Google dan YouTube Bekerjasama dengan Israel untuk Menyensor Video Palestina

TEL AVIV, (Muslimahzone.com) – Harian Israel Maariv mengatakan bahwa Hotovely akan bekerja dengan para pejabat Google dan YouTube dalam mekanisme bersama yang akan bertugas “memantau dan mencegah” publikasi bahan yang dianggap oleh Tel Aviv menjadi “inflamasi.”

Hotovely mengumumkan melalui siaran pers  dalam bahasa Ibrani bahwa dia bertemu dengan CEO YouTube, Susan Wojcicki, dan Direktur Kebijakan Publik Google, Jennifer Oztzistzki, di Kantor Silicon Valley Google seperti dilansir muslimvillage, ahad (29/11/2015).

Hotovely juga mengatakan bahwa dia menerima mekanisme komprehensif bagi perusahaan untuk memantau film-film yang diduga menghasut kekerasan, mengklaim ‘video hasutan’ yang mendorong anak-anak pergi keluar dan menusuk: “Serangan sehari-hari di Israel adalah hasil dari pemuda dan anak-anak yang terhasut oleh sistem pendidikan dan jaringan sosial, ini adalah perang hasutan harian.”

Dia mengatakan bahwa Google sepakat untuk memperkuat hubungan bilateral dengan Kementerian Luar Negeri Israel, dan membangun mekanisme “kerja kolaboratif” yang akan membuat kedua belah pihak sebagai mitra dalam memantau bahan yang diterbitkan dan menyensornya.

Langkah Israel ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah pendudukan Palestina, dan sejumlah besar video, termasuk yang menunjukkan tentara Israel dan petugas membunuh warga Palestina dengan gaya eksekusi setelah melukai mereka, dan banyak video yang secara umum menyoroti penderitaan rakyat Palestina, yang hidup di bawah pendudukan ilegal Israel di Palestina.

Koordinasi Israel dengan Google dan YouTube memiliki implikasi yang sangat serius, dan banyak wartawan telah berbicara menentang hal ini. Mereka mengatakan bahwa itu adalah serangan langsung pada Kebebasan Pers.

Semua wartawan asing yang melaporkan di Wilayah Pendudukan diminta untuk mendaftar pada militer Israel, dan setiap cuplikan film mereka harus melalui kantor Sensor Militer Israel sebelum dapat dirilis.

Dengan kemajuan terbaru dalam teknologi, banyak orang Palestina dan warga sipil lainnya telah mampu untuk mengirim video online tanpa sensor.

Pemerintah Israel telah sering menyuarakan ketidakpuasan dengan perkembangan ini, dan telah bekerja keras untuk menemukan cara agar dapat terus menyensor video yang keluar dari wilayah Palestina.

(fauziya/muslimahzone.com)

One Response

  1. arjuna

Leave a Reply

Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
Pesta Seks Bukan Nikmat Terbesar di Surga
Secular Radicalism, The Real Blasphemy
Biasakanlah Anak Minta Izin Ketika Masuk Kamar Orangtua
Meraih Sifat Qana’ah
Babak Final Perjuangan Islam
Akhir Hidup Para Tiran
Jangan Sembarangan Menuduh Muslimah Sebagai Pelacur !
Memurnikan Keikhlasan
Ketika Istri Marah
Mengukur Kembali Rasa Cinta
Agar Bahagia, Sesuaikan Harapan Pernikahan Anda
Tips Menjalani LDM Bagi Suami Isteri
Mengapa Ayah Lebih Sabar daripada Ibu
Belajar Matematika Untuk Anak Usia Dini, Apa Dulu yang Diajarkan?
Pameran Kehebatan Anak
Apakah Pembicara Parenting Tak pernah Bermasalah dengan Anaknya?
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Mengenal Ulama Hadits Syu’bah bin Al-Hajjaj
Abdurrahman bin Auf ‘Manusia Bertangan Emas’
Ketika Bayi Menendang Perut Ibu
Menikmati Pengalaman Sebagai Ibu Menyusui
Dibalik Ketenaran Blewah di Bulan Ramadhan
Tetap Sehat Berpuasa Ketika Hamil
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Tips Merebus Telur yang Baik
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk