Ketika Proses Belajar Kehilangan Esensinya

MuslimahZone.com – Jarum jam di ruang tengah menunjukkan pukul setengah sembilan malam.  Seorang ibu dengan suara agak tinggi dan tegang mengetes kemampuan perkalian putranya yang kini duduk di kelas 3 sekolah dasar, “8×5 berapa?”, “9×5..?!” . Si anak hanya menggumam tampak berpikir, “Emmm…”. Setelah agak lama menunggu jawaban yang tak jua terlontar, Sang Ibu menjadi gemas, ”Kamu gimana sih, tinggal ditambah 5 dari jawaban yang tadi!”. “Besok dites di sekolah lho! Kalo kamu gak bisa, gimana nanti!!”, tambahnya tegang. Sang anak manyun, entah apa yang dirasakannya. Tapi jelas sekali kalau sang anak sudah lelah.

Jika terjadi hal demikian tampaknya kesadaran guru dan orangtua akan makna belajar menjadi sangat penting bagi keberhasilan proses belajar sang anak. Namun, kesadaran ini memang bermusim, ada kalanya bersemi ada kalanya berguguran atau juga kehilangan arah tertiup angin pancaroba akhir zaman. Saat kesadaran akan makna belajar hilang, semua pihak yang terlibat mudah sekali menjadi dangkal dan pragmatis. Tak sedikit yang menjadi panik, emosional, sampai tak masuk akal.

Ketika orangtua dan guru begitu berorientasi pada acara evaluasi, ilmu menjadi seperti beban yang harus disetorkan kepada guru. Sangat tidak nyaman belajar seperti ini. Dan jika hanya berhenti sampai di situ, musibah namanya. Padahal kemana seharusnya murid menyetorkan ilmunya, kalau bukan kepada Allah. Yakni ketika ilmu tersebut menjelma menjadi cahaya amalan bagi para murid dalam menjalankan amanah sebagai khalifah Allah di atas bumi. Menjadikan sang khalifah tak tersesat dan tak berbuat fasad ketika mengolah semesta raya ini.

Ya. Sistem evaluasi memang mutlak diperlukan dalam setiap pembelajaran. Agar terarah dan efisien. Namun agaknya menjadi rusak jika itu yang dijadikan tujuan. Sebab, sebagaimana proses menuntut ilmu yang sepanjang hayat, sepanjang itu pulalah waktu yang diperlukan untuk proses evaluasi dan muraja’ah atas ilmu yang sudah anak-anak kita dapatkan. Wallahu’alam. (esqiel/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk