Korban Ketampanan

Muslimahzone.com – Dia memaksa saya meluangkan waktu untuknya. Saya galau dalam lima tahun pernikahan yang tidak membahagiakan, saya ingin mendapat pencerahan dari Ustadz, begitu alasannya lewat SMS. Dan kamipun bertemu di kantor untuk melakukan sesi konsultasi beberapa hari setelahnya. Dua jam yang melelahkan sebab dia hampir tidak memberi saya waktu untuk bicara. Dia memborong waktu dan menghabiskannya untuk sebuah kisah sedih yang menyiksa batinnya. Seorang wanita di awal tigapuluhan yang kecewa dengan pernikahannya.

Lima tahun yang lalu dia berjumpa dengan laki-laki itu, di Papua, pulau paling timur di nusantara. Memesona dengan senyum menggoda dalam balutan wajah tampan dan tubuh yang tegap. Tipikal tubuh prajurit negara yang telah berlatih bertahun-tahun untuk itu. Kegagahan itulah yang meluluhkan hatinya dan membuatnya yakin akan bahagia yang kelak akan diraihnya bersama sang pujaan. Penolakan seluruh keluarganya bahkan tidak menyurutkan langkahnya menjalani hidup bersama laki-laki itu.

Aku ingin agar engkau menikah dengan orang yang faham agama, kata kakak laki-lakinya. Aku bahkan sudah punya calon seorang Ustadz untukmu, lanjutnya memberi penjelasan. Namun hatinya telah memilih. Akal sehatnya dibutakan cinta sebab bersatu dengan syahwat akan keindahan raga. Dan saat pernikahan itu terjadi, terlihat jelas kecewa membias di wajah kakak laki-lakinya.

Awal pernikahan yang mambahagiakan, katanya melanjutkan. Suami yang perhatian, anak pertama yang dilahirkan, hingga keaktifan suami di kajian-kajian keislaman. Kini, dia bisa tegak menatap wajah kakaknya, sebab kekhawatiran itu tidak terbukti. Dia bahagia pada level jauh di atas rata-rata. Dia sangat bersyukur bisa menikmati hidup bersama laki-laki yang nyaris sempurna di matanya.

Hingga kepindahan dinas suami ke Jawa membawanya jauh meninggalkan tanah kelahirannya. Tanpa handai taulan, murni hanya suami yang kini menjadi saudara dekatnya. Hal yang tidak merisaukan hati jika menilik sikap suaminya selama ini. Maka dia rela sepenuh jiwa mengikuti kepulangan suami ke tanah leluhurnya. Lagipula siapa yang tidak ingin pergi ke Jawa?

Namun madu itu tidak lama dicecapnya. Berubah rasa menjadi pahit yang mulai meracuni jiwanya. Mulai dari ketidaksetujuan hampir seluruh keluarga suami atas pernikahan mereka, terutama sang ibu mertua, hingga sikap suami yang mulai berbeda. Jarang pulang ke rumah dan gampang marah, serta hampir tidak pernah menghadiri kajian keislaman. Dia mulai panik sebab suami tidak bisa lagi menjadi pelindung. Bahkan acapkali berada dalam satu barisan bersama keluarga besarnya untuk menyudutkannya.

Menghadapi ibu mertua yang menginginkan menantu pegawai negeri dan terang-terang menunjukkan penolakan atas kehadirannya sebagai menantu, jelas bukan hal mudah untuk dijalani. Belum lagi suami yang mulai jarang memberi uang belanja dan menuntutnya untuk merubah penampilan agar terlihat cantik dan berkelas. Dan itu, menurut suaminya adalah dengan melepaskan jilbab yang dikenakannya selama ini. Astaghfirullah, ucapnya lirih.

Semua kekalutan ini ternyata belum berakhir. Hatinya yang seringkali gelisah akhirnya menemukan jawaban; suaminya berselingkuh dengan pemilik salon kecantikan dan sudah berjalan selama dua tahun. Dia shock mendengar pengakuan tanpa rasa bersalah itu. Ditambah wajah sinis suami saat membandingkannya dengan perempuan lacur itu, serta ditutup dengan kalimat menyakitkan, aku sebenarnya terpaksa menikahimu! Amboi, bumi bergetar dan jiwanya terhempas karena dicampakkan demikian hina. Berkali-kali dia mengucap istighfar!
Saya galau Ustadz, sebab hati saya hancur berkeping-keping menrasakan rumah tangga seperti ini.

Wajah tampan itu kini sangat menakutkan, seringainya membuatnya gemetar dan berkeringat dingin. Sedang tubuh suami yang tegap, seringkali dijadikan alasan meyombongkan diri bahwa mudah baginya mendapatkan pengganti. Wanita ini menangis menceritakan kisahnya. Sesal yang menyesakkan jiwa sebab dia tak tahu harus berbuat apa. Bayangan wajah kakak laki-lakinya membuatnya semakin merasa bersalah. Saya bingung Ustadz, katanya kemudian.

Saya bisa merasakan kepedihan hatinya sebagaimana saya bisa mengerti kegalauan jiwanya. Namun jujur, ini bikanlah yang pertama bagi saya. Berpuluh bahkan beratus kisah serupa yang terus berulang sebab mengabaikan arahan agama saat memilih pasangan hidup.

Sebab pernikahan bukanlah pertemuan ketampanan dan kekayaan bersama kecantikan dan kemolekan tubuh. Pernikahan memuat sejumlah misi suci pembangunan peradaban yang meniscayakan bekal ilmu yang memadai dan iman yang kuat. Agar ia tidak jatuh menjadi perilaku binatang yang hanya memuaskan syahwat seksual dan hasrat akan makan minum dan berbilangnya harta.

Karena pernikahan samara adalah mempertemukan iman dan tanggung jawab. Tapi tetap saja kebanyakan dari para wanita itu tidak mau mengerti.

Oleh: Ustadz Tri Asmoro

Sumber: arrisalah.net

(zafaran/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
Pesta Seks Bukan Nikmat Terbesar di Surga
Secular Radicalism, The Real Blasphemy
Biasakanlah Anak Minta Izin Ketika Masuk Kamar Orangtua
Meraih Sifat Qana’ah
Curahan Hati Petani
Babak Final Perjuangan Islam
Akhir Hidup Para Tiran
Jangan Sembarangan Menuduh Muslimah Sebagai Pelacur !
Nasehat Tere Liye Seputar Jodoh
Ketika Istri Marah
Mengukur Kembali Rasa Cinta
Agar Bahagia, Sesuaikan Harapan Pernikahan Anda
Mengapa Ayah Lebih Sabar daripada Ibu
Belajar Matematika Untuk Anak Usia Dini, Apa Dulu yang Diajarkan?
Pameran Kehebatan Anak
Apakah Pembicara Parenting Tak pernah Bermasalah dengan Anaknya?
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Mengenal Ulama Hadits Syu’bah bin Al-Hajjaj
Abdurrahman bin Auf ‘Manusia Bertangan Emas’
Ketika Bayi Menendang Perut Ibu
Menikmati Pengalaman Sebagai Ibu Menyusui
Dibalik Ketenaran Blewah di Bulan Ramadhan
Tetap Sehat Berpuasa Ketika Hamil
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Tips Merebus Telur yang Baik
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk