Kita Bisa Menjegal Langkah Zionis

Muslimahzone.com – Salah satu hal yang tak pernah jauh dari kehidupan wanita adalah belanja. Belanja memang menyenangkan, beberapa orang menjadikan aktifitas belanja sebagai cara melarikan diri dari kehidupan nyata. dengan belanja semua jadi terlupa, lupa punya utang, lupa blm bayar tagihan, lupa semuanya…yang ada adalah sensasi nikmatnya belanja. 

Menikmati etalase bercahaya dengan barang-barang yang semua tampak mempesona. bahkan belanja sayur pun jauh lebih menyenangkan jika dilakukan di mall dibandingkan hanya di depan rumah saat bertemu tukang sayur.

Tapi sadarkah kita, bahwa dengan belanja kita bisa melakukan sesuatu untuk menunjukkan rasa cinta kita pada saudara-saudara kita yang kini sedang terdzolimi.

Melihat aksi biadab gempuran Israel terhadap saudara kita di Palestina selalu tak ada habisnya membuat air mata menangis. Terus berulang menjadi siklus kejahatan kemanusiaan tanpa akhir. Gambar-gambar bayi terluka karena hantaman rudal, wajah-wajah tak berdosa yang satu demi satu membeku, menghiasi halaman demi halaman media massa, dalam status teman-teman kita, dalam file-file berita peperangan. Seolah tak berhenti.

Sering kali kita terenyuh, membayangkan jika seandainya gambar jenazah yang berjatuhan adalah wajah-wajah yang kita kenal. Wajah anak kita, ibu kita, saudara perempuan kita. Apakah benar kita hanya bisa meratap dan cukup membantu dengan doa?.

Saudariku, sungguh…pada dasarnya peluru, senjata, rudal, dan bom-bom yang digempurkan para musuh Allah itu berasal dari tempat yang tak jauh dari kita. Sadarkah kita, bahwa tanpa sepengetahuan kita, tanpa kita sadari, kita kerap kali ‘menyumbangkan’ harta kita untuk membantu membunuhi saudara kita sendiri.

Saudariku, banyak wacana tentang boykot produk zionis dianggap naif dan tidak relevanm masihkah kita menganggap demikian?. Berapa banyak perusahaan zionis yang telah menggurita hingga ke penjuru dunia, termasuk Indonesia. Perusahaan-perusahaan tersebut menjual barang-barang yang memang pada dasarnya mubah untuk kita beli, namun tahukah kita, bahwa sebagian dari keuntungan yang diperoleh dari penjualan itu diberikan pada kepentingan untuk membunuhi saudara-saudara kita di Palestina, Afganistan, Suriah, bahkan di negeri kaum muslim yang tampak aman damai tentram pun, pada dasarnya kita telah digempur dengan rudal budaya ala freemason zionis.

Semua untuk apa? Untuk menumbangkan kaum Muslim, untuk memperlemah akidah Ummat, untuk mempreteli satu demi satu negeri Muslim agar Islam tak bisa kembali berjaya. Tapi Allah maha berkuasa, yakinlah pada janji Allah dan Rasul Nya pada bagaimanapun islam akan kembali bangkit dan menguasai dunia.

Sungguh, ini bukan skenario yang dirancang dalam satu malam. Skenario ini adalah rancangan sejak ratusan tahun hingga di akhir zaman kelak dimana dajjal akan bangkit, begitu pula dengan Islam.

Saudariku, boikot bukanlah hal yang sia-sia. Hampir sembilan puluh persen perusahaan di Indonesia adalah anak perusahaan zionis. Sadarkah kita bahwa ketika kita membeli bedak, sabun cuci piring, bumbu masak, tepung terigu, kecap, shampo, bahkan air putih pun, semua itu menyumbang rupiah demi rupiah untuk memperbanyak jumlah jenazah saudara kita sendiri?.

Kita tak hanya bisa berdoa, kita tak hanya mampu merespon gambar-gambar penjajahan itu dengan meratap dan menangis. Ada yang bisa kita lakukan. Kecil tapi sungguh itu sangat berarti. Ingatlah, bahwa setiap perbuatan itu tergantung niatnya. Maka ketika kita melakukan aksi boikot dengan niat membantu perjuangan saudara kita yang terjajah, InsyaAllah, Allah yang Maha Tahu, Maha Melihat, akan menilai nya sebagai ibadah.

Bukankah Rasulullah pun bersabda, “Tidaklah seseorang diantara kalian dikatakan beriman, hingga dia mencintai sesuatu bagi saudaranya sebagaimana dia mencintai sesuatu bagi dirinya sendiri.”.

Dimana rasa keimanan itu, dimana rasa cinta kita, ketika kita masih bisa menikmati hidup tanpa memperdulikan penderitaan saudara kita.

Dalam hadist lain juga ditegaskan bahwa “Orang-orang mukmin itu ibarat satu jasad, apabila satu anggota badan sakit, maka seluruh jasad turut merasakan sakit dengan demam dan tidak dapat tidur.” (HR. Muslim).

Marilah kita merenung, sudahkah kita benar-benar mendoakan saudara kita, peduli pada mereka, meringankan beban mereka. Dengan apa? Berjuang kesana pun tak punya nyali, hujat menghujatpun tak seolah tak didengarkan.

Saudariku, dengan boikot pada dasarnya bahkan tak mengurangi sepeserpun dari harta yang kita miliki. Tak sepeserpun! Kita hanya mengalihkan dana belanja itu pada produk lain. Bayangkan, dengan boikot kita telah mengurangi keuntungan perusahaan zionis beberapa persen. Seandainya seluruh ummat Islam di dunia melakukan boikot tentu bisa dibayangkan bagaimana keadaan perusahaan tersebut yang hanya tinggal menanti hari kebangkrutan.

Mulai sekarang, mari kita niatkan setiap uang yang kita belanjakan untuk membantu saudara kita di belahan dunia lain. Alihkan dana kita pada produk lain. Sebelum membeli, selalu perhatikan nama perusahaan dari produk tersebut. Banyak barang, ribuan bahkan mungkin jutaan merk yang tersebar di pasaran adalah produk zionis. Mulai dari sabun cuci piring, sabung mandi, odol, shampo, roti, makanan ringan jajanan anak-anak kita, permen, susu, popok, hampir semua produk.

Tiga langkah singkat dan cerdas bagi para muslimah ketika berbelanja: biasakan membaca sebelum membeli: cek tanda halalnya, cek nama perusahaan induknya, cek labelnya.

Pastikan apa yang ada di rumah kita adalah bukan produk dari perusahaan yang akan menguntungkan zionis, yang akan melanggengkan penjajahan terhadap kaum Muslim.

Berjuang dari rumah, siapa bilang tak bisa?.  Tak hanya dengan doa tetapi juga dengan aksi nyata.

Mari, bersama kita jegal langkah zionisme dengan boikot!

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Tips Kecantikan ala Aisyah Istri Nabi
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk