Hukuman bagi Anak

Muslimahzone.com – Seringkali tingkah polah anak sangat menyebalkan, berlaku tidak sopan, selalu membantah, tidak mau melakukan kebaikan, malah mengulang-ulang perbuatan yang dilarang. Sering pula ibu tidak sabar menghadapi, kehilangan strategi lantas bertindak fisik dan memberi sejumlah sangsi.

Ada juga yang membiarkan saja perilaku buruk anak, tumbuhlah benih-benih pembentuk kepribadian yang cacat yang akhirnya berkembang hingga anak dewaa, ibupun menjadi sulit membenahi. Lantas perlukah hukuman dalam mendidik anak dan sejauh mana hukuman tersebut bisa efektif?

Islam hanya membolehkan hukuman saat anak berusia prabaligh, itupun bila anak tidak disiplin melaksanakan syariah. Anak usia dini tidak diperkenankan diberikan hukuman baik fisik maupun nonfisik, karena usia ini mengoptimalkan konsep diri positif dan stimulasi dini.

Hukuman fisik boleh dilakukan saat anak usia 10 tahun dan tidak boleh melukai. Abu Daud (no. 495) dan Ahmad (6650) telah meriwayatkan dari Amr bin Syu’aib, dari bapaknya dari kakeknya, dia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

مُرُوا أَوْلادَكُمْ بِالصَّلاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ ، وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ ، وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ (وصححه الألباني في “الإرواء”، رقم 247)

Perintahkan anak-anak kalian untuk melakukan shalat saat usia mereka tujuh tahun, dan pukullah mereka saat usia sepuluh tahun. Dan pisahkan tempat tidur mereka.” (Dishahihkan oleh Al-Albany dalam Irwa’u Ghalil, no. 247)

Adapun usia 7 tahun hingga 9 tahun lebih, boleh dilakukan hukuman nonfisik, misalkan didiamkan selama 1 jam dan diberi tugas tahfidz 1 halaman, dengan sebelumnya anak sudah disosialisasikan kenapa hukuman diberikan.

Hukuman pun diberikan setelah ibu sudah mengenalkan dengan baik siapa sang Kholik bagi anak dan menunjukkan kemahabesaran Allah pada anak, hingga anak merasakannya. Berikutnya ukurlah rasa syukur yang anak punya, karena rasa syukur inilah modal ketaatan anak.

Sedangkan anak usia baligh sesungguhnya sudah tidak memerlukan hukuman dari orang tua, karena yang berperan adalah Khilafah (hukum syari’at telah berlaku padanya-red).

Demikian, sesungguhnya hukuman fisik bisa jadi tidak dibutuhkan bila stimulasi dini kepribadian Islam anak sukses dilakukan.

Oleh: Yanti Tanjung, Penulis buku parenting “Menjadi Ibu Tangguh”

(fauziya/muslimahzone.com)

One Response

  1. dedy purwanto

Leave a Reply

Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
MHTI Kembali Menyelenggarakan Kongres Ibu Nusantara (KIN)
Miris, Pasca Gempuran ke Aleppo Jokowi Malah Tanda Tangan Kerjasama dengan Iran
Keutamaan Ilmu
Tata Cara Mandi Haid dan Mandi Junub
Peran besar muslimah dalam dakwah Islam
Aroma Mewangi Minyak Kasturi
Neraka Jahannam Sepanjang Hidup, Surga Sepanjang Hidup
Rizki di Tangan Allah
Pada Suatu Titik
Mencari Jalan Pulang
Jodoh : Memilih Atau Dipilih ?
Ketika Istri Merasa Tidak Bisa Membahagiakan Suami
Pastikan Izin Suami Jika Ingin Menjalankan Shaum Sunnah
Satu-satunya Cinta yang Perlu Ada dalam Pernikahan bahkan dalam Kehidupan
Kenapa Anakku Susah Banget Sih Disuruh Sholat?
Aku Peduli Iman Anakku
Anak Sukses Bermula dari Bangun Pagi
Jangan Sia-Siakan “Masa SMA”
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
Kisah Si Kaya dan Si Miskin (Pemilik Dua Kebun: Surat Al-Kahfi 32-44)
Gubernur Al-Hajjaj dan Pelajaran untuk Penguasa Durja
Nilai Ketaatan Isteri pada Suami
Nenek Penjaga Wahyu Al-Qur’an
Cara Mengatasi Anak Susah Makan
Asam Lambung Naik, Coba Obat Alami Ini
Popok Bayi Sekali Pakai VS Popok Kain
Bolehkah Ibu Hamil Makan Nangka?
Tips Merebus Telur yang Baik
Tips Meningkatkan Minat Membaca Buku
7 Tips Menyapih Anak
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
Tips Merebus Telur yang Baik
Resep Aneka Olahan Singkong
Nikmatnya Pangsit Kuah Hangat Buatan Sendiri
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga