Inilah Aneka Penyakit Rumah Tangga yang Perlu Dijauhi

MuslimahZone.com – Allah menciptakan aneka macam penyakit bagi manusia di bumi ini. Namun, penyakit yang akan dibahas kali ini bukanlah penyakit biasa walaupun nama-namanya sudah tidak asing bagi kita. Penyakit-penyakit ini kerap menimpa hubungan dalam rumah tangga. Apa saja penyakit itu?

Inilah tulisan Ukhti Kiki Barkiah dari Batujajar, Jawa Barat yang insyaAllah dapat membantu pasutri agar dapat menghindari penyakit-penyakit tersebut.

Suatu malam kami berdiskusi
Saya: “pak, bapak bahagia menikah dengan ummi?”
Suami: “bahagia mi”
Saya: “Alhamdulillah ya pak kita mah baik-baik aja, ngeliat curhatan ibu-ibu yang masuk ke inbox soal masalah rumah tangga, kasian teh pak, macem-macem pisan, ngeri!”
Suami: “Bukan berarti kita teh gak punya masalah ya mi!”
Saya: “Iya itu mah gimana kita nya we menghadapi masalah, kalo dilihat positif mah da jadi positif”

Melihat problematika rumah tangga yang dikonsultasikan dalam inbox, mengingatkan saya untuk senantiasa bersyukur atas kenikmatan menjalankan bertahun-tahun rumah tangga yang penuh kebahagiaan. Bahkan selama menikah, rasanya tidak pernah merasakan adanya perselisihan yang sangat serius baik dengan pasangan maupun dengan anak-anak. Kami sadar, begitu banyak hal di sekeliling kita yang bisa menjadi sumber permasalahanan jika kita memilih untuk menjadikannya sumber permasalahan. Namun di saat yang sama, permasalahan tersebut bisa menjadi sumber perbaikan dan peningkatan kehidupan bagi siapa yang memilih untuk menjadikannya sumber kebaikan.

Ya! kami memilih untuk hidup bahagia karena kami berusaha menghindari penyakit-penyakit yang dapat menyebabkan munculnya konflik dalam berumah tangga. Beberapa penyakit penyebab konflik dalam rumah tangga yang kami hindari adalah sebagai berikut:

1. Kapalan: kagak patuh Al-Quran (Anggota keluarga sering melanggar syariah)
2. Kutilan: Kurang tau ilmu pernikahan (Kurang memahami hak dan kewajiban suami-istri, hak dan kewajiban sebagai orang tua dan anak, ilmu pengasuhan dan pendidikan anak)
3. Kurap: kurang rapat (Kurang pertemuan dan komunikasi antar anggota keluarga)
4. Kutuan: Kurang tau arah dan tujuan (tidak memiliki visi dan misi keluarga)
5. Kusta: Kurang sabar meraih cita (Kurang sabar dalam menjalani proses di masa-masa kesulitan, kurang sabar dalam menunggu keadaan menjadi lebih baik)
6. Kudis: Kurang duit selalu habis (Tidak pernah merasa cukup akan harta yang diterima. Tidak bisa hidup sederhana)
7. Kumel: Kurang menghargai lawan (Tidak membangun sikap saling menghormati dan menghargai antar keluarga)
8. Kucel: Kurang cerita ditel (Kurang mengungkapkan harapan secara detail kepada anggota keluarga lainnya)
9. Kadas: kagak adil dan seimbang (ada hal yang terlalu berlebihan di dalam keluarga)
10. Bisulan : Bila sekedar uang lancar (hubungan keluarga sekedar transaksi ekonomi)
11. Mencret: Mencari yang ribet (Mempersulit diri, tidak mencari kemudahan dalam menjalani kehidupan)
12. Sembelit: Sedekah, memberi, berbagi, sangat pelit
13. Meriang: Menengok istri jarang (Kurang terpenuhinya kebutuhan biologis pasangan)
14. Korengan: Koordinasi enggan dilakukan (Tidak ada kerjasama antar anggota keluarga)
15. Tipes: Tidak peduli perasaan (Bila ada salah satu anggota keluarga bersifat egois dan kurang berempati terhadap orang lain)
16. Diare: Dibiarin aje! (tidak peka terhadap permasalahan atau tidak mau berupaya menyelesaikan masalah)
17. Asma: Asal menyapa (Pola hubungan tidak bermakna, pola komunikasi tidak berbobot)
18. Asam Urat: Abaikan simpanan amal untuk akhirat (Keluarga yang tidak mempersiapkan kehidupan akhirat)
19. Encok: Enggan cocok (Lebih banyak mempermasalahkan perbedaan dibanding mencari kesamaan)
20. Kanker: Kehilangan etos kerja
21. Mual: Mengabaikan urusan halal (Keluarga tidak memperhatikan kehalalan sumber harta dan makanan yang dimakan)
22. Jerawat: Jarang berdoa lewat shalat (Tidak meminta pertolongan Allah dengan mendekatkan diri kepada-Nya)
23. Influenza: Interfensi luar menambah masalah (Adanya permasalahan yang ditimbulkan dari pihak luar)
24. Jantung: Jarang berhitung (Bersikap tanpa mempertimbangkan baik buruknya)
25. Malaria: Mencari pelarian (memilih untuk lari dari masalah dengan mencari pelarian dalam hal keburukan)

Insya Allah, saya sangat percaya bahwa kebahagiaan rumah tangga bisa kita raih jika kita menghidarkan diri dari 25 penyakit penyebab konflik dalam rumah tangga. Selamat memilih bahagia! Karena bahagia itu bukanlah keadaan pemberian, bahagia itu adalah pilihan!

(fauziya/muslimahzone.com)

 

No Responses

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk