Jadi Akhwat Jaga Kehormatan Walau Bercanda

Muslimahzone.com – Hari akhwat patah hati nasional. Bertebaran hashtag di medsos saat Muzammil Hasballah, seorang ikhwan muda hafidz Qur’an bersuara merdu melepas masa lajangnya pada 7 Juli lalu. Dia melangsungkan akad nikah seusai shalat subuh berjama’ah di salah satu Masjid di Aceh. Please deh, apa iya harus selebay itu sampai menjadikan hari itu hari akhwat patah hati?

Menikah merupakan kabar bahagia karena itu berarti seorang laki-laki dan perempuan sedang menyempurnakan separuh agamanya. Menjalani sunnah Rasulullah SAW. Menghindari kemaksiatan pacaran. Menjaga hati. dan seabreg kebaikan lainnya. Lalu apakah layak disambut dengan kesedihan apalagi dilabeli kata nasional.

Akhwatifillah, sebagai seorang perempuan Allah telah memerintahkan kita untuk menjaga kehormatan diri. Salah satunya dengan menutup aurat secara syar’i.

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Ahzab : 59)

…وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya…  (QS. An Nuur : 31)

Allah juga memerintahkan para perempuan agar memiliki rasa malu. 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنَّ لِكُلِّ دِينٍ خُلُقًا ، وَإنَّ خُلُقَ الإسْلاَمِ الحَيَاء

“Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan akhlak Islam itu adalah rasa malu.” (HR. Ibnu Majah no. 4181)

Sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain,

الحَيَاءُ وَالإيمَانُ قُرِنَا جَمِيعًا ، فَإنْ رُفِعَ أحَدُهُمَا رُفِعَ الآخَر

“Malu dan iman itu bergandengan bersama, bila salah satunya di angkat maka yang lainpun akan terangkat.”(HR. Al Hakim dalam Mustadroknya 1/73. Al Hakim mengatakan sesuai syarat Bukhari Muslim, begitu pula Adz Dzahabi)

Lalu apakah yang dapat tergambar jika banyak akhwat apalagi yang telah memahami Islam dengan mudahnya menyatakan kepada khalayak ramai melalui medsos bahwa ia patah hati?

Apakah itu merupakan bentuk menjaga kehormatan diri?

Apalagi laki-laki yang dimaksud bukan seseorang yang dikenalnya. Tidak ada hubungan apa-apa dengannya?

Kalaupun hanya sekedar bercanda, sepertinya tidak elok terlihat. Perempuan  harus tetap menjaga kehormatan walau dalam candaan. Bukankah kita telah mengetahui bahwa tidak boleh ada dusta dalam bercanda. Apakah kalian sedang berniat untuk berdusta lewat canda?

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Celakalah seseorang yang berbicara dusta untuk membuat orang tertawa, celakalah ia, celakalah ia.” (HR. Imam Ahmad, Abu Dawud dan Tirmidzi)

Hijab syar’i yang sudah membalut janganlah ternodai oleh sebuah status di media sosial. Bukankah kita mengagumi para sosok shahabiyah? Bukankah kita ingin menteladani mereka? Lalu apakah mereka pernah mencontohkan hal yang demikian?

Sudah saatnya kita berbenah. Terus memperbaiki diri. Jangan terpengaruh dengan lingkungan kehidupan saat ini yang memang jauh dari aturan Islam. Jangan-jangan tanpa sadar kita sudah terasuki oleh paham bebas saat ini dimana perempuan tak lagi bisa menjaga dirinya. Membiarkan dirinya melakukan apapun sekehendaknya tanpa memikirkan boleh atau tidak dalam Islam. Yang penting eksis. Naudzubillah.

Semoga kita terhindar dari hal yang demikian. Dan semoga jika waktunya tiba nanti, jodoh kalian akan menghampiri. Hanya tinggal mempersiapkan diri.

Wallahu’alam.

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk