Lebih Lezat Cilok Buatan Sendiri

MuslimahZone.com – Bagi orang Sunda, mungkin sudah terbiasa dengan makanan bulat yang satu ini. Berbahan utama tepung tapioka dan tepung terigu, makanan ini menjadi salah satu alternatif jajanan terutama bagi anak-anak di Sekolah Dasar. Rasanya yang kenyal apalagi jika ditambah isi yang enak, membuatnya tidak hanya jadi makanan favorit anak-anak, tapi juga orang dewasa.

Namun masalahnya, kita tidak pernah tahu bagaimana proses pembuatan cilok yang sering dijual keliling oleh para pedagang. Ada yang tidak higienis, menggunakan bahan yang tidak thayib atau kadang rasa yang seadanya, namanya juga jajanan anak-anak, walaupun mungkin tidak semuanya seperti itu.

Karena itu, bukankah lebih baik kita coba membuatnya sendiri? Selain lebih aman dari sisi kesehatan, rasanya juga bisa lebih maksimal. Setelah melakukan berbagai pencarian dan eksperiman, ditambah rekomendasi seorang teman, saya menemukan resep yang cocok untuk membuat cilok dengan sensasi rasa yang berbeda. Dari resep asli, saya modifikasi sedikit supaya lebih mudah dan bahannya lebih sederhana. Berikut resepnya:

Bahan cilok:
– 250 ml air (pakai air kaldu lebih enak)
– 4 siung bawang putih dihaluskan
– 2 – 3  sendok teh garam
– 1 1/2 sendok teh merica bubuk
– 125 gram tepung terigu serba guna

– 1 atau 2 butir telur
– 200 gram tepung tapioka/sagu/kanji
– Daun bawang rajang sehalus mungkin, banyaknya sesuai selera
Cara membuat:
Siapkan panci anti lengket, masukkan air, garam, bawang putih dan merica. Rebus dengan api sedang hingga air kaldu mendidih. Matikan api. Masukkan tepung terigu, aduk cepat dengan spatula kayu hingga menjadi adonan padat dan menggumpal, tidak lagi menempel di panci. Hidupkan kompor dan masak lagi dengan menggunakan api kecil selama 1 menit sambil diaduk-aduk. Angkat dan lebarkan adonan di panci agar mudah dingin. Diamkan adonan agar tidak panas lagi, supaya telur tidak matang saat kita masukkan ke dalamnya. Tes suhunya dengan ujung jari kelingking anda, jika jari terasa nyaman walau adonan masih hangat maka adonan telah siap.Masukkan telur, daun bawang dan tepung tepung tapioka. Aduk dengan spatula hingga tercampur kemudian uleni adonan dengan jemari tangan anda. Adonan luwes tidak terlalu lengket. Namun, jika memang terasa lengket, celupkan tangan anda ke dalam tepung tapioka dan lanjutkan menguleni hingga kalis. Jika masih lengket juga, saya biasa menambahkan sedikit lagi tepung tapiokanya.

Dengan tangan yang dilumuri dengan sedikit tepung, ambil sekitar 1 sendok teh adonan. Bulatkan dengan menggelindingkannya di telapak tangan. Lakukan hingga adonan habis.

Siapkan panci, beri air agak banyak dan rebus hingga air mendidih. Masukkan butiran cilok dan rebus hingga cilok mengapung di permukaan panci dan ukurannya menjadi membesar. Ambil cilok yang mengapung dengan saringan/serokan kawat. Sampai tahap ini sebenarnya cilok sudah matang. Namun, jika mau tekstur lebih kering seperti tampilan mpek-mpek, kita bisa mengukusnya sebentar.

Angkat dan cilok siap disantap dengan bumbu sesuai selera. Ada yang mencampurnya dengan bumbu rujak, bumbu kacang atau cukup dengan saus cabe.

Saya sendiri, biasanya mencampur dengan bumbu kacang sederhana yang terbuat dari kacang tanah yang digoreng, cabe, garam, sedikit gula merah. Haluskan, masak sebentar. Jadi deh. Cilok ini juga bisa dikreasikan dengan isi, seperti daging, abon atau keju. Penyajiannya juga bisa sesuai selera.

Selamat mencoba resepnya. Jika kurang sempurna bisa dicoba lagi sampai menemukan rasa yang pas.

(fauziya/muslimahzone.com)

 

Leave a Reply

Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
Pesta Seks Bukan Nikmat Terbesar di Surga
Secular Radicalism, The Real Blasphemy
Biasakanlah Anak Minta Izin Ketika Masuk Kamar Orangtua
Meraih Sifat Qana’ah
Curahan Hati Petani
Babak Final Perjuangan Islam
Akhir Hidup Para Tiran
Jangan Sembarangan Menuduh Muslimah Sebagai Pelacur !
Nasehat Tere Liye Seputar Jodoh
Ketika Istri Marah
Mengukur Kembali Rasa Cinta
Agar Bahagia, Sesuaikan Harapan Pernikahan Anda
Mengapa Ayah Lebih Sabar daripada Ibu
Belajar Matematika Untuk Anak Usia Dini, Apa Dulu yang Diajarkan?
Pameran Kehebatan Anak
Apakah Pembicara Parenting Tak pernah Bermasalah dengan Anaknya?
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Mengenal Ulama Hadits Syu’bah bin Al-Hajjaj
Abdurrahman bin Auf ‘Manusia Bertangan Emas’
Ketika Bayi Menendang Perut Ibu
Menikmati Pengalaman Sebagai Ibu Menyusui
Dibalik Ketenaran Blewah di Bulan Ramadhan
Tetap Sehat Berpuasa Ketika Hamil
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Tips Merebus Telur yang Baik
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk