Fenomena Artis dan Narkoba

Muslimahzone.com – Penghujung Januari 2013 lalu, publik dikejutkan dengan terungkapnya pesta narkoba di rumah salah satu artis ibukota, berinisial RA. Tak tanggung-tanggung, 17 orang ditangkap karena diduga terlibat Kasus pesta narkoba RA dan kawan-kawan ini semakin menambah catatan suram selebritas tanah air yang tersandung kasus penggunaan barang haram ini. Dari tahun ke tahun, selalu saja ada artis yang harus berurusan dengan pihak kepolisian akibat kasus narkoba.

Adalah sejumlah nama-nama selebritis papan atas yang sempat merasakan dinginnya tembok jeruji besi akibat terjebak dalam kasus penyalahgunaan narkoba. Narkoba sepertinya memang sangat akrab dengan kehidupan sebagian selebriti Indonesia. Tak ayal, tidak sedikit artis yang tertangkap gara-gara narkoba.

 Menurut data yang dihimpun oleh Badan Narkotika Nasional (BNN), kurun waktu tahun 2007 sampai dengan 2011 saja, tercatat 139.199 kasus yang ditangani oleh pihak kepolisian melalui Direktorat Tindak Pidana Narkoba (di kutip Bangka Pos, 1 Februari 2013).Data ini belum termasuk kasus yang diungkap oleh BNN sendiri, yang dalam kurun waktu tahun 2009-2011 saja berhasil mengungkap 152 kasus narkoba. Berdasarkan hasil survei BNN bekerjasama dengan UI dan universitas lain, terjadi peningkatan persentase prevelensi pengguna narkoba di Indonesia.

Tingkat prevelensi narkoba (perbandingan antara pengguna/pengedar dengan jumlah penduduk) di Indonesia pada tahun 2008 sebesar 1,99 persen, kemudian meningkat menjadi 2,2 persen pada tahun 2011, dan diperkirakan hingga tahun 2015 akan naik menjadi 2,8 persen atau sekitar 5,1-6 juta jiwa. Prediksi ini cukup beralasan mengingat pada tahun 2011 saja jumlah pengguna narkoba di Indonesia telah mencapai 3,8 juta orang dan meningkat menjadi 4,32 juta pada tahun 2012. Sungguh sebuah angka yang cukup fantastis.

Pada awal April 2012, para kepala Negara anggota menyetujui untuk bersama-sama memerangi peredaran narkoba di antara Negara-negara anggota. Persetujuan tersebut diwujudkan dalam Declaration on Drug Free ASEAN 2015.

Artis sarana efektif pengedaran narkoba

Masalah narkotika di Indonesia semakin merajalela dan sulit dikendalikan. Korban sudah berjatuhan, mulai dari generasi muda, pejabat, hingga selebritis yang sangat diidolakan oleh kaum remaja saat ini. Kalangan artis adalah sasaran empuk  bagi peredaran narkoba. Mengapa demikian ?

Pertama, artis adalah identik dengan dunia hiburan, berpenghasilan besar, bergaya hidup mewah. Pengedar narkoba akan lebih mudah mengedarkan barang haram tersebut di tempat-tempat hiburan dan sejenisnya. Bila sudah kecanduan, artis akan rutin membelinya. Walhasil, bandar terus-menerus mendapat keuntungan berlipat dari sana. Narkoba di kalangan artis banyak dimanfaatkan para bandar untuk menaikkan harga. Ada satu keuntungan lain karena berjualan narkoba untuk artis. Sang pengedar atau kurir, bisa diajak berpesta bersama dan otomatis berkenalan dengan artis-artis lainnya. Perkenalan inilah yang membuat makin subur peredaran narkoba di kalangan artis.

Kedua, artis adalah publik figur yang  mudah dicontoh semua orang dan tentunya mempunyai fans (penggemarnya) sendiri. Setiap artis tentunya juga memiliki gaya hidup/life style dan daya tarik sendiri yang sangat cepat ditiru oleh para penggemarnya. Bahkan banyak di antara penggemarnya tersebut rela mengubah gaya hidupnya menyerupai artis idolanya. Dan yang lebih parah lagi, sebagian besar dari para penggemar artis tersebut adalah remaja ABG yang merupakan generasi penerus bangsa. Peluang inilah yang dijadikan sebagai sasaran empuk peredaran narkoba di negeri ini.

Potret suram selebritis Indonesia yang terjebak kasus narkoba akhir-akhir ini sedikit banyak dapat mempengaruhi perkembangan dan gaya hidup para remaja kita. Apabila tidak ditangani secara serius dan komprehensif, Indonesia akan mengalami kehilangan generasi terbaiknya sebagai dampak buruk dari narkoba tersebut. Untuk itu, semua pihak harus terlibat melakukan langkah nyata pencegahan bahaya penyalahgunaan narkoba. Baik pemerintah pusat maupun daerah, masyarakat harus bahu membahu untuk memerangi para bandar, kurir, serta pengedar narkoba yang berkeliaran dengan bebasnya memperjualbelikan barang terlarang ini.

Berkata “Tidak” Pada Tawaran Pemakaian Narkoba

Semua orang yakin dirinya tidak akan pernah menyalahgunakan narkoba. Namun kenyataannya, semua orang pernah menerima tawaran salah satu jenis narkoba. Penawaran terjadi dalam kehidupan sehari-hari, pada setiap waktu dan di setiap tempat. Awalnya menolak. Karena bujukan, ingin tahu, ingin mencoba, apalagi gratisan, akhirnya mau menerima, dan pemakaiannya berlanjut.

Itu sebabnya orang tidak siap, ketika menghadapi situasi penawaran narkoba. Orang harus terampil berkata ? tidak? Jika tidak, meskipun tahu bahaya narkoba, belum tentu mampu menolaknya. Perlu sikap percaya diri, agar mampu menolak tekanan kelompok sebaya.

Narkoba telah begitu merusak negeri ini. Banyak generasi bangsa direnggut oleh narkoba. Kaum muda, elite, artis, hakim, pejabat pemerintahan tak ada yang luput dari jeratan narkoba. Narkoba merusak mentalitas generasi penerus bangsa, menggagalkan cita-cita, bahkan membunuh mereka. Narkoba menjadikan banyak orang termasuk tokoh publik tak lagi mampu membedakan mana hal yang baik dan mana yang buruk. Nafsu menguasi otak mereka, sehingga perbuatan tak terpuji bukan lagi menjadi hal terlarang dan dosa, ini akibat dari tidak adanya benteng iman.

Dalih meningkatkan kepercayaan diri, membuat diri lebih tenang kerap kali diungkapkan sebagai alasan. Namun, hal ini tidak boleh dijadikan sebagai acuan pembenaran mengkonsumsi narkoba. Berapa banyak jiwa para penerus bangsa terenggut oleh narkoba. Dan harus berapa banyak lagi jiwa-jiwa pemuda mati sia-sia oleh narkoba. Perang terhadap narkoba harus terus dilaksanakan. Pembongkaran kedok narkoba di rumah artis oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) hanyalah wujud dari puncak fenomena gunung es. Artinya, masih banyak sindikat narkoba yang belum terungkap di negeri ini. Citra bangsa sebagai negeri pasar bebas narkoba harus segera dihilangkan. 

Semua harus bekerjasama, bahu-membahu memberantas narkoba. Jangan sampai terdapat lagi anak negeri yang menyalahgunakan narkoba. Buktikan pada bangsa lain, Indonesia bukan tempat yang cocok untuk mendistribusikan narkoba. Setiap pintu masuk harus dijaga lebih ketat, bunuh mental pejabat yang berkonspirasi dalam penyelundupan narkoba. Narkoba dalam jenis apapun tidak boleh masuk dan beredar di Indonesia. Dan dengan begitu, impian negera bebas narkoba akan segera terwujud. Semoga ! Sistem hukum yang digunakan Indonesia saat ini sudah tidak mempan untuk memberantas kejahatan narkoba dan hampir mustahil diharapkan. Pemberian grasi untuk Corby dan Ola adalah bukti nyata hukuman bagi pelaku kejahatan narkoba begitu lemah. Dengan keadaan yang terus seperti itu artinya kejahatan narkoba akan terus mengancam seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Kejahatan narkoba itu hanya bisa dibasmi ketika syariah Islam diterapkan secara total dan sempurna dalam institusi negara.Wallahu a’lam bish-shawab.

Oleh: Ummu Ghiyas Faris

(zafaran/muslimahzone.com)

Komentar Anda

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Menikah Muda Why Not ?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Anak-anak dan Membaca
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Wanita Muslimah yang Tangguh
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Tips Kecantikan ala Aisyah Istri Nabi
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk