Kebutuhan Memahami Anak Usia Dini

Muslimahzone.com – Akibat ayah bunda tidak memahami karakteristik anak usia dini (0-6 th) seringkali hati merasa kesal dan lelah, berdampak pada tidak tepatnya dalam menangani perilaku anak. Disinilah betapa pentingnya memahami anak cahaya mata.

Salah memperlakukan anak usia dini juga bisa berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan fisik, psikis, sosial dan moral anak tersebut.

Beberapa alasan penting kenapa kita membutuhkan pemahaman terhadap karakteristik anak di usia ini :

1. Usia dini adalah fase peletakan dasar-dasar pembentukan kepribadian islam anak yang dibangun untuk sepanjang hidupnya.

2. Pengalaman awal anak di usia ini cenderung bertahan dan mempengaruhi perilaku anak di tahapan usia selanjutnya dan akan berkembang menjadi kebiasaan. Maka perlu dirancang pengalaman-pengalaman belajar yang menguatkan pondasi aqidah dan syariah.

3. Pertumbuhan dan perkembangan fisik, motorik, berpikir dan naluri anak menjalani kecepatan yang luar biasa dibanding usia berikutnya. Usia 0-4 tahun anak sudah menyerap 50 % kecerdasan intelektualitas dan usia 8 tahun anak menyerap 80 %.

Karenanya ada beberapa karakteristik umum yang dimiliki anak usia dini, dimana ayah dan bunda juga harus memiliki pemahaman tentang mereka, diantaranya ;

1. Anak itu unik, memiliki khas masing-masing karena perbedaan bawaan lahir, suasana lingkungan, pola asuh dan proses pembelajaran sekitar anak. Maka kajian terhadap anak itu lebih kepada kajian potensi hidup dibandingkan kajian ilmiah.

2. Masanya baqo tinggi yaitu naluri mempertahankan dirinya sangat menonjol, sifat keakuannya membuat dia hanya memahami satu sudut pandang yaitu kepentingan diri sendiri.

3. Aktif dan energik, seakan tenaga ananda tidak habis-habisnya untuk melatih tulang-tulang dan ototnya agar tumbuh dengan baik dan kuat. Ananda energinya habis ketika tidur.

4. Rasa ingin tahu yang sangat tinggi, terutama pada hal-hal yang baru dia indera dan setiap kejadian sekitar yang dilihatnya akan banyak tanya-tanya.

5. Eksploratif dan berjiwa petualang yang senantiasa harus difasilitasi, diarahkan dan dikendalikan.

6. Spontanitas, ceplas ceplos dalam mengekspresikan kebutuhan naluri dan pemikirannya.

7. Selalu senang dan riang gembira. Kaya ide dan imajinatif dan tidak mengenal konsep dimarahi.

8. Mudah frustrasi bila keinginannya tidak terpenuhi dan merasa kecewa dengan meluapkan dengan menangis atau marah-marah.

9. Daya perhatian yang pendek, belum bisa diam duduk lama-lama selalu bergerak terus dan belum fokus.

10. Semangat belajar yang tinggi yang membuat bunda kewalahan tenaga dan waktu untuk selalu siap meladeni.

11. Kurang pertimbangan apakah yang dia lakukan berbahaya bagi dirinya dan orang lain ataukah tidak selalu ingin mencoba-coba.

12. Selalu menunjukkan minat terhadap teman sebaya, khususnya di usia 4-6 tahun.

Dengan memahami anak seperti ini semoga ayah bunda mendapatkan pola dalam mengasuh dan mendidik ananda. Harapan lebih dari itu, semoga bisa memperindah kesabaran saat menghadapi tingkah polah ananda yang dinilai orang dewasa sebagai sikap yang tidak sopan dan negatif, padahal saat inilah stimulasi dan konsep diri positif itu diberikan sebaik mungkin.

Wallaahu a’lam bishshowab.

Oleh : Yanti Tanjung

(fauziya/muslimahzone.com)

 

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk