IRT, Mengenal Tabungan Emas Logam Mulia

MuslimahZone.com – Hari ini banyak sekali tawaran-tawaran investasi bagi para ibu rumah tangga, baik investasi berupa modal usaha (aset aktif) maupun tabungan jangka panjang berupa deposito, Reksadana, tabungan Emas berupa perhiasan ataupun Logam Mulia, tabungan Dinar Emas, dll. Kali ini Muslimahzone akan sedikit mengupas tentang investasi Emas Logam Mulia (LM). Berikut ulasannya.

Pakar keuangan Ligwina Hananto dalam Wanita Indonesia lebih menyarankan untuk berinvestasi dalam bentuk Emas Logam Mulia dibandingkan dalam bentuk perhiasan. Perhiasan akan mengikuti mode, jadi modelnya belum tentu longlasting, sehingga ada nilai susut perhiasan, toko mas perlu melebur perhiasan itu untuk dibuat model yang lebih baru.

Kelebihan Emas LM: barangnya ada, jadi tidak perlu belajar terlalu banyak. Cukup pergi beli emasnya di toko mas. Mau beli dan jual cukup jelas. Sangat liquid. Kelebihan lain, emas LM cenderung lebih stabil, kenaikannya dalam 10 tahun terakhir bisa mengalahkan inflasi.

Kelemahannya, rata-rata kenaikan Emas LM 15% pertahun dalam 10 tahun terakhir. Sehingga dalam perencanaan keuangan, asumsi yang digunakan harus lebih rendah dari 15%, misal 10%. Maka, emas masuk dalam produk investasi rutin untuk jangka waktu 5 sampai 10 tahun. Kelemahan lain, membeli Emas LM biasanya 10gr, 25gr, 50gr, 100gr, maka minimum pembelian bisa Rp 5 juta.

Tidak disarankan membeli emas dengan sistem titip atau gadai karena biaya tinggi. Juga tidak disarankan membeli emas cicilan sementara barangnya tidak segera di tangan kita. Jadi, tabungan Emas LM sangat cocok untuk tujuan finansial jangka panjang seperti dana pendidikan, tabungan haji, dll.

Ligwina juga menyarankan bahwa kita harus benar-benar mengerti tujuan finansial dari tabungan atau investasi tersebut, jadi tidak sekedar menimbun harta atau ingin menjadi kaya. Menurutnya fokus tabungan jangka panjang itu bukan karena ingin kaya tapi karena ada kebutuhan finansial yang harus dipersiapkan.

“Saya termasuk orang yang tidak tertarik untuk jadi kaya. Saya memilih hidup ‘cukup’. Cukup itu kapan pun sangat relatif mengikuti perkembangan hidup. Sebetulnya ini esensi perencanaan keuangan, upaya mencapai tujuan finansial, bukan mengejar return atau jadi kaya.” Tutur Ligwina.

(esqiel/muslimahzone.com)

Komentar Anda

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Menikah Muda Why Not ?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Anak-anak dan Membaca
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Wanita Muslimah yang Tangguh
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Tips Kecantikan ala Aisyah Istri Nabi
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk