Fitrah

MuslimahZone.com – Ayah, Ibu… Setiap anak yang diturunkan ke dunia lahir dalam keadaan fitrah bukan? “Kullu mauluudin yuladu alal fitrah. Fa abaawahu…”

Setiap anak lahir dengan fitrah, bergantung orangtuanya bagaimana ia dibentuk. Karena anak lahir dengan fitrah, bukankah berarti tak satupun anak ketika lahir berniat menghancurkan masa depannya? Tak ada satupun bayi ketika lahir berniat di kepalanya,

“Ah jika besar nanti aku mau kena narkoba” ;

“Ah jika besar nanti aku akan hobi tawuran atau kebut-kebutan”. Atau pernahkah ia berkata

“Jika besar nanti aku akan mencuri uang orangtua.”

“Ah jika besar nanti aku mau membangkang pada ayah dan ibu”.

Adakah anak yang berniat begitu Ayah? Bukankah berarti setiap anak yang diturunkan Allah ke dunia justru pada awalnya cenderung pada kebaikan?

Tetapi, mengapa, sebagian anak-anak ini, yang lahir cantik, rupawan, lucu dan menggemaskan. Setelah ia beranjak remaja dan dewasa justru menjadi beban keluarga dan menjadi masalah untuk lingkungannya?

Ada apa ini…….

Ayah, Ibu….

Karena anak lahir dengan fitrah, sebagian masalah anak, justru orangtualah penyebabnya. Periksalah ternyata sebagian anak justru dijatuhkan harga dirinya di rumah, bukan di luar rumah.

Sebagian kita mungkin pernah memukul tubuhnya, seolah tubuh anak adalah barang pelampiasan amarah kita. Sebagian kita mungkin pernah menampar pipinya, seolah ia tempat empuk bagi telapak tangan kita. Sebagian kita mungkin pernah membentaknya sambil berteriak dalam hati: akulah yang bekuasa atas dirimu!

Atau mungkin… kita tak pernah melakukan semua itu?

Tapi tahukah ayah ibu, sebagian anak memang tak pernah dipukul, tak pernah dicubit, tak pernah dibentak. Tapi jarang sekali anak yang lolos untuk tidak disalahkan orangtua.

Mulai dari buka mata di pagi hari. Sampai kembali menutup mata di sore hari.

Ayah, Ibu….

Karena sebagian anak jatuh harga dirinya di rumah. Tanpa kita sadari, ada sebagian anak yang tak betah berada di samping orangtua. Panas hatinya jika mendengar ‘ceramah-ceramah’ orangtuanya dan overdosis nasihat yang ia terima. Lalu kapan kita mendengarkan anak, ayah, ibu?

Ketika seorang kakak hendak mengambil mainan miliknya yang diambil adiknya, Kita… dengan kekuatan kehakiman yang kita miliki, dengan gagah berkata: kakak…. Ngalah dong sama adik!

Lihatlah pertunjukkan ini ayah…

Lihatlah ketidakadilan ternyata di mulai dari rumah.

Lihatlah… kebenaran ternyata ditentukan oleh faktor usia.

Lalu kita berdalil “adik nya kan masih kecil…”

Dalam hati si kakak berkata,

“Sampai kapan adik akan dibela?”

“Kapankah aku meminta lebih dulu dilahirkan ke dunia?”

“Sungguh tak enak jadi seorang kakak”

Karena ketidakadilan di mulai dari rumah. Di tempat lain, sebagian adik pun berkata hal yang sama,

“sungguh aku pun tak suka jadi seorang adik”

“Ketika ayah dan ibu tak ada aku sering dikerjai kakak semuanya”

Ayah ibu, karena sebagian anak dijatuhkan harga dirinya di rumah. Sebagian anak akhirnya tak betah berada di rumah. Rumah baginya hanyalah tempat tidur sementara. Ia lalu mencari harga diri, berkelana mencari surga. Mencari orang-orang yang akan menghargai dirinya. Wahh… ternyata teman-teman ganknya bisa menghargainya. Lalu dalam hati ia berkata,

“Hm… ternyata aku dihargai jika aku pamer perkasa”

“Aku ternyata perkasa jika menghisap ganja”

“Aku gembira jika bisa menyusahkan siapa saja…..”

Apakah itu yang kita inginkan ayah, ibu? Jika tidak, hormatilah jiwa anak-anak kita. Bukan sekadar uang, jajanan, mainan dan sekolah mahal semata. Itu semua penting. Tapi perkataan dan perlakuan penuh cinta dari Anda, adalah warisan terindah untuk masa depan mereka.

Sumber: Buku super best seller “Sudahkah Aku Jadi Orangtua Shalih” Penerbit Khazanah Intelektual, karya Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
MHTI Kembali Menyelenggarakan Kongres Ibu Nusantara (KIN)
Miris, Pasca Gempuran ke Aleppo Jokowi Malah Tanda Tangan Kerjasama dengan Iran
Keutamaan Ilmu
Tata Cara Mandi Haid dan Mandi Junub
Peran besar muslimah dalam dakwah Islam
Aroma Mewangi Minyak Kasturi
Neraka Jahannam Sepanjang Hidup, Surga Sepanjang Hidup
Rizki di Tangan Allah
Pada Suatu Titik
Mencari Jalan Pulang
Jodoh : Memilih Atau Dipilih ?
Ketika Istri Merasa Tidak Bisa Membahagiakan Suami
Pastikan Izin Suami Jika Ingin Menjalankan Shaum Sunnah
Satu-satunya Cinta yang Perlu Ada dalam Pernikahan bahkan dalam Kehidupan
Kenapa Anakku Susah Banget Sih Disuruh Sholat?
Aku Peduli Iman Anakku
Anak Sukses Bermula dari Bangun Pagi
Jangan Sia-Siakan “Masa SMA”
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
Kisah Si Kaya dan Si Miskin (Pemilik Dua Kebun: Surat Al-Kahfi 32-44)
Gubernur Al-Hajjaj dan Pelajaran untuk Penguasa Durja
Nilai Ketaatan Isteri pada Suami
Nenek Penjaga Wahyu Al-Qur’an
Cara Mengatasi Anak Susah Makan
Asam Lambung Naik, Coba Obat Alami Ini
Popok Bayi Sekali Pakai VS Popok Kain
Bolehkah Ibu Hamil Makan Nangka?
Tips Merebus Telur yang Baik
Tips Meningkatkan Minat Membaca Buku
7 Tips Menyapih Anak
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
Tips Merebus Telur yang Baik
Resep Aneka Olahan Singkong
Nikmatnya Pangsit Kuah Hangat Buatan Sendiri
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga