. Hal ini memiliki pengaruh yang tidak kecil bagi kepercayaan diri saya; karena hal ini merupakan perintah dari Allah. Setelah diumumkan kemenangan saya, saya melangkah dengan penuh percaya diri dan bangga. Saya bukanlah satu-satunya yang dapat melakukan peran ini. Hijab sama sekali bukan penghambat, bahkan ia pendorong bagi perempuan untuk berprestasi dengan bebas. Inilah kebebasan perempuan yang sesungguhnya itu!,” gugah Lina el Qahthany disambut gemuruh takbir hadirin.

“Ketaatan kepada Allah telah menjadikan prestasi Lina el Qahthany berkah,” ujar Dr. Afnan el Tilmisany sebelum ia membeberkan beberapa penghargaan dan apresiasi dari masyarakat Saudi Arabia. Disampaikan melalui akun twitternya, atlet dan pengusaha Yazid el Rajhi juga mengicaukan bahwa 100 ribu riyal akan diberikan kepada Lina el Qahthany untuk membiayai penelitian dan penemuan selanjutnya.

Pada tanggal 25 Muharram 1436 H, dua apresiasi sekaligus datang dari Channel Televisi el Majd dan pimpinan UQU Dr. Bakri bin Ma’tuq ‘Assas, masing-masing memberikan Lina berupa 50 ribu riyal untuk membiayai penelitiannya.

Atas prestasi ini, Lina mendapat bantuan dari para muhsinin dengan total  nilai 200 riyal atau setara dengan Rp. 600 juta.

Sekedar catatan, Lina adalah seorang hafidzah (penghafal Al-Quran) yang telah menyelesaikan hafalannya di usia 12 tahun. Subhanallah.

“Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku, dan janganlah menyiksaku dengan perkataan mereka!” Lina el Qahthany mengakhiri kalimatnya saat penutupan talk show hari ini.

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk