Bogor Islamic Book Fair: Bedah Buku ‘Menggenggam Bara Islam’

BOGOR, (Muslimahzone.com) – Rangkaian Bogor Islamic Book Fair telah memasuki hari ke-3. Pengunjung yang menghadiri pameran buku di kota hujan sore ini cukup padat.

Acara yang digelar sejak jum’at, (9/10/2015) ini menghadirkan beberapa acara di panggung utama.Di antara acara yang digelar di hari ini, ahad (11/10) adalah bedah buku karya Abay Abu Hamzah yang berjudul “Menggenggam Bara Islam”.

Acara yang dimulai pukul 16.00-17.30 WIB ini menghadirkan Ustadz Abay selaku penulis  buku secara langsung bersama Penerbit Mabda untuk mengupas isi buku yang beliau tulis.

Dari pemaparan penulis, motif yang mendasari penulisan buku ini adalah ketika beliau membaca sebuah kalimat dalam sebuah buku yang inspiratif sekali bagi beliau berjudul ‘Peraturan Hidup dalam Islam’.

“Adapun akal ia tidak mampu menolak kebenaran meskipun ia berpura pura,” katanya mengutip salah satu kalimat dari buku karya Syaikh Taqiyuddin an Nabhani itu. Beranjak dari sanalah buku ini lahir.

Selanjutnya beliau menjelaskan pula alasan mengapa menggunakan kata ‘menggenggam’ sebagai judul bukunya, bukan kata ‘memeluk’ Islam.

“Memeluk itu identik dengan enak, hangat, padahal dalam Islam tidak selalu seperti itu,” ungkapnya.

Menurut pendapatnya, menjadi seorang muslim justru sering menghadapi sesuatu yang tidak enak seperti yang dialami sahabat Bilal bin Rabbah atau Sumayyah yang mendapatkan siksaan yang keras dari kaum kafir. 

Maka benarlah apa yang disampaikan Rasulullah bahwa orang yang hidup di masa seperti sekarang ini adalah seperti menggenggam bara api. Maka kata ‘memeluk’ akhirnya menjadi padanan kata yang bagi penulis tidak pas untuk digunakan.

Contoh kasus yang menggambarkan sulitnya menggenggam Islam menurut Ustadz Abay, misalnya terjadi pada akhwat yang baru berhijrah maka ia akan  sangat sulit melewati ujiannya, diantaranya dengan jilbab yang dia kenakan.

Beberapa pertanyaan diajukan oleh peserta acara, pertama dari M. Ardiansyah terkait ketakutan-ketakutan yang dihadapi remaja yang masih berjiwa labil. Ia ingin berdakwah namun ketakutan itu menghalangi dan menyebabkan dakwah terbengkalai. Bagaimana agar dakwah bisa sejalan dengan aktifitas lain?

Adapun pertanyaan kedua yaitu dari peserta akhwat yaitu Dwiza, ia menanyakan bagaimana kiat memulai menulis agar mudah karena suka kehilangan ide.

Penulis memberikan jawaban singkat untuk keduanya. Pertama bahwa resiko akan selalu ada dalam kehidupan namun banyak yang menggunakan dakwah sebagai ‘kambing hitam’ ketika menemui kegagalan. Padahal faktor kegagalan bisa jadi adalah hal lain misalnya malas dan sebagainya. Maka solusinya adalah dengan menata ulang jadwal dan fokuskan hidup untuk lebih memikirkan umat.

Adapun tips menulis bagi penanya kedua adalah :

  1. Jadikan menulis itu tidak istimewa. Biasa aja. Seperti bersin atau menguap yang tidak perlu menunggu mood datang 
  2. Kemudian setelahnya jadikanlah menulis sebagai kebiasaan. Menulis dimanapun. Kalaupun hasilnya jelek tidak apa-apa karena tidak ada sebenarnya yang menuntut kita harus menulis bagus.
  3. Permasalahan utama bagi yang baru mulai menulis adalah keinginan untuk langsung menghasilkan karya bagus.

Penulis juga berbagi pengalamannya saat menulis beberapa karyanya yang sudah banyak beredar.

“Mari kita merancang akhir kehidupan yang indah dengan menggenggam bara Islam,” demikian ungkapan Ustadz Abay mengakhiri acara bedah buku hari ini.

(fauziya/muslimahzone.com)

 

Leave a Reply

Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
MHTI Kembali Menyelenggarakan Kongres Ibu Nusantara (KIN)
Miris, Pasca Gempuran ke Aleppo Jokowi Malah Tanda Tangan Kerjasama dengan Iran
Keutamaan Ilmu
Tata Cara Mandi Haid dan Mandi Junub
Peran besar muslimah dalam dakwah Islam
Aroma Mewangi Minyak Kasturi
Neraka Jahannam Sepanjang Hidup, Surga Sepanjang Hidup
Rizki di Tangan Allah
Pada Suatu Titik
Mencari Jalan Pulang
Jodoh : Memilih Atau Dipilih ?
Ketika Istri Merasa Tidak Bisa Membahagiakan Suami
Pastikan Izin Suami Jika Ingin Menjalankan Shaum Sunnah
Satu-satunya Cinta yang Perlu Ada dalam Pernikahan bahkan dalam Kehidupan
Kenapa Anakku Susah Banget Sih Disuruh Sholat?
Aku Peduli Iman Anakku
Anak Sukses Bermula dari Bangun Pagi
Jangan Sia-Siakan “Masa SMA”
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
Kisah Si Kaya dan Si Miskin (Pemilik Dua Kebun: Surat Al-Kahfi 32-44)
Gubernur Al-Hajjaj dan Pelajaran untuk Penguasa Durja
Nilai Ketaatan Isteri pada Suami
Nenek Penjaga Wahyu Al-Qur’an
Cara Mengatasi Anak Susah Makan
Asam Lambung Naik, Coba Obat Alami Ini
Popok Bayi Sekali Pakai VS Popok Kain
Bolehkah Ibu Hamil Makan Nangka?
Tips Merebus Telur yang Baik
Tips Meningkatkan Minat Membaca Buku
7 Tips Menyapih Anak
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
Tips Merebus Telur yang Baik
Resep Aneka Olahan Singkong
Nikmatnya Pangsit Kuah Hangat Buatan Sendiri
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga