Kisah Muslimah Gorontalo: Air Mata Perpisahan (Bag 2 – Habis)

MuslimahZone.comAwal kisah ini adalah tentang keterpaksaan Mariani untuk menikah dengan Arfan. Pernikahan tersebut agak dipaksakan karena sebelumnya Mariani sudah memiliki pacar yang sangat ia cintai. Karena menurut dengan kemauan orangtuanya, Mariani menikah dengan Arfan. Sehari sebelum pernikahan Arfan sempat mengetahui keadaan Mariani yang hatinya sudah terpaut dengan pacaranya. Arfan merasa berada pada posisi yang salah karena harus menikah dengan orang yang sebetulnya tidak mencintainya. Hari-hari pernikahan mereka baik-baik saja. Hanya satu masalah mengganggu pikiran Mariani. Arfan tidak pernah menyentuh dia selayaknya suami-istri. Bahkan Arfan belum pernah menggauli (bersetubuh/ jima’) Mariani.

 Pada suatu malam, Arfan sakit. Mariani bingung bagaimana harus memperlakukan suaminya yang selalu bersikap dingin kepadanya. Mariani melanjutkan kisahnya:

 Malam itu aku tidur dalam kegelisahan, aku tak bisa tidur mendengar hembusan nafasnya yang seolah sesak, kudengar Kak Arfanpun sering mengigau kecil, mungkin karena suhu panasnya yang tinggi sehingga ia selalu mengigau, sementara malam begitu dingin diserta hujan yang sanagt deras dan angin yang bertiup kencang..kasihan Kak Arfan, pasti dia sangat kedinginan saat ini, perlahan aku bangun dari pembaringan dan menatapnya yang sedang tertidur pulas, kupasangkan selimutnya yang sudah menjulur keKakinya, ingin sekali aku merebahkan diriku disampingnya atau sekedar mengompresnya, tapi aku tak tahu bagaimana harus memulainya, hingga akhirnya aku tak kuasa menahan keinginan hatiku untuk mendekatkan tanganku dedahinya untuk meraba suhu panas tubuhnya, tapi baru beberapa detik tanganku menyentuh kulit dahinya, Kak Arfan terbangun dan langsung duduk agak menjauh dariku sambil berujar:

 ”Afwan Dek, kau belum tidur? kenapa ada dibawah? nanti kau kedinginan? ayo naik lagi keranjangmu dan tidur lagi, nanti besok kau capek dan jatuh sakit?” Pinta Kak Arfan padaku, hatiku miris saat mendengar semua itu, dadaku sesak, mengapa Kak Arfan selalu dingin padaku , apakah dia menganggap aku orang lain, apa dihatinya tak ada cinta sama sekali untukku, tanpa kusadari air mataku menetes sambil menahan isak yang ingin sekali kulapkan dengan teriakan, hingga akhirnya gemuruh dihatiku tak bisa kubendung juga.

 ”Afwan Kak, kenapa sikapmu selama ini padaku begitu dingin ? kau bahkan tak pernah mau neyentuhku walaupun hanya sekedar menjabat tanganku? bukankah akuini istrimu? bukankah aku telah halal buatmu? lalu mengapa kau jadikan aku sebagai patung perhiasan kamarmu? apa artinya diriku bagimu Kak? apa artinya aku bagimu Kak? kalau kau tidak mencintaiku lantas mengapa kau menikahi aku? mengapa Kak ? mengapa ?” Ujarku disela isak tangis yang tak bisa kutahan. Tak ada reaksi apapun dari Kak Arfan menanggapi galaunya hatiku dalam tangis yang tersedu itu, yang Nampak adalah dia memperbaiki posisi duduknya dan melirik jam yang menempel didinding kamar kami, hingga akhirnya dia mendekatiku dan perlahan berujar padaku:

 ”Dek…jangan kau pernah bertanya pada Kakak tentang perasaan ini padamu, karena sesungguhnya Kakak begitu sangat mencintaimu, tetapi tanyakanlah semua itu pada dirimu sendiri, apa saat ini telah ada cinta dihatimu untuk Kakak?, Kakak tahu, dan Kakak yakin pasti suatu saat kau akan bertanya mengapa sikap Kakak selama ini begitu dingin padamu, sebelumnya Kakak minta maaf bila semuanya baru Kakak kabarkan padamu malam ini, kau mau tanyakan apa maksud Kakak sebenarnya dengan semua ini..?. ujar Kak Arfan dengan agak sedikit gugup, 

 “Iya tolong jelaskan pada saya Kak, mengapa Kak begitu tega melakukan ini pada saya ? tolong jelaskan Kak ?” Ujarku menimpali tuturnya Kak Arfan “Hhhhhmmm, Dek kau tahu apa itu pelacur ? dan apa pekerjaan seorang pelacur ? afwan Dek dalam pemahaman Kakak, seorang pelacur itu adalah seorang wanita penghibur yang kerjanya melayani para lelaki hidung belang untuk mendapatkan materi tanpa peduli apakah dihatinya ada cinta untuk lelaki itu atau tidak, bahkan seorang pelacur terkadang harus meneteskan air mata mana kala dia harus melayani nafsu lelaki yang tidak dicintainya bahkan dia sendiri tidak merasakan kesenangan dari apa yang sedang terjadi saat itu, dan Kakak tidak ingin hal itu terjadi padamu Dek, kau istriku Dek, betapa bejatnya Kakak ketika Kakak harus memaksamu melayani Kakak dengan paksa saat malam pertama pernikahan kita sedangkan dihatimu tak ada cinta sama sekali buat Kakak, alangkah berdosanya Kakak bila pada saat melampiaskan birahi Kakak padamu malam itu sementara yang ada dalam benakmu bukanlah Kakak, tetapi ada lelaki lain. 

 Kau tahu Dek, sehari sebelum pernikahan kita digelar, Kakak sempat datang kerumahmu untuk memenuhi undangan bapakmu, tapi begitu Kakak berada didepan pintu pagar rumahmu, Kakak melihat dengan mata kepala Kakak sendiri kesedihanmu yang kau lammpiaskan pada kekasihmu Boby, kau ungkapkan pada Boby bahwa kau tidak mencintai Kakak, dan kau ungkapkan pada Boby bahwa kau hanya akan mencintainya selamanya, saat itu Kakak merasa bahwa Kakak telah mermpas kebahagiaanmu dan Kakak yakin bahwa kau menerima pinangan Kakak itu karena terpaksa, Kakak juga mempelajari sikapmu saat dipelaminan, bahwa begitu sedihnya hatimu saat bersanding dipelaminan bersama Kakak, lantas haruskah Kakak egois dengan mengabaikan apa yang kau rasakan saat itu, sementara tanpa memperdulikan perasaanmu Kakak menunaikan kewajiban Kakak sebagai suamimu dimalam pertama semenatara kau sendiri akan mematung dengan deraian air mata karena terpaksa melayani Kakak?, Kau istriku Dek, sekali lagi kau istriku, kau tahu.. Kakak begitu sangat mencintaimu dank k akan menunaikan semua itu manakala dihatimu telah ada cinta untuk Kakak, agar kau tidak merasa diperkosa hak-hakmu, agar kau bisa menikmati apa yang kita lakukan bersama, dan Alhamdulillah apabila hari ini kau telah mencintai Kakak, dan Kakak juga merasa bersyukur bila kau telah melupakan mantan kekasihmu itu, beberapa hari ini Kakak perhatikan kau juga telah menggunakan busana muslimah yang syari, pinta Kakak padamu Dek, luruskan niatmu, kalau kemarin kau mengenakan busana itu untuk menyenangkan hati Kakak semata maka sekarang luruskan niatmu, niatkan semua itu untuk ALLAH TA’ALAA selanjutnya untuk Kakak..,

 Mendengar semua itu aku memeluk suamiku, aku merasa bahwah dia adalah lelaki terbaik yang pernahku jumpai selama hidupku, aku bahkan telah melupakan Boby, aku merasa bahwa malam itu aku adalah wanita yang paling bahagia didunia, sebab meskipun dalam keadaan sakit, untuk pertama kalinya Kak Arfan mendatangiku sebagai seorang suami, hari-hari kami lalui dengan bahagia, Kak Arfan begitu sangat kharismatik, terkadang dia seperti seorang Kakak buatku, terkadang seperti orang tua, darinya aku banyak belajar banyak hal, perlahan aku mulai meluruskan niatku, dengan menggunakan busana yang syari semata-mata karena Allah dan untuk menyenangkan hati suamiku, sebulan setelah malam itu, dalam rahimku telah tumbuh benih-benih cinta kami berdua, Alhamdulillah, aku sangat bahagia bersuamikan dia, darinya aku belajar banyak ttg agama, aku menjadi mutarobbinya, hari demi hari kami lalui dengan kebahagiaan, ternyata dia mencintaiku lebih dari apa yang aku bayangkan dan dulu aku hampir saja melakukan tindakan bodoh dengan menolak pinangan dia.

 Aku fikir kebahagiaan itu akan berlangsung lama diantara kami, setelah lahir Abdurrahman, hasil cinta kami berdua, diakhir tahun 2008 Kak Arfan mengalami kecelakaan dan usianya tidak panjang, sebab ka Arfan meninggal dunia sehari setelah kecelakaan tersebut, aku sangat kehilangannya, aku seperti kehilangan penopang hidupku, aku kehilangan keksaihku, aku kehilangan murobbiku, aku kehilangan suamiku

 Tidak pernah terbayangkan olehku bahwa kebahagiaan bersamanya begitu singkat, yang tidak pernah aku lupakan diakhir kehidupannya Kak Arfan, dia masih sempat menasehatkan sesuatu padaku “Dek.., pertemuan dan perpisahan itu adalah fitrahnya kehidupan, kalau ternyata kita berpisah besok atau lusa, kakak minta padamu dek.., jaga abdurrahman dengan baik, jadikan dia sebagai mujahid yang senantiasa membela agama, senantiasa menjadi yang terbaik untuk ummat, didik dia dengan baik dek, jangan sia-siakan dia, satu permintaan kakak .., kalau suatu saat ada seorang pria yang datang melamarmu, maka pilihlah pria yang tidak hanya mencintaimu, tetapi juga mau menerima kehadiran anak kita, dan maafkan kakak dek, bila selama bersamamu, ada yang kurang yang telah kakak perbuat untukmu, senantiasalah berdoa.., kalau kita berpisah didunia ini..insya allah kita akan berjumpa kembali diakhirat kelak.., kalau allah mentakdirkan kakak yang pergi lebih dahulu meninggalkan dirimu, insya allah kakak akan senantiasa menantimu..”

 Demikianlah pesan terakhir Kak Arfan sebelum keesokan harinya Kak Arfan meninggalkan dunia ini, hatiku sangat sedih saat itu…, aku merasa sangat kehilangan tetapi aku berusaha mewujudkan harapan terakhirnya, mendidik dan menjaga Abdurrahman dengan baik…

 Selamat jalan Kak Arfan..aku akan selalu mengenangmu dalam setiap doa-doaku, amiin

 Wasalam 

 NB : Kisah Nyata dari Akhwat di Gorontalo, Sulawesi Utara

Untuk mendengarkan kisah ini, silahkan unduh file dalam format mp3 disini.

 (esqiel/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Menikah Muda Why Not ?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Anak-anak dan Membaca
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Wanita Muslimah yang Tangguh
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Tips Kecantikan ala Aisyah Istri Nabi
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk