Kenali Tanda Anak yang Suka Membuli Temannya

Muslimahzone.com – Semakin banyak saja kasus pembulian yang terutama terjadi di sekolah-sekolah bahkan dari tingkat sekolah dasar. Banyak hal yang menjadi latar belakang kasus ini. Namun, sadarkah kita bahwa anak kita bukan saja bisa menjadi korban buli tapi mungkin pelaku pembulian.

Untuk mengantisipasi hal ini, kenalilah tanda-tandanya. Berikut diantara potensi yang dimiliki oleh anak yang suka membuli temannya seperti dikutip dari ummi-online:

1. Tidak memiliki empati

Ada teman yang menangis, terluka, atau mengalami kesulitan, tetapi ia tidak peduli dan tak mau ambil pusing. Tidak tergerak hatinya sedikit pun untuk menolong.

Orangtua bisa mengajarkan anak sejak dini untuk membantu orang lain, misalnya mengambilkan minum untuk kakaknya yang baru pulang sekolah, bagi sang kakak bisa membuatkan adik susu ketika haus. Ajarkan perhatian sesama saudara, teman, tetangga, sehingga anak menjadi peka dan mampu berempati atas kebutuhan orang lain.

2. Agresif

Anak suka marah-marah ketika tidak mendapatkan sesuatu yang diinginkannya? Bukan hanya ngambek, tapi juga melampiaskan kemarahannya dengan membanting barang, memukul, atau tindakan kekerasan lainnya?

Jangan dibiarkan! Sejak awal beritahu ia bahwa itu bukanlah perbuatan baik, jikalau perlu… siapkan sasak tinju di rumah, sehingga jika anak merasa perlu pelampiasan, ia takkan melampiaskannya pada barang-barang atau rumah, arahkan untuk melampiaskannya ke barang yang aman dipukul seperti sasak tinju.

Jika sedari awal kita bisa mengarahkan anak-anak yang punya kecenderungan agresif, semoga ia mengerti untuk tidak melampiaskan agresivitasnya untuk menyakiti orang lain.

3. Sering bicara negatif

Bicara kotor, jorok, vulgar, kasar, atau membicarakan keburukan temannya dengan nada kasar, jangan sampai orangtua biarkan saja hingga menjadi kebiasaan anak.

Beritahukan ajaran Islam yang mengajarkan kesopanan dan larangan berkata buruk. Buat kesepakatan bersama anak, kata-kata apa saja yang tak boleh diucapkan dan kata-kata apa yang bisa diucapkan sebagai gantinya.

Misalnya, kata sial/brengsek tidak boleh diucapkan, sebagai gantinya bisa mengucapkan kata sebel/rese’ untuk mengungkapkan kekesalan. Atau contoh kata lainnya yang disepakati bersama.

4. Biasanya berkelompok

Anak suka berkelompok? Dan teman-teman kelompoknya terlihat ‘liar’? Waspadailah, karena biasanya anak yang suka membuli memang hobinya berkelompok atau dalam sebuah genk.

Ajarkan anak untuk berteman dengan siapa saja, dan mencari teman-teman dekat dari kalangan yang baik akhlaknya.

5. Sering terpapar adegan kekerasan

Wahai orangtua, coba lihat tayangan apa saja yang dilihat oleh anak-anakmu, dan game apa saja yang terinstal di hapenya. Anak-anak baik pun bisa menjadi pembuli kalau terlalu sering melihat adegan kekerasan dalam permainan yang dimainkannya.

Jangan lupa, film kartun saat ini pun banyak sekali menyelipkan adegan kekerasan seperti pukulan, tendangan, jambakan, tembakan, yang tentu saja memerlukan bimbingan orangtua agar anak paham bahwa hal tersebut tidak boleh dilakukan di dunia nyata.

6. Ingin mendominasi

Anak yang berpotensi membuli biasanya selalu ingin mendominasi, ia akan memaksa orang sekitarnya mengikuti kemauannya, dia hobi mengatur orang lain dan menyuruh-nyuruh.

Jika melihat potensi ini di diri anak kita, berilah pengertian untuk mau memahami kebutuhan orang lain juga. “Adik maunya begini, tapi coba tanyakan teman… dia maunya seperti apa, kalian buat kesepakatan bersama.”

Hati-hati… jangan-jangan kesukaan anak mendominasi karena mencontoh kelakuan kita sebagai orangtuanya yang hobinya menyuruh-nyuruh anak.

Demikianlah beberapa tanda anak yang berpotensi membuli, semoga kita bisa mengarahkan anak-anak kita agar menjadi sosok pribadi shalih dan shaliha yang jauh dari sikap menyakiti orang lain.

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk