Kezuhudan Para Sahabat

Muslimahzone.com – Indahnya akhlak para sahabat memang menjadi teladan tersendiri. Dalam diri mereka mengalir kebaikan yang ditanamkan dengan mengakar kuat oleh Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam.

Rasulullah pernah bersabda:

Sahabat-sahabatku itu bagaikan bintang-bintang. Dengan (sahabat-sahabat) manapun kalian mengarahkan (pandangan)-nya, maka (keberadaannya) menjadi petunjuk bagi kalian.

Salah satu akhlak sahabat yang mulia karena rasa takutnya pada penghisaban hari akhir adalah zuhud.

Dari Jundab bin Abdullah al-Bajali, ia berkata: “Aku datang ke Madinah guna menimba ilmu, lalu aku masuk ke masjid Rasulullah saw. Maka di dalamnya orang-orang membentuk beberapa halqah guna membahas berbagai perkara. Aku kemudian mengikuti semua halqah itu, hingga tiba pada satu halqah yang di dalamnya ada seorang laki-laki yang kurus, ia memakai dua buah baju seakan-akan baru tiba dari satu perjalanan.

Aku mendengarnya berkata: “Celakalah mereka yang memiliki kekuasaan dan mempunyai kedudukan. Tiadalah obat yang bisa menolong mereka.” Aku mengira bahwa ia mengatakan hal itu berkali-kali. Aku duduk mendekatinya, ia menerangkan fatwanya, kemudian berdiri. Aku menanyakannya pada yang hadir setelah dia berdiri: “Siapa gerangan orang ini?” Mereka menjawab: “Inilah sayyidul muslimin (pemimpin kaum Muslim) Ubay bin Kaab“.

Lalu aku mengikutinya, hingga tiba di rumahnya. Ternyata rumahnya begitu usang, begitu pula dengan bentuknya. Ia seorang laki-laki zuhud yang tiada bandingannya, walaupun semua orang saling menggabungkan kezuhudannya untuk menandingi kezuhudannya.

Sa’id bin Amir, adalah orang yang selalu sibuk dengan pekerjaan dan tugasnya, dan ia berhak mendapatkan gaji yang besar karenanya, tetapi ia hanya mengambil apa sekedarnya untuk mencukupi diri dan isterinya saja, membagikan sisanya kepada orang-orang fakir. Pernah dikatakan kepada dirinya: “Bagikanlah kelebihan harta ini secara berlimpah kepada keluarga dan kerabatmu”. Ia malah bertanya: “Kenapa harus pada keluarga dan kerabatku. Demi Allah tidak, aku tidak akan menjual ridla Allah dan menukarnya dengan kerabat.”

Ia juga pernah berkata kepada orang yang meminta-minta padanya: “Aku tidak ingin ketinggalan dari barisan terdepan, yang pertama kali akan masuk surga, setelah aku dengar Rasulullah saw bersabda: Allah mengumpulkan manusia untuk dihisab. Lalu datanglah orang-orang fakir dari kalangan kaum mukminin, mereka segera berkumpul sebagaimana merpati berkerumun, lalu dikatakan pada mereka: Berdirilah kalian untuk dihisab. Lalu mereka berkata: Kami tidak memiliki apapun yang bisa dihisab. Maka Allah berkata: Hamba-hambaku ini berkata benar. Lalu mereka masuk surga sebelum orang-orang lain masuk surga.”

Salman berkeinginan untuk membangun rumah, lalu ia bertanya pada tukang bangunan: “Bagaimana rupa rumah yang akan engkau bangun itu.” Tukang bangunan itu sangat cerdik dan ia mengetahui kezuhudan dan ke-wara’-an Salman, lalu ia menjawab: “Janganlah engkau khawatir, rumah ini hanya sebuah bangunan yang bisa engkau gunakan untuk bernaung dari terik panas matahari, yang bisa engkau tempati untuk melindungimu dari dinginnya malam hari. Jika engkau berdiri di dalamnya, kepalamu akan mencapai langit-langitnya, dan jika engkau berbaring, kakimu akan terantuk ke dindingnya.” Maka Salman berkata: “Ya, kalau seperti itu maka bangunlah rumah tersebut.”

Datang sebuah hadiah untuk Abdullah bin Umar dari salah seorang temannya yang datang dari Khurasan. Hadiah tersebut berupa pakaian yang sangat halus dan anggun. Sang teman berkata kepadanya: “Aku membawakan baju ini dari Khurasan untukmu, sungguh sangat menyenangkan hatiku jika melihatmu menanggalkan bajumu yang kasar itu, dan engkau kenakan baju yang bagus ini”. Ibnu Umar berkata padanya: “Perlihatkanlah baju itu padaku”. Kemudian ia merabanya, seraya berkata: “Apakah ini terbuat dari sutera?” Sang teman menjawab: “Bukan, baju ini terbuat dari katun.” Abdullah memakainya sebentar, kemudian mengembalikan baju itu dengan tangan kanannya seraya berkata: “Tidak, aku mengkhawatirkan diriku, aku takut baju ini membuat diriku menjadi seorang yang sombong dan angkuh, sedang Allah tidak mencintai orang yang sombong lagi bermegah diri.”

Suatu hari, Abdullah bin Umar diberi hadiah oleh temannya sebuah bejana yang penuh berisi. Ibnu Umar bertanya: “Apakah ini?” Temannya menjawab: “Ini obat mujarab yang aku bawa untukmu dari Irak.” Ibnu Umar berkata: “Apa khasiat obat ini?” Temannya menjawab: “(Membantu) mencernakan makanan”. Ibnu Umar tersenyum dan berkata pada temannya: “Membantu mencernakan makanan? Sesungguhnya aku tidak pernah kenyang makan makanan selama empat puluh tahun”. Ibnu Umar ra takut, jika pada hari kiamat kelak dikatakan padanya: “Engkau telah menghabiskan segala yang lezat milikmu sepanjang hidupmu di dunia, dan hidup bersenang-senang dengannya”. Sebagaimana ia sering katakan pada dirinya: “Aku tidak membuat bangunan dengan dinding tembok, dan tidak menanam sebatang kurma pun sejak Rasulullah saw wafat”. Maimun bin Mahran berkata: “Aku memasuki rumah Ibnu Umar, lalu aku menaksir segala sesuatu yang ada di rumahnya, mulai dari tempat tidur, selimut dan periuk besar, dan semua perabotannya, aku tidak mendapati nilainya mencapai seratus dirham.”

Demikianlah di antara kezuhudan para sahabat. Kesederhanaan yang mereka pilih semata-mata karena betapa besarnya rasa takut mereka pada Allah ta’ala yang akan meminta pertanggungjawaban pada manusia di akhirat kelak, sehingga membuat mereka lebih memilih menikmati sedikit saja dari dunia.

(fauziya/muslimahzone.com)

No Responses

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk