Guru Ketiga Anak

MuslimahZone.com – Seorang anak perempuan berusia sekitar empat tahun sibuk bertanya pada ibunya. Selesai satu pertanyaan ia bertanya lagi. Pada saat bersamaan si ibu pun sedang menghadapi paman si anak tersebut. Merasa terganggu oelh keponakannya, si paman meremas bungkus rokok miliknya lalu melemparkannya pada mulut keponakannya, sambil berkata, “Dasar cerewet!”

Si anak tentu kaget lalu menangis dan menjerit. Selain sakit di bagian mulutnya, ia juga merasa sakit hati menerima perlakuan kasar pamannya itu. Si ibu pun menghiburnya.

Kini, anak perempuan itu sudah memiliki dua anak. Meski pengalaman buruk itu sudah berlalu lebih dari 35 tahun, tapi ia merasa seolah-olah baru terjadi kemarin. Ia merasa benci pada sang paman sekaligus kecewa pada ibunya yang menurutnya tidak membelanya. Hiburan yang dibrikan saat itu ala kadarnya dan tidak menyelesaikan persoalan. Ia pun trauma melihat barang-barang yang ada kaitannya dengan rokok seperti asbak atau korek api.

“Pengalaman itu entah mengapa membuat saya sering takut bertanya dan tak ingin berusaha mencari tahu lebih jauh lagi tentang satu hal yang saya pelajari,” ujar perempuan yang sudah meraih gelar master dari dua bidang yang berbeda itu.

Kisah lain terjadi di dalam sebuah pelatihan motivasi untuk anak-anak sekolah dasar di ibukota. Trainer memberikan arahan tentang pentingnya berhati-hati dalam melihat gambar atau tayangan di internet dan televisi. Salah seorang anak tampak menerawang dan tersenyum-senyum sendiri, tanpa enyimak materi yang sedang dijelaskan.

Si anak lalu diajak berbicara. Meski awalnya mengelak tapi akhirnya mengaku bahwa ia pernah menyaksikan adegna film dewasa di telepon genggam sopirnya selama 10 menit setiap hari.

Ketika informasi tersebut dicek, ibunya membenarkan hal itu. “Begitu ketahuan, sopir itu langsung saya pecat,” ujar si ibu. Namun meski si sopir sudah pergi, dampak dari tindakannya tetap tertinggal di otak si anak dan menimbulkan penyimpangan perilaku. Si anak sering bengong, tidak dapat memahami instruksi sederhana, dan jika ditanya jawabannya seringkali tidak nyambung.

Dua kisah di atas menggambarkan tentang peran “guru ketiga” bagi anak, yaitu lingkungan, setelah dua guru utama: orangtua dan guru di sekolah. Banyak orangtua yang tidak menyadari peran sekaligus bahaya dari guru ketiga ini, antara lain: pembantu rumah tangga, sopir, kerabat, tetangga, bahkan tamu yang datang. Semua itu dapat menjadi guru bagi anak.

Tak cukup hanya mengikuti pelatihan ornagtua dan mencarikan sekola yang baik, namun juga penting untuk mengkondisikan guru ketiga ini agar tidak merusak anak baik fisik maupun mentalnya. Pada kisah pertama, si ibu sebaiknya memberitahu adiknya (paman si anak) bahwa hal itu tidak pantas dilakukan. Masalah harus tuntas, hingga si anak tidak membawa beban masalah itu hingga ia dewasa.

Memang tidak mudah mengedukasi guru ketiga ini. Namun, tak ada pilihan selain mengajarkan pada mereka bagaimana sebaiknya bersikap pada anak.

Karena itu, jangan sekali-kali mempercayakan anak-anak pada guru ketiga yang kita tidak tahu pasti akhlaknya. Perilaku mereka juga akan mempengaruhi akhlak anak-anak kita. []

Penulis: Ida S. Widayanti, Penulis Buku Mendidik Karakter dengan Karakter

Sumber: Majalah Hidayatullah eds. Februari 2013

(esqiel/muslimahzone.com)

Komentar Anda

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Menikah Muda Why Not ?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Anak-anak dan Membaca
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Wanita Muslimah yang Tangguh
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Tips Kecantikan ala Aisyah Istri Nabi
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk