Inilah Proses Melahirkan Seorang Ibu

MuslimahZone.com – Proses kelahiran seorang anak adalah penentuan hidup dan mati seorang Ibu. Mungkin bagi anak, belum pernah terpikir seberapa besar penderitaan seorang Ibu ketika melahirkannya.

Wanita telah diberikan tanggung jawab besar untuk berperan penting dalam melanjutkan keturunan. Meski sering dianggap sebagai kaum yang lemah, wanita pada dasarnya adalah makhluk paling kuat yang telah diciptakan Allah ta’ala.

Proses melahirkan seorang anak menjadi bukti betapa luar biasanya kekuatan seorang wanita untuk bertahan demi hidupnya dan hidup anak yang dikandungnya. Rasa stress, tekanan, dan sakit yang dijalani selama masa mengandung mencapai puncak ketika melahirkan.

Besaran rasa sakit saat melahirkan memang bersifat sangat individual. Tiap perempuan akan mengalami rasa sakit yang berbeda derajatnya sepanjang proses melahirkan.

Menurut Achmad Mediana SpOG, dokter spesialis kebidanan dan kandungan yang berpraktik di Kemang Medical Centre, ada perempuan yang di pembukaan satu dan dua saja sudah sangat kesakitan. “Tetapi, ada juga yang sudah bukaan delapan hingga bayi keluar sempurna, justru tak merasakan sakit yang berarti,” ucapnya seperti dikutip dari republika.

Lalu bagaimana proses kelahiran itu, berikut sedikit ulasannya:

Di ujung masa kehamilan, otot-otot di daerah rahim akan berkontraksi untuk membuka jalan lahir bagi bayi. Saat berkontraksi, otot akan mengerut kencang sehingga menghambat aliran darah di dalamnya. Kesakitan yang ditimbulkan oleh kontraksi otot rahim kurang lebih mirip dengan rasa yang muncul ketika jemari diikat karet dengan kencang. Terhentinya aliran darah, itulah yang menyakitkan. “Melahirkan memang sakit dan itu pasti,” jelas dr. Achmad.

Proses melahirkan terkadang diawali oleh kontraksi Braxton Hicks alias kontraksi palsu. Disebut demikian karena munculnya tidak teratur dan rasa keram perut perlahan sirna. Setelah itu, kontraksi persalinan datang dengan teratur dengan kemunculan semakin lama semakin cepat. Misalnya, kontraksi awal datang setiap 10 menit sekali yang kemudian berubah semakin cepat menjadi dua menit sekali. Proses ini akan berlangsung kurang lebih satu jam.

Selanjutnya, ibu hamil akan masuk pada tahap pembukaan yang terdiri atas dua fase. Pembukaan dimulai dengan fase awal, yakni dari satu sentimeter sampai empat sentimeter. Pada fase ini, kontraksi akan timbul kira-kira dua menit sekali.

Lanjut ke pembukaan empat sentimeter dan seterusnya, kontraksi akan semakin hebat dan terasa sekitar tiga sampai empat kali dalam 10 menit. Bila sudah mencapai bukaan ke sepuluh, barulah disebut bukaan sempurna. Bayi akan keluar pada tahap ini.

Terkadang, banyak ibu yang tidak tahan akan sakitnya rasa kontraksi. Belum lagi bukaan akhir, mereka menyerah dan memilih melahirkan secara caesar. “Agar mampu teratur mengambil napas saat proses persalinan, sebaiknya lakukan senam hamil sejak kehamilan memasuki 28 minggu,” saran Achmad.

Penyulit kelahiran, lanjut Achmad, paling sering berasal dari anemia. Akibatnya, ibu hamil kerap mengalami perdarahan ataupun keguguran. Ada pula kasus preeklampsia yang terjadi pada sebagian wanita.

Dokter Achmad menjelaskan bahwa Preeklampsia menyebabkan tekanan darah berubah menjadi tinggi. Risikonya bayi tidak bisa diselamatkan. Kejadian seperti ini terjadi akibat sang ibu tidak bisa mengontrol makanannya sehingga berat badan naik secara berlebihan. Preeklampsia juga bisa terjadi bagi penderita diabetes.

Oleh karena itu, Ibu hamil harus benar-benar fokus dan peduli terhadap asupan gizi yang masuk ke tubuh. Jangan sembarangan melahap makanan. Upayakan terus berkonsultasi dengan dokter kandungannya. Peran suami juga sangat penting dan wajib mendampingi sang istri dalam persalinan. “Ini kewajiban suami untuk menguatkan mental sang istri,” ujar Achmad.

Meski telah mengetahui resiko yang akan dihadapi ketika melahirkan, ternyata rata-rata para Ibu tidak pernah sekalipun memikirkan tentang kesakitan itu. Tidak pernah ada penyesalan yang terlintas ketika memeluk bayi yang baru dilahirkan. Yang ada hanyalah kepuasan dan rasa lega yang besar. Bagi Ibu, anak mereka adalah sesuatu yang harus mereka lindungi hingga akhir hayat.

Beberapa bahkan rela menukar nyawanya demi kehidupan anaknya ketika dihadapkan pada suatu pilihan sulit. Maka dari itu, genggamlah erat selalu tangan Ibu, ekspresikan betapa bersyukurnya Anda telah dilahirkan di dunia ini!

Subhanallah …

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk