Inilah Mujahid Kecil yang Syahid di Perang Badar

Muslimahzone.com – Islam dipenuhi dengan barisan pemberani yang rela menukar nyawa demi kejayaan agama Allah Ta’ala. Di dalamnya terdaftar banyak mujahid dengan kisah yang menggetarkan jiwa. Bukan hanya dari sosok dewasa atau pemuda, tetapi juga kalangan lanjut usia dan anak-anak, semuanya berbaris rapi di garda terdepan jihad di jalan Allah Ta’ala.

Ketika rombongan pasukan Badar menuju ke medan tempur, mujahid kecil ini berlari-lari ke sana kemari seraya bersembunyi. Ia bukan takut berada dalam rombongan pasukan pejuang tersebut, tapi khawatir jika keberadaannya diketahui oleh Rasulullah Saw.

Pasalnya, ia masih sangat belia. Jika diketahui sang Nabi, ia pasti dilarang untuk turut serta dalam perang yang membedakan antara kaum muslimin dan kaum kafir ini.

Sayangnya, keberadaannya justru diketahui oleh kakaknya sendiri. Sang kakak berkata, “Kenapa kamu berlarian, Adikku?” Jawab sang adik, “Aku khawatir,” lanjutnya, “jika Rasulullah Saw mengetahui keberadaanku, beliau akan melarangku ikut berjihad karena masih kecil.”

Rupanya, Sang Nabi mengetahui keberadaan sang mujahid kecil ini. Beliau pun memerintahkannya agar pulang. Tapi, sang mujahid menolak. Ia bersikukuh. Tekadnya bulat, niatnya lurus. Syahid. Itulah satu-satunya argumen yang dia sampaikan kepada Nabi Muhammad Saw.

Karena melihat semangat dan kesungguhan yang terpancar dari sang mujahd kecil, Nabi mengizinkannya ikut berperang. Dalam riwayat ini tidak disebutkan perannya sebagai apa. Yang jelas, beliau telah memiliki semangat baja dan tekad yang bulat untuk menegakkan kalimat Allah Ta’ala melalui jihad di jalan-Nya.

Qadarullah, mujahid kecil ini syahid. Niatnya dibalas tunai oleh Allah Ta’ala. Beliau tidak mati konyol. Beliau juga tidak bunuh diri. Beliau menukar dirinya dengan surga yang lebih luas dari langit dan bumi ketika usianya masih belia.

Semoga Allah Ta’ala menerima kesyahidan mujahid kecil ini. Beliau adalah Umair bin Abi Waqqash, adik kandung Sa’ad bin Abi Waqqash. Inilah sosok amat inspiratif yang menukar dirinya degan surga ketika anak-anak seusianya di zaman kita ini sibuk dengan dunia dan permainannya yang melenakan.

Semoga Allah Ta’ala menganugerahkan kepada kita anak-anak dengan kualitas tauhid seperti Umair bin Abi Waqqash ini, aamiin.

(kisahikmah/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk