Fenomena Telolet dan Wajah Anak Bangsa

Muslimahzone.com – Kilometer 215 Jalan Tol Brebes , sekelompok anak usia SD duduk-duduk di pembatas jalan sambil tertawa-tawa. Di tangan mereka ada selebaran kertas karton bertuliskan “Om Telolet Om”. Beberapa kilometer setelahnya ada lagi gerombolan lain yang berdiri di pinggir jalan tol, tentu saja dengan memegang kertas bertuliskan kata-kata senada.

“Om Telolet Om” sudah menjadi fenomena, bukan hanya di lingkup lokal, namun juga mendunia. Sebagian kalangan bahkan merasa bangga dengan mendunianya aktivitas meminta para sopir membunyikan klakson di jalanan itu.

Di balik fenomena itu ada sesuatu yang memprihatinkan, khususnya bagi siapapun yang peduli akan nasib anak bangsa. Bagaimana tidak, aktivitas “Om Telolet Om” adalah aktivitas jalanan. Dimana para anak bergerombol di pinggir jalan, membawa hp untuk merekam suara klakson dari truk atau bus, dan mereka berteriak-teriak ataupun menunjukkan tulisan “Om Telolet Om” untuk meminta para sopir membunyikan klaksonnya. Dan, hei… Anak-anak itupun dengan beraninya menyeberangi jalan tol demi suara klakson!

Dunia anak adalah dunia bermain. Seandainya anak-anak itu punya banyak pilihan permainan yang aman, menyenangkan serta berguna bagi tumbuh kembang fisik dan psikisnya, pasti mereka tak akan melirik jalanan. Namun apa yang terjadi saat ini? Minimnya lahan bermain adalah salah satu penyebab mereka lari ke jalanan. Ditambah peran media yang begitu gencar mengangkat fenomena ini sebagai sesuatu yang mengasyikkan membuat banyak anak ikut-ikutan.

Anak-anak butuh ruang bebas yang minim resiko. Mereka juga butuh perlindungan dan rasa aman. Yang kesemuanya itu kini direnggut oleh kapitalisasi pembangunan. Pemerintah membangun berbagai gedung pencakar langit, melakukan perluasan jalan, membangun mal-mal, namun lupa menyediakan lahan terbuka sebagai ajang bermain anak-anak. Kalaupun ada ruang terbuka untuk anak, bagaimana dengan keamanan dan kegiatan yang ada di situ? Seringkali justru tempat seperti itu digunakan untuk ajang pacaran ataupun nongkrong bagi remaja tanggung.

Tidak cukup itu, anak-anak juga butuh penanaman keimanan yang kuat melalui dunia pendidikan baik formal maupun informal. Agar mereka tidak mudah latah melakukan aktivitas yang melalaikan dan penuh resiko. Bukankah salah satu wujud keimanan  adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat?

Secara garis besar ada tiga pilar yang berperan menciptakan suasana yang kondusif bagi tumbuh kembang anak : pribadi-pribadi orangtua yang beriman dan bertakwa, merekalah pendidik pertama dan utama bagi anak. Dengan ketakwaannya, mereka akan mendidik, menjaga dan melindungi anak sebagai amanah Penciptanya.

Selain itu masyarakat sebagai pilar kedua berperan dalam amar ma’ruf nahi munkar. Mereka senantiasa mengajak anak-anak turut melakukan kebaikan dan mencegah segala kejahatan yang bisa menimpa anak, termasuk menasehati anak apabila hendak melakukan keburukan, termasuk bermain di jalanan.

Pilar ketiga tentu saja peran negara. Negaralah yang berwenang menerapkan aturan, membuat kebijakan pembangunan, serta menjadi perisai penjaga rakyat khususnya anak-anak. Tentu saja hanya negara yang memiliki paradigma sebagai raa’in (pelayan rakyat), bukan pelayan asing dan aseng, yang mampu melindungi anak. Dengan kebijakannya, negara akan menghapus segala hal yang berpotensi merusak anak, baik fisik maupun psikis. Dalam membangun, negara juga melaksanakan pembangunan yang ramah anak. Negara pula yang berperan besar mewujudkan pendidikan berbasis akidah demi terciptanya generasi berjiwa pemimpin yang beriman dan bertakwa.

Jika ketiga pilar itu berfungsi dengan baik, maka tidak akan ada lagi fenomena yang membahayakan anak dan melalaikan generasi muda.

Oleh : Maya Ummu Azka

(fauziya/muslimahzone.com)

No Responses

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk