Generasi “Y” dan Generasi “554”

Muslimahzone.com – Tahun 2014, warga Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik Jawa Timur dikejutkan  kasus pembunuhan dan pemerkosaan dua siswi MTs Alfatah Ujungpangkah, Fidiatun Najihah (16) dan Nailus Sofi (16).

Jajaran Polres Gresik menduga aksi pembunuhan kedua siswi ini akibat perkenalan dengan seseorang melalui jejaring sosial Facebook.

Afia Wiji Rahayu (22), Kakak Shofi mengatakan, Shofi sering pamit ke warung internet (Warnet) setiap mengerjakan tugas.

Isa Anshori, Direktur Hotline Pendidikan Surabaya, yang peduli masalah anak dan perempuan korban trafficking kepada media tahun 2014 menunjukkan temuan; umumnya anak-anak ABG korban trafficking dan prostitusi, tidak berfikir jangka panjang. Mereka dengan mudah terlibat ‘prostitusi gaya baru’ hanya karena ingin memiliki gadget versi baru sebagaimana teman temannya.

Generasi X-Y

Diantara kita sering mendengar istilah ‘Gen X’ dan ‘Gen Y’. Gen X adalah sekumpulan orang yang lahir pada tahun 1965-1980. Pada masa tersebut MTV dan video game menjadi suatu hal yang sangat diminati.

Sementara Gen Y atau biasanya juga disebut sebagai Generasi Millenium, merupakan Generasi yang muncul setelah Generasi X. Ungkapan Generasi Y itu mulai dipakai pada editorial koran besar di Amerika Serikat bulan Agustus tahun 1993.

Generasi Y, yaitu generasi anak manusia yang lahir pada tahun 1981-1999. Generasi yang pada tahun 2016 ini berusia antara 17-35 tahun. Di Indonesia, diperkirakan ada 90 juta Gen-Y pada tahun 2030 nanti.

Menurut William Strauss dan Neil Howe,  Generasi Y banyak menggunakan teknologi komunikasi instan seperti: email, SMS, instant messaging dan media pertemanan seperti Facebook, twitter, smarthphone dan hidupnya tak bisa lepas dari internet.

Harian The Wall Street Journal, pernah mencatat jumlah pengguna Facebook di Indonesia sampai dengan bulan Juni 2014 mencapai angka 69 juta anggota. Sedang  pengguna Twitter sudah genap 50 juta anggota.

Menurut CEO Facebook Mark Zuckerberg, Indonesia merupakan pasar yang potensial pengguna media sosial.

Generasi Y dikenal sangat terbuka pola komunikasinya dibandingkan generasi-generasi sebelumnya. Mereka adalah pemakai media sosial yang fanatik.  Mereka lebih disibukkan dengan HP, Ipad, Ipon, Gagdet, Tablet, Skype, Whatsapp dan cenderung abai dengan kondisi sosial masyarakat di sekitarnya (asosial).

Secara sepintas, anak Gen Y terlihat pintar, aktif dan techno-minded. Namun sebenarnya mereka tergolong tak berdaya secara ruhani. Mereka mudah rapuh dan terpengaruh hal-hal yang instant. Sampai-sampai  urusan sekolah, belajar, mencari ilmu, mencari jodoh hingga urusan curhat pribadi harus lari ke internet.  Inilah  anak-anak zaman yang dilahirkan dari ‘rahim teknologi’.

Meminjam istilah penulis novel “Bidadari-Bidadari Surga” Darwis Tere Liye, inilah generasi “Kaum Cetek“.  Hidup di dunia serba modern, namun jika mempertahankan kebenaran dan al – Haq, kita seolah menjadi terasing.

“Dunia yang canggih  tapi, jika kalian habis-habisan menjaga anak-anak, keluarga dari serangan homo, lesbi, maka kalian akan disebut homo-phobia. Sementara yang homo, lesbian, termasuk para pendukungnya mendapat lencana: orang paling toleran, berhati mulia, dan the best people yang pernah ada,” ujar Tere Liye.

Generasi Y hidup di dunia lebay, di mana jika berusaha menjalankan ajaran agama, dan menegakkan perintah kitab suci Al-Quran,  kita akan menerima nasib dan divonis; pendek pikir, dangkal, kampungan, berpikir mundur, intoleran dan semua gelar hina dina lainnya.

Sementara mereka yang memilih jalan sesat seperti; homoseksual, lesbian, liberalisme dan aliran sesat justru mendapatkan sanjungan: manusia modern, sangat berpikiran maju, berwawasan, orang-orang terhebat yang pernah dilahirkan di muka bumi.

Meski kita hidup di dunia terasing, sungguh, Allah Subhanahu Wata’ala telah memberikan janjinya untuk ‘orang-orang terasing’ di zaman seperti ini.

Allah berfirman;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَن دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَلاَ يَخَافُونَ لَوْمَةَ لآئِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَاءُ وَاللّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, Barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha mengetahui.” [QS. Al Maa`idah [5]: 54]

Itulah generai 5:54, yang keras terhadap orang-orang kafir dan sayang pada kaum Muslim. Ia membenci maksiat, tetapi sayang persaudaraan dan ukhuwah Islamiyah.

Jika Allah membenci orang kafir dan kemaksiataan, hatta, diolok-olok intoleran dan tuduhan radikal. Ia tidak takut celaan dalam berpegang teguh terhadap agamanya, hatta, seperti memegang bara api.

Mari jaga anak-anak kita agar menjadi generasi masa depan,  yang tidak takut kepada “celaan orang yang mencela” dan ‘generasi terasing’ di antara banyak yang tersesat.*

Oleh:  Ummi Ziyad, konselor psikologi anak  

(hidayatullah/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk