Lauren Booth, Ketika Mata dan Telinga Merubah Sendiri Apa yang Dilihat dan Didengarnya

MuslimahZone.com – Bulan ini, saya kembali ingat tentang gempa yang dapat terjadi dalam diri orang-orang yang dibimbing Allah ke jalan iman.

Saya bertemu dengan seorang presenter TV berbakat dan cantik. Ia bekerja dalam layar Bollywood. Wanita ini sering difoto dengan tampilan yang berani, pakaian yang terbuka lengkap dengan gaya rambut dan makeup yang dramatis. Dia juga mengatakan kepada saya bahwa musik telah dan selalu menjadi ‘hidupnya’.

Tiba-tiba, sekitar setahun yang lalu pada puncak ketenaran (yang telah begitu sengaja ia cari), pandangannya tentang dunia mulai berubah. Dan yang lebih mengejutkan, pendengarannya tentang dunia juga mulai berubah.

 

Apa yang yang saya maksud dengan pandangan dan pendengarannya berubah?

 

Nostalgia Jalan Suram

Salwa (nama sengaja diubah untuk privasi) dengan emosional mengatakan kepada saya melalui telepon bahwa minggu ini ia telah pergi ke konser Bollywood. Beberapa nama terkenal Bollywood hadir – dan ia telah diberi tiket VIP gratis. Namun pada saat itu ada yang jauh lebih mendebarkan dari ketenaranya sendiri, dan lebih nikmat ketimbang menikmati kehadiran para selebriti di sekelilingnya (seperti yang selalu ia lakukan). Alih-alih bergabung dengan kerumunan pria dan wanita Asia tersebut, Salwa malah ingin melarikan diri dari tempat itu. Dia ingin berlari pulang dan meringkuk, dalam diam, dengan Quran.

“Apa yang salah dengan saya?”

Dia bertanya, menahan air mata terkejut.

“Seharusnya aku mencintai konser ini dan merasa gembira dengan kehadiran orang-orang terkenal. Sebaliknya aku malah pulang, shalat dan duduk untuk membaca Al-Quran. Apakah saya gila? “

Salwa mengingatkan saya pada gadis muda yang tinggal bersama saya tahun lalu. Enam bulan setelah mengucapkan syahadat, ia pergi ke sebuah klub malam pada Malam Tahun Baru. Saat itu ia bilang hendak mencari ‘sedikit normalitas’ yang dia maksud rasa kehidupan lamanya.

Dia pulang dengan keadaan terguncang.

Segala hal tentang obat-obatan di klub menjadi jelas baginya kala itu. Setiap gadis muda putus asa di dalam klub yang sedang mencari kasih sayang pria untuk ‘mengisi kekosongan dalam hidupnya’ membutnya sedih. Bau alkohol yang menyengat hidungnya membuatnya merasa sakit. Musik – drum dan bass, industri tempat ia bekerja pada beberapa bulan sebelumnya – telah membuatnya pusing dan sedikit takut.

“Saya pikir akan menyenangkan.”

Dia mengatakan kepada saya, “Tapi rasanya seperti berada di neraka.”

Subhanallah! Hidayah ada sekitar kita! Kehendak Allah sangat kuat, bahwa ketika seseorang disentuh dengan kesadaran Islam, naluri kita untuk berbuat maksiat, untuk mencari kenikmatan dunia, hilang seketika.

Berjalan Mendekati Allah

Banyak mualaf melalui periode yang luar biasa, dan ya, periode ‘diganggu’, yakni ketika anggota badan dan indera, bereaksi dengan sendirinya dari nafs.

Tuhan Yang Maha Penyayang memberitahu kita dalam sebuah hadits suci:

“Siapa pun yang memiliki permusuhan dengan waliKu, Aku menyatakan perang kepadanya.
Hamba-Ku tidaklah mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada ibadah-ibadah wajib yang telah dikenakan pada dia, dan hamba-Ku terus mendekat kepada Ku dengan ibadah-ibadah sunnah sehingga aku mencintainya.
Dan ketika Aku mencintainya, aku pendengarannya yang dengannya ia mendengar, melihat nya dengan yang ia melihat, tangannya yang dengannya ia memukul, dan kakinya yang dengannya ia berjalan. Jika dia meminta kepada Ku, Aku pasti akan memberinya, dan jika ia memohon kepada-Ku perlindungan, Aku pasti akan memberinya.”(Al-Bukhari)

Apakah mungkin untuk mendekat kepada Allah bahkan sebelum Anda shalat, bahkan sebelum mengetahui tentang perbuatan yang diridhaiNya? Itu adalah tugas mereka yang memiliki pengetahuan yang mendalam tentang agama Islam untuk menjelaskan. Dan tentu saja Allah dapat melakukan apapun yang Ia inginkan terhadap ciptaan-Nya.

Ketika touring ke Inggris dan Amerika Serikat, saya bertemu dengan banyak imam, pada daerah di mana yang mengucapkan shahadat bertambah lebih cepat dari biasanya bahwa hal yang sama juga diceritakan oleh para mualaf kepada mereka (bahwa mereka melalui masa luar biasa itu).

Pada periode ‘gangguan’ yang diberkahi tersebut (di mana mereka tidak memiliki kontrol apapun) sebagian orang merasa kaki mereka mengarahkan mereka jauh dari bar, tempat dansa, atau konser kumuh.  Yang lain lagi mengalami mata mereka mencari kesederhanaan, tenang dan lingkungan yang terhormat. Sebagian merasa telinga mereka mencari Quran di atas semua suara lain di dunia.

Allah, Yang Mahakuasa mengatakan:
Wahai (Muhammad), beritahu mereka, “Aku tidak mengatakan kepadamu bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan aku tidak mengetahui yang gaib dan aku tidak (pula) engatakan kepadamu bahwa aku malaikat. Saya hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku (dari Allah). Katakanlah kepada mereka, “Apakah orang buta dan melihat sama?” Apakah kamu tidak memikirkannya?” (Al-An’am 6: 50)

Ini memang sebuah karunia. Namun, untuk Salwa dan lain-lain juga merupakan waktu kebingungan. “Apakah aku gila?” Dia bertanya?
Aku bisa mendengar seluruh tubuhnya gemetar, melalui saluran telepon.
“Apa yang salah dengan saya? Bagaimana bisa telinga Anda mengubah pendengaran sendiri atau mata Anda mengubah apa yang dilihat dengan sendirinya? “

Pada bulan September 2010, saya terbang pulang dari Timur Tengah. Saat pesawat datang ke Heathrow, banyak wanita Muslim dalam penerbangan itu melepas hijab mereka. Sebuah fakta yang menyedihkan. Dan saat itu saya memakai syal untuk menghormati masyarakat yang telah saya kunjungi (saya belum Muslim pada waktu itu). Saya meletakkan tangan saya ke atas untuk melepaskan syal saya. Dan kedua tangan saya  kembali ke pangkuan saya dengan kosong. Saya mencoba lagi. Tapi tangan saya dengan ringannya tak mau mencopot syal itu. Saya, terus terang saja, benar-benar panik. Seperti Salwa, saya pikir “Apakah saya gila? Apakah saya kehilangan pikiran saya?”. Keesokan harinya, saya menemukan saya tidak bisa meninggalkan rumah tanpa syal. Saya tiba-tiba merasa telanjang tanpa hijab.

 

Menyebarkan Harapan
Sebagai Muslim-muslim baru yang sedang berperang dengan tantangan spiritual, yang sedang merasakan kegembiraan yang sangat dan sedang  mere-evaluasi total dunianya, apa yang bisa kita lakukan untuk membantu?

Saudara dan saudari baru kita itu mungkin terlihat aneh dan tidak nyaman untuk kita. Coba tebak mengapa? Tidak lain karena mereka merasa  aneh di tubuh mereka sendiri.

Jadi mari cadangkan senyum untuk mereka yang ‘aneh’ itu, lihatlah saudari atau saudara baru Anda itu ketika di masjid, orang yang tidak tahu bagaimana tangan mereka bergerak ketika shalat. Mungkin juga Anda bisa menyapa mereka dengan kata lembut atau ucapan salam.

 

Lauren Booth adalah  seorang jurnalis lepas, penyiar, dan aktivis kemanusiaan. Serial TV bergenre ground breaking  besutannya berjudul  ‘Remember Palestine’ dan ‘Diaspora’ telah mengungkapkan kebenaran-kebenaran baru tentang Pendudukan Palestina. Booth kerap berbicara di konferensi internasional tentang Islam di abad ke-21 dan isu-isu tentang perempuan.
 
Dia adalah Ketua dan Co-Founder Peace Trail dan Patron of Cage Prisoner. Booth saat ini sedang menulis sebuah otobiografi tajamnya yang diberi judul “Journey to Islam.” Dia dapat dihubungi melalui Twitter-nya: LaurenBoothUK atau FB: Official.Lauren.Booth.

Sumber: onislam.net

(esqiel/muslimahzone.com)

Komentar Anda

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Menikah Muda Why Not ?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Anak-anak dan Membaca
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Wanita Muslimah yang Tangguh
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Tips Kecantikan ala Aisyah Istri Nabi
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk