Ketika Istri Tak Ingin Membebani Suaminya

Muslimahzone.com – istri yang tak ingin membebani suami terkadang lebih memilih menahan diri dari segala keinginannya untuk memiliki, mengharapkan, atau membeli sesuatu supaya tidak menambah pikiran bagi suaminya. Apalagi jika hanya mengandalkan gaji suami untuk kebutuhan tumpah ruah rumah tangganya.

Meskipun ada sebagian suami yang memiliki gaji yang cukup besar, namun terkadang istri tak mau banyak menuntut dengan meminta dibelikan berbagai macam barang kesukaannya, baik untuk dirinya sendiri atau barang-barang untuk rumah tangga. Seperti; pernak pernik/assesoris rumah, perabot dapur, kitchen set, kendaraan, kosmetik, pakaian, dan berbagai keperluan lain menyangkut dirinya atau kebutuhan rumah pada umumnya.

Namun, di saat istri menahan semua keinginannya agar tak menjadi beban bagi suami, justru ada pihak-pihak tertentu yang dengan entengnya dan tak peka, meminta sesuatu dengan standarisasi tinggi. Contohnya saja meminta kiriman uang dengan jumlah yang besar, meminta dibelikan suatu barang dengan harga selangit, minta paketan motor baru dan lain-lain. Pada situasi seperti itu justru suami mengusahakan dengan segala cara, lari pontang-panting untuk bisa memenuhi dengan alasan tak ingin mengecewakan si ini, si itu, padahal finansial keluarga tidaklah mencukupi. Bahkan, harus berhutang atau mencari pinjaman kesana kemari, mengorbankan tabungan keluarga hanya untuk memenuhi permintaan yang bukan skala prioritas dan tidak dalam kondisi darurat.

Nah, situasi yang seperti tak menampik kemungkinan akan menimbulkan gejolak pada diri istri. Kecewa, kesal, marah, merasa tersisihkan, merasa tak dihargai, tidak diperlakukan adil oleh kerabat dari pihak suami/ istri, kawan-kawan suami, dan sebagainya. Jika hal ini berlangsung terus-menerus bukan hal yang tak mungkin jika kebahagian antara suami dan istri pun akan terganggu. Sehingga berefek pada hubungan yang tidak harmonis tentunya.

Ketika istri berusaha semaksimal mungkin untuk tidak membebani suaminya, meskipun pemenuhan sandang, pangan, papan dan berbagai keinginan lain belum bisa dikatakan sempurna, sebaliknya suami dibuat pusing dengan tuntutan pihak lain yang membebani diri suami. Mengesampingkan kebutuhan utama keluarga yang seharusnya diutamakan di atas kebutuhan lain, kecuali jika keuangan yang dimiliki oleh suami memang sangat besar dan semua kebutuhan rumah, istri dan anak-anak sudah tercukupi dengan baik tentunya.

Terkadang kita jumpai seorang suami yang dengan susah payah mengusahakan segala permintaan atau target kerabat atau kawan pada dirinya, akan tetapi semua dilakukan atas kendali dirinya sendiri. Tanpa dimusyawarahkan terlebih dahulu dengan istri.

Suami istri adalah ibarat satu trayek, tidak dibenarkan apabila suami mengambil jalur sendiri tanpa sepengetahuan istri. Hal ini pasti akan melukai perasaan sang istri. Musyawarah adalah langkah paling jitu untuk mengambil setiap keputusan dan tindakan secara bersama. Termasuk kepada siapa suami memenuhi setiap permintaan keuangan ataupun pihak teman atau kerabat yang minta dibelikan barang-barang tertentu yang nilainya mahal. Kecuali terhadap orangtua yang merupakan kewajiban mutlak yang harus dipenuhi anak terhadap orangtuanya. Itupun tentunya juga disesuaikan dengan keadaan keuangan atau kemampuan keluarga.

Dalam sebuah rumah tangga posisi istri merupakan partner suami yang tak bisa digantikan. Sebagai partner, istri memiliki hak untuk mendapatkan fasilitas yang baik dari suami sesuai kemampuan yang ada. Jangan sampai, suami memberikan layanan materi terbaik pada pihak-pihak kerabat suami/ istri atau handai taulannya namun justru mengabaikan apa yang seharusnya didapatkan oleh istri dari suami.

Muntarsih Zakiyya Sakhie

(ummi-online/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk