Jujurlah Nak, Walau Kau Salah

Muslimahzone.com – Seringkali kita melihat tingkah polah anak sangat menyenangkan dan membahagiakan, bahkan kelihatan kecerdikannya sejak kecil. Namun sering juga kita mendapatkan anak yang pandai dalam bersilat lidah untuk menutupi kesalahannya dan tidak mau mengakui kesalahan malah menimpakan kesalahannya pada orang lain.

Pada kondisi seperti ini terkadang orang tua menanggapi sebagai suatu kelucuan karena anak pintar berkelit, kelihatan cerdas dan tidak mau kalah. Ini memang naluriyyah karena manusia itu sangat sulit mengakui kesalahan dan keberatan disalahkan walaupun dia salah.

Kondisi seperti ini memang tidak boleh berkembang karena merusak pola berpikir anak dan merusak jiwa kepemimpinan. Anak usia dini belum memahami mana yang benar mana yang salah kecuali dia diberikan informasi kebenaran dan kesalahan di atas aqidah islam yang kokoh. Sehingga anak terbiasa untuk menuntun berpikirnya secara benar dan landasan aqidah yang dia miliki mendorong dia untuk senantiasa berkata jujur kelak ketika dia sudah dewasa walau dia dalam posisi berbuat kesalahan.

Seringkali ketika ibu berhadapan dengan perilaku anak yang susah diatur, terbiasa berkata dusta, apalagi bila ibu mempunyai kepentingan tertentu. Misal ibunya mau pergi ngaji, rencana anak tidak akan dibawa, lalu anak bertanya, “Bunda mau kemana” kalau dibilang mau ngaji anak pasti minta ikut, maka diberilah alasan yang membuat anak bisa memahami, misalkan, “Bunda mau pergi kerja nak” sebab kalau alasannya bekerja anak bisa memaklumi.

Hal yang seperti ini secara langsung anak sudah diajarkan pelajaran kebohongan yang kelak bisa ditiru oleh anak. Maka jangan salahkan anak semisal dia sering berbohong.

Oleh karena itu perlu membangun berpikir benar ini dalam panggung pembelajaran bersama anak. Menghadirkan 4 unsur berpikir, yaitu melihat fakta secara menyeluruh dan benar, menghindari kesalahan indera dalam mengihsas fakta dan harus dipastikan akurasinya, lalu mengolahnya di dalam otak yang disertai informasi-informasi yang benar yang terkait dengan fakta tersebut. Sehingga mendapatkan kesimpulan yang benar. Berikutnya meletakkan poin-poin penting landasan aqidah seperti Allah maha melihat, Allah maha tahu, Allah tidak pernah tidur dsb., agar tertanam dalam dirinya senantiasa ada pengawasan Allah dalam setiap amalnya.

Inilah yang mendorong ananda untuk senantiasa berkata jujur, walau dia melakukan kesalahan, anak akan mengakui dan segera meminta maaf atas kekeliruan yang dia buat. Saat anak berkata jujur dan kita ketahui itu sebuah kesalahan, bijaklah menyikapi dan mintalah seluruh informasi kronologi kejadiannya, jangan segera memarahi. Memarahi akan membuat anak menutup diri untuk menceritakan. Anak yang baik biasanya tidak dalam kesengajaan untuk berbuat salah, namun karena dirinya yang labil kesalahan-kesalahan itu sering terjadi maka disinilah pentingnya keterbukaan dan ibu selalu siap sedia membantu anak untuk lebih dewasa bersikap dan menuntunnya tidak lagi berbuat kesalahan yang sama.

Ada satu kisah seorang anak usia 14 tahun ketika dia berbuat suatu kesalahan, menurut dia kesalahan itulah yang terbesar yang pernah dia lakukan karena dia sudah merasa tidak sopan terhadap guru. Karena saking merasa bersalah diapun bercerita kepada bundanya.

“Bunda, aku sudah berbuat kesalahan, tidak berlaku sopan terhadap guru, pesan bunda sudah aku langgar, maafkan aku ya, kemungkinan aku akan dikeluarkan dari sekolah. Bunda jangan marah ya, aku sudah jujur pastinya aku tetap dapat pahala, sebab orang jujur walau dia salah tetap di surga.”

Teringat sebuah hadist :

عَنْ اَبــِى بَكْرٍ الصِّدِّيـْقِ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: عَلَـيْكُمْ بِـالصِّدْقِ، فَاِنــَّهُ مَعَ اْلبِرِّ وَ هُمَا فِى اْلجَنَّةِ. وَ اِيـَّاكُمْ وَ اْلكَذِبَ، فَاِنــَّهُ مَعَ اْلفُجُوْرِ وَ هُمَا فِى النـَّارِ. ابن حبان فى صحيحه

Dari Abu Bakar Ash-Shiddiq RA ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda : “Wajib atasmu berlaku jujur, karena jujur itu bersama kebaikan, dan keduanya di surga. Dan jauhkanlah dirimu dari dusta, karena dusta itu bersama kedurhakaan, dan keduanya di neraka”. [HR. Ibnu Hibban di dalam Shahihnya]

Mendengar pengakuannya tersebut, bundanya hanya berlapang dada dan mendengarkan dengan sabar kronologinya. Setelah mendengarkan kejujuran ceritanya, lalu berdoa, “ Ya , Allah semoga guru tersebut meluaskan dan melapangkan hatinya untuk memaafkan ananda.”

Wallaahu a’lam bishshowab.

Oleh: Yanti Tanjung, Penulis Buku Parenting ‘Menjadi Ibu Tangguh’

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
MHTI Kembali Menyelenggarakan Kongres Ibu Nusantara (KIN)
Miris, Pasca Gempuran ke Aleppo Jokowi Malah Tanda Tangan Kerjasama dengan Iran
Keutamaan Ilmu
Tata Cara Mandi Haid dan Mandi Junub
Peran besar muslimah dalam dakwah Islam
Aroma Mewangi Minyak Kasturi
Neraka Jahannam Sepanjang Hidup, Surga Sepanjang Hidup
Rizki di Tangan Allah
Pada Suatu Titik
Mencari Jalan Pulang
Jodoh : Memilih Atau Dipilih ?
Ketika Istri Merasa Tidak Bisa Membahagiakan Suami
Pastikan Izin Suami Jika Ingin Menjalankan Shaum Sunnah
Satu-satunya Cinta yang Perlu Ada dalam Pernikahan bahkan dalam Kehidupan
Kenapa Anakku Susah Banget Sih Disuruh Sholat?
Aku Peduli Iman Anakku
Anak Sukses Bermula dari Bangun Pagi
Jangan Sia-Siakan “Masa SMA”
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
Kisah Si Kaya dan Si Miskin (Pemilik Dua Kebun: Surat Al-Kahfi 32-44)
Gubernur Al-Hajjaj dan Pelajaran untuk Penguasa Durja
Nilai Ketaatan Isteri pada Suami
Nenek Penjaga Wahyu Al-Qur’an
Cara Mengatasi Anak Susah Makan
Asam Lambung Naik, Coba Obat Alami Ini
Popok Bayi Sekali Pakai VS Popok Kain
Bolehkah Ibu Hamil Makan Nangka?
Tips Merebus Telur yang Baik
Tips Meningkatkan Minat Membaca Buku
7 Tips Menyapih Anak
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
Tips Merebus Telur yang Baik
Resep Aneka Olahan Singkong
Nikmatnya Pangsit Kuah Hangat Buatan Sendiri
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga