Kesempurnaan Ramadhan Para Shahabiyah

Muslimahzone.com – “Sesungguhnya telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkati, di mana Allah S.W.T telah mewajibkan atasmu berpuasa. Dibuka padanya pintu-pintu syurga dan ditutup padanya pintu-pintu neraka, ditambat padanya syaitan-syaitan. Padanya satu malam lebih baik daripada seribu bulan, siapa yang dihalang kebaikannya sebenarnya dia telah dihalang kebaikan yang banyak” [HR Ahmad no. 8765 dan 9213 dan an-Nasai no. 2106].

Kehadiran bulan Ramadhan Mubarak senantiasa disambut gembira oleh Rasulullah S.A.W sehingga baginda menganjurkan para sahabat dan sahabiyah supaya bergembira berada dalam bulan yang penuh kemuliaan ini dengan memperbanyak amalan-amalan sunah disamping menjalankan amalan-amalan fardhu. Sebagaimana diketahui, begitu banyak kelebihan dan kebaikan bulan Ramadhan dibandingkan dengan bulan-bulan lain yang telah disampaikan dalam beberapa hadis Rasulullah S.A.W. Di antaranya ialah hadis dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah S.A.W bersabda:

Ketika tiba malam pertama bulan Ramadhan, syaitan-syaitan dan jin-jin dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, sehingga tidak ada satu pintu neraka pun yang dibuka, dan pintu-pintu syurga dibuka sehingga tidak ada satu pintu syurga pun yang ditutup. Lalu, seseorang berseru, wahai pencari kebaikan maka sambutlah, wahai pelaku kejahatan maka tahanlah. Dan milik Allahlah orang-orang yang dibebaskan daripada neraka dan hal itu terjadi pada setiap malam” [HR. At-Tirmizi no. 682 dan Ibnu Majah no. 1642].

Maka, tidak heran apabila kita menyaksikan amalan kaum Muslim di zaman Rasulullah S.A.W serta seterusnya sampai ke zaman para sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in, mereka tidak pernah menjadikan puasa sebagai satu halangan untuk beramal ibadah secara maksimal kepada Allah S.W.T. Malah, lebih mengagumkan lagi jika mereka turut serta terlibat dalam peristiwa-peristiwa besar yang terjadi dalam bulan Ramadhan seperti peristiwa perang Badar, persiapan perang Khandaq, Fathul Makkah, perang Tabuk dan banyak lagi.

Para Muslimah juga tidak ketinggalan dalam hal ini. Mereka mengambil kesempatan dalam bulan Ramadhan untuk lebih giat memanifestasikan hubungan mereka dengan al-Khaliq dengan melakukan sebanyak mungkin amalan-amalan yang makruf. Maka, dalam pembahasan kali ini penulis ingin membawa kita semua menelusuri beberapa aktivitas dan pengorbanan yang dilakukan oleh para sahabiyah Rasulullah S.A.W dalam bulan Ramadhan agar menjadi satu titik tolak bagi kita untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah S.W.T (taqarrub ilallah) sekaligus menaikkan lagi semangat kita dalam menjalankan tanggungjawab sebagai da’ie di muka bumi ini.

Aktivitas Ruhiyah (Kerohanian)

Allah S.W.T telah mengaruniakan satu malam yang penuh dengan kebaikan dalam bulan Ramadhan iaitu lailatul qadar yang mana ia merupakan malam yang paling mulia dalam satu tahun. Oleh karena itu, Rasulullah S.A.W amat menekankan kepada setiap kaum Muslim untuk melakukan qiyam Ramadhan yaitu ibadah sunah yang dilakukan pada waktu malam di bulan Ramadhan seperti solat sunat tarawih. Keutamaan qiyam Ramadhan ini telah dinukilkan dalam salah satu hadis Nabi Muhammad S.A.W dari Abdurrahman bin Auf r.a berkata, Rasulullah S.A.W bersabda.

Sesungguhnya Allah S.W.T telah mewajibkan puasa Ramadhan atas kalian, dan aku telah mensunahkan untuk kalian solat malamnya. Barangsiapa yang melaksanakan puasa dan qiyam Ramadhan dengan dilandasi keimanan dan mencari ridha Allah S.W.T, maka dia akan keluar dari dosanya seperti pada hari dilahirkan oleh ibunya” [HR an-Nasai no. 2210, Ibnu Majah no. 1328 dan Ahmad no 1663].’

Keutamaan qiyam Ramadhan serta anugerah fadhilat lailatul qadar yang Allah S.W.T karuniakan kepada umat Islam menyebabkan para sahabiyah berlomba-lomba dalam mengejar segala kebaikan yang ada di dalamnya. Hal ini dituturkan sendiri oleh Ummul Mukminin, Saidatina Aisyah r.a yang berkata,

Wahai Rasulullah, bagaimanakah pendapatmu jika aku menjumpai lailatul qadar, apa yang harus aku ucapkan? Beliau S.A.W berkata, katakanlah “اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي ”Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, yang senang memberi ampunan, maka ampunilah aku” [HR Ahmad, an-Nasai, Tirmidzi no. 3513 dan Ibnu Majah no. 3850].

Selain itu, Aisyah r.a dan para isteri Nabi Muhammad S.A.W juga turut serta menyertai baginda melakukan i’tikaf terutama pada sepuluh hari terakhir Ramadhan semata-mata untuk meraih kemuliaan satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan itu dan juga ridha Allah S.W.T. Terdapat banyak hadis yang disampaikan oleh Aisyah r.a menceritakan berkenaan hal ini. Antaranya ialah,

Bahwa Nabi S.A.W telah beri’tikaf bersama sebagian isteri-isterinya, dan salah seorang isterinya sedang beristihadlah. Isterinya itu melihat darah dan meletakkan wadah di bawahnya untuk menampung darah” [HR Bukhari no 304].

Aktiviti Siyasah (Politik)

Di samping menjalani ibadah khusus (sholat, puasa dan bacaan al-Quran) serta mengurusi rumah tangga, para sahabiyah juga turut memainkan peranan penting dalam medan dakwah dan jihad.

Antara peristiwa besar yang terjadi pada bulan Ramadhan adalah persiapan perang Khandaq yang dilakukan pada Ramadhan 5H. Persiapan ini dilakukan dengan menggali parit (khandaq) di sekeliling kota Madinah. Sahabiyah yang terlibat dalam persiapan ini adalah puteri Rasulullah S.A.W sendiri yaitu Fatimah binti Muhammad yang bertugas menyediakan makanan bagi para Muslimin yang bekerja saat itu. Selain itu, dalam masa peperangan Khandaq ini juga Shafiyah binti Abdul Muthalib berhasil membunuh seorang Yahudi yang mengintai dan mengancam keselamatan para wanita di Madinah ketika kaum Muslimin yang lain keluar berjihad.

Tepat 20 Ramadhan 8H pula, kota Mekkah berhasil ditaklukkan oleh Rasulullah S.A.W. Pasukan tentara Rasulullah S.A.W keluar dari Madinah menuju ke Mekkah pada 10 Ramadhan lalu diikuti oleh para sahabat. Di antara sahabiyah yang mengambil tempat dan menyaksikan bersama peristiwa ini adalah Fatimah binti Muhammad, Ummu Habibah dan Asma’ binti Yazid AlAnsariyyah. Fatimah binti Muhammad dan Ummu Habibah (anak perempuan Abu Sufyan) senantiasa menunjukkan kesetiaan dan ketaatan mereka kepada Rasulullah S.A.W dengan tidak memberi perlindungan dan dukungan kepada Abu Sufyan bin Harb apabila Abu Sufyan datang kepada mereka meminta dukungan untuk memperpanjang perjanjian dengan Rasulullah S.A.W yang telah dilanggarnya.

Kemudian, dalam bulan Ramadhan juga terjadinya perang Tabuk yang mana ia merupakan peperangan yang terakhir disertai oleh Rasulullah S.A.W. Baginda keluar berangkat ke Tabuk pada bulan Rajab dan kembali semula ke Madinah pada bulan Ramadhan. Ramai kaum Muslimin ketika ini menyerahkan diri kepada Rasulullah S.A.W untuk sama-sama berjihad melawan bangsa Romawi.

Bukan itu saja, ada di antara mereka yang turut serta menginfakkan seluruh hartanya dalam peperangan ini termasuklah para Muslimah. Selain turut berinfak, Ummu Sanan alIslamiyah r.a juga menjadi saksi amalan para Muslimah yang berinfak di jalan Allah ini. Beliau menceritakan sendiri bagaimana keadaan kain yang terbentang di hadapan Rasulullah S.A.W di rumah Aisyah r.a dipenuhi dengan minyak masak, gelang-gelang, subang, cincin serta bantuan lain yang dihantar oleh para Muslimah untuk melengkapi keperluan kaum Muslimin.

Subhanallah!

Sesungguhnya, Rasulullah S.A.W telah berhasil membina keperibadian para sahabiyah ini dengan syakhsiyah Islamiyah (keperibadian Islam) melalui pendidikan yang berteraskan aqidah Islamiyah sehingga mereka mencintai serta meletakkan Allah S.W.T dan Rasulullah S.A.W itu melebihi segala yang ada di sekelilingnya. Mereka telah benar-benar beriman dengan ayat Allah S.W.T yang isinya,

Katakanlah, jika bapa-bapamu, anak -anakmu, saudara-saudaramu, isteri-isterimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan RasulNya serta berjihad di jalanNya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusanNya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik” [TMQ at-Taubah (9): 24].

Khatimah

Inilah yang dikatakan hebatnya wanita apabila dia berhasil melaksanakan ketiga-tiga tanggungjawabnya yaitu sebagai isteri, ibu dan juga pendakwah dengan sempurna. Semoga sedikit kisah sahabiyah-sahabiyah Rasulullah S.A.W ini dapat membangkitkan semangat kita untuk mengisi setiap waktu yang ada di bulan Ramadhan ini dengan aktivitas-aktivitas ruhiyah dan juga siyasiyah tanpa mengenal arti penat.

Namun, perlu diingatkan bahawa aktivitas-aktivitas ini tidak cukup hanya pada bulan Ramadhan saja, tetapi seharusnya dilakukan secara istiqamah (konsisten) pada bulan-bulan yang lain juga. Semoga Allah S.W.T menjadikan kita semua bagin dari para pejuang deen-ul-haq ini. Aamiin…

Wallahu a’lam.

Diadaptasi dari fikratulummah.blogspot.co.id

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk