Kisah Istri Setia, Suami Bebas Jerat Dosa

Muslimahzone.com – Ini adalah kisah seorang tentara. Orang ini selalu pergi keluar untuk maksiat. Ia mendurhakai Allah siang malam, secara sembunyi-sembunyi atau bahkan dengan terang-terangan.

Ia menyangka hidup ini adalah hanyalah sekadara segelas minuman dan perempuan, sehingga ia terlena dalam kenikmatan padahal ia berada dalam kegelapan. Ia jerumuskan dirinya dalam jurang kebinasaan dan malapetaka.

Terakhir, ia menuju Perancis, sebuah negeri yang penuh kebebasan sekaligus kegelapan. Ia pergi ke sana, dan menetap tinggal beberapa waktu dalam hidup kebinatangan-padahal binatang saja tidak separah itu.

Selang beberapa waktu, ia kembali menemui keluarganya. Pikirannya masih penuh dengan cerita-cerita dan kisah-kisah tentang negeri itu (Perancis-ed). Sehingga menurutnya, orang-orang besar itu hanyalah orang-orang besar Barat; sastrawan hebat hanyalah sastrawan Barat, dunia seluruhnya hanyalah Barat.

Selanjutnya ia menikahi seorang wanita. Wanita ini benar-benar penyenang hati. Ia berasal dari rumah yang betul-betul menghidupkan Islam dan penuh keimanan. Rumah yang penghuninya selalu shalat, berzikir, bersedekah; rumah yang mulia karena jilbab, rasa malu, dan menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak baik. Rumah ini tidak pernah mengenal nyanyian-nyanyian, tidak pernah melihat majalah-majalah yang berbau pornografi serta film asusila.

Wanita ini memulai hidup baru bersama suaminya. Secara lembut ia selalu mengajak suaminya kembali pada Allah. Setiap ada kesempatn dia selalu berbicara dengan suaminya tentang iman atau hidayah. Lelaki itu melihatnya shalat, berzikir, beribadah. Setiap kali masuk rumah selalu berzikir menyebut nama Allah, menghadapi makanan dengan ucapan bissmillah, dan ketika selesai mengucapkan Alhamdulillah. Ia mengajak suaminya menuju jalan keselamatan dan selalu mendoakannya agar diberi keselamatan.

Usahanya menuai hasil. Sang suami mulai mau mengerjakan shalat, meski di rumah, bukan di masjid. Kemudian sang istri mengingatkannya tentang keutamaan shalat berjamaah. Diajaknya suaminya dengan lemah lembut, tulus, dan empati, sehingga sang suami pun akhirnya kadang-kadang mulai shalat di masjid. Pertama kali ia datang ke masjid ketika shalat subuh. Lalu si istri memuji kebaikan yang telah dilakukan suaminya. Ia tampakkan kegembiraan dan kesenangan. Maka sang suami pun terus shalat berjamaah di masjid dan meninggalkan minuman keras. Wanita itu membuatnya tidak suka lagi bergaul dengan rekan-rekan yang tidak baik. Bahkan sebaliknya ia telah mampu membuatnya menyenangi orang-orang shalih. Sehingga ia tinggalkan teman-temanya yang berpaling dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sang istri menghadiahkan mushaf Al-Quran kepadanya sehingga si suami merasa senang dan mulai membacanya. Ia meniggalkan rokok dan memanjangkan jenggotnya. Bahkan ia tidak lagi memanjangkan celanannya sampai ke tanah (isbal). Aduhai, sempurnalah pribadi muslimnya!

Cahaya iman mulai tampak dalam kehidupanya. Ia mulai menghadiri majelis-majelis taklim, yayasan-yayasan sosial, dan seminar-seminar bertemakan keimanan. Ia mengunjungi orang-orang shalih dan mereka pun membalas mengunjunginya. Ia meninggalkan musik, majalah yang berbau pornografi dan film-film yang tidak bermoral.

Dia sekarang merasakan hidup layaknya sorang muslim yang mengisi hatinya dengan rasa syukur kepada Allah, membasahi lidahnya dengan dzikir mengingat Allah Yang Maha Kuasa. Sekarang dia telah banyak menghafal Al-Quran. Dia menjadi perumpamaan bagi mukmin yang jujur.

Selamat untuk sang istri! Semoga Allah mengangkat derajatnya dan memperbanyak wanita-wanita  sepertinya.

Selamat untuk sang suami! Semoga Allah menguatkannya dengan “kalimat yang kokoh” dan menambah lelaki sepertinya.

Allah Ta’ala berfirman, yang artinya:

“Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk) agama Islam.” (Q.S Al-An’am: 125)

Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam hadits Qudsi, yang artinya:

“Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya kalian selalu berbuat kesalahan siang dan malam, sedangkan Aku senantiasa mengampuni dosa semuanya. Maka, mohon ampunlah kepadaKu, niscaya ku akan mengampuni kalian.” (HR. Muslim 2577)

Disadur dari buku: “Selagi Masih Muda; Bagaimana Menjadikan Masa Muda Begitu Bermakna” karangan Dr. A’idh Al-Qarni, M.A. (Penulis buku “La Tahzan”)

(zafaran/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk