Ketika Pasangan Membanding-bandingkan

MuslimahZone.com – Mungkin sudah menjadi tabiat manusia untuk membandingkan antara sesuatu dengan sesuatu yang lainnya bersandar pada tabiatnya yang lain yang cenderung menginginkan yang terbaik atas sesuatu yang dipilihnya.

Pernahkah Anda merasa dibanding-bandingkan dengan orang lain? Ya, rasanya memang tidak enak, apalagi jika yang membanding-bandingkan adalah pasangan hidup kita. Lalu bagaimana jika itu terjadi? Berikut yang perlu dilakukan seperti disarankan ummi-online:

  1. Jangan hanya menekuk muka, katakanlah kalau tidak suka

Entah suami ataupun istri, kalau mulai membanding-bandingkan pasangan dengan orang lain, biasanya maksudnya adalah untuk memotivasi pasangannya agar lebih baik.

Tapi kalau kita merasa tak nyaman dibanding-bandingkan, maka katakanlah dengan baik-baik.

“Mas, aku nggak suka loh Mas dibanding-bandingkan dengan tetangga sebelah! Mas mau kubandingkan dengan suaminya tetangga sebelah yang shaleh itu? Dia tiap bulan ngasih semua gajinya ke istri, gak kayak Mas. Nggak enak kan dibanding-bandingkan?”

Waduh, emosinya terasa bener yah. Hehe. Tapi, membuka komunikasi jujur antar pasutri penting sekali untuk menciptakan keharmonisan dalam rumah tangga.

Mudah-mudahan pasangan kita mengerti dan tidak lagi membandingkan diri kita dengan orang lain.

  1. Ambil hikmahnya!

Kalau Anda merasa fine-fine saja dibandingkan dengan orang lain, hal penting selanjutnya adalah mengambil hikmah dari perbandingan yang disampaikan oleh pasangan kita. Jangan malah dianggap sekadar angin lalu.

Biasanya pasangan kita membandingkan dengan orang lain, karena berharap diri kita bisa lebih baik dari orang tersebut. Jika kita mengabaikannya, maka tujuan ini tak mungkin tercapai.

  1. Perbanyak intensitas bicara hati ke hati!

Kadang kala rumah tangga kering dengan obrolan seputar visi-misi masa depan, yang dibahas sehari-hari hanya masalah dan masalah saja.

Bicarakanlah tentang masa depan, tentang kontribusi untuk umat, tentang karakter semacam apa yang diharapkan dari pasangan, sehingga tak perlu lagi membanding-bandingkan dengan rumah tangga orang lain yang bisa saja berbeda kondisi dan visi-misi dengan kita.

Jika pasutri sudah terbiasa bicara hati ke hati, insyaa Allah tak akan terbiasa membanding-bandingkan, sekalipun membandingkan pasangan dengan Nabi/Rasul/ Sahabat/ Shahabiyah.

Wallaahualam.

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
Pesta Seks Bukan Nikmat Terbesar di Surga
Secular Radicalism, The Real Blasphemy
Biasakanlah Anak Minta Izin Ketika Masuk Kamar Orangtua
Meraih Sifat Qana’ah
Babak Final Perjuangan Islam
Akhir Hidup Para Tiran
Jangan Sembarangan Menuduh Muslimah Sebagai Pelacur !
Memurnikan Keikhlasan
Ketika Istri Marah
Mengukur Kembali Rasa Cinta
Agar Bahagia, Sesuaikan Harapan Pernikahan Anda
Tips Menjalani LDM Bagi Suami Isteri
Mengapa Ayah Lebih Sabar daripada Ibu
Belajar Matematika Untuk Anak Usia Dini, Apa Dulu yang Diajarkan?
Pameran Kehebatan Anak
Apakah Pembicara Parenting Tak pernah Bermasalah dengan Anaknya?
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Mengenal Ulama Hadits Syu’bah bin Al-Hajjaj
Abdurrahman bin Auf ‘Manusia Bertangan Emas’
Ketika Bayi Menendang Perut Ibu
Menikmati Pengalaman Sebagai Ibu Menyusui
Dibalik Ketenaran Blewah di Bulan Ramadhan
Tetap Sehat Berpuasa Ketika Hamil
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Tips Merebus Telur yang Baik
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk