4 Hormon Penting yang Bekerja dalam Proses Melahirkan

Muslimahzone.com – Mahabesar Allah yang telah begitu detail merancang jaring-jaring pengaman dalam proses hamil dan bersalin. Salah satu jaring pengaman tersebut adalah kombinasi yang rumit dan seimbang dari hormon-hormon yang dibutuhkan untuk membantu kelancaran fungsi-fungsi dalam proses hamil dan melahirkan.

Perubahan tingkat hormon yang saling mempengaruhi selama proses melahirkan merupakan salah satu aspek kehamilan yang paling mengagumkan dan sulit dimengerti, begitu kata Ina May Gaskin -seorang bidan terkenal asal Amerika- dalam bukunya yang berjudul Segala Hal tentang Melahirkan yang Harus Anda Ketahui.

Dalam buku ini dijelaskan cukup detail tentang hormon-hormon apa saja yang bekerja dalam proses melahirkan. Prostaglandin, oksitosin, adrenalin, dan endorfin merupakan beberapa kombinasi kimia penting dalam mengatur kontraksi rahim, merangsang respon ibu dan bayi (secara emosi dan tindakan) yang sangat penting agar bayi yang baru lahir tersebut dapat beradaptasi di dunianya yang baru.

1. Prostaglandin

Hormon prostaglandin alami membantu melunakkan dan menipiskan leher rahim agar siap untuk menjalani proses melahirkan.  Selain dihasilkan oleh tubuh ibu, hormon prostaglandin ini juga terkandung dalam sperma ayah.

Sehingga dapat disimpulkan, bahwa hubungan seksual yang menyenangkan pada pekan terakhir masa kehamilan dapat membantu tubuh seorang ibu menjalani proses melahirkan. Beberapa pendapat juga menyatakan bahwa prostaglandin juga terkandung dalam minyak zaitun.

2. Oksitosin

Berikutnya adalah hormon oksitosin. Oksitosin menyebabkan terjadinya kontraksi pada rahim. Kemudian, setelah bayi keluar dari vagina, naiknya tingkat oksitosin pada ibu dan bayi merangsang insting dari keduanya yang seringkali disebut sebagai jatuh cinta.

Mereka saling bertatap mata dengan rasa terima kasih dan kagum. Rangsangan pada puting payudara juga menyebabkan mengalirnya oksitosin ke dalam pembuluh darah yang ada pada vagina dan cairan ini merangsang terjadinya kontraksi pada otot rahim.

Dalam buah kurma juga mengandung oksitosin alami. Hisapan bayi pada payudara ibu beberapa saat setelah melahirkan membantu mengeluarkan plasenta dan membantu proses penutupan rahim, sehingga dapat mencegah pendarahan dari tempat lepasnya plasenta.

3. Adrenalin

Kombinasi berikutnya adalah adrenalin. Jika oksitosin adalah akselerator kelahiran, maka adrenalin adalah “rem”nya. Tingkat adrenalin yang tinggi mempercepat detak jantung dan membuat kita jadi lebih kuat dan lebih cepat sehingga kita bisa melawan atau melarikan diri.

Terkadang adrenalin bisa menghentikan proses persalinan namun terkadang pula malah menimbulkan apa yang disebut dengan fetal ejection reflex (refleks mengeluarkan janin dari rahim), adrenalin yang naik secara tiba-tiba memberikan kekuatan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proses persalinan.

4. Endorfin

Kategori hormon ketiga yang mempengaruhi proses persalinan adalah endorfin. Endorfin adalah opium alami. Ketika kita melakukan usaha fisikal, tingkat endorfin akan naik, khususnya ketika kita merasa hangat, dicintai, mendapat dukungan, dan tidak merasakan ketakutan.

Endorfin merupakan anugrah Allah, ia berperan untuk mengurangi rasa sakit dan memberi rasa kepuasan yang disertai dengan selesainya pekerjaan.

Di sinilah pendamping persalinan dan tenaga medis, memiliki peran untuk memberi kenyamanan spiritual dan psikologis kepada sang ibu yang sedang menempuh persalinannya. Kondisi spiritual yang yakin, perasaan yang nyaman, keadaan yang aman dan privat tentu membuat ibu lebih rileks dalam proses persalinannya.

Sebaliknya, kondisi spiritual yang rapuh, keadaan yang takut, cemas, dan tidak nyaman -karena ramai dan tidak privat- dapat  memicu hormon-hormon yang dapat menghambat atau menghalangi proses melahirkan. Wallahua’lam.

Oleh: Evanov Rahayuev (Trainee doula AMANI [Assisting Mother for Active, Natural, and Instinctive Birthing] 2015)

(esqiel/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk