Erina, Pemanah Berkuda Wanita dari Malaysia

KUALA LUMPUR, MuslimahZone.com – Ada yang menarik dari Kejuaraan Memanah Berkuda Antarbangsa di Malaysia baru-baru ini. Erina Emelina Ismail beraksi sangat mengagumkan.

Walaupun bertubuh kecil, pemanah perempuan berusia 24 tahun ini dengan tangkas melepaskan satu persatu anak panah mengenai sasaran, sambil menyeimbangkan diri di atas kuda melewati trek yang berbelok-belok.

Prestasi Erina bahkan di atas “Korean track” ketika hari kedua pertandingan sehingga mengundang pujian dari pemanah berkuda antarbangsa lainnya.

“Nampaknya Malaysia mempunyai pemanah berkuda yang berbakat dan cemerlang”, kata Lukas Novotny memuji prestasi Erina.

Novotny sendiri adalah pemanah berkuda terkenal perwakilan Amerika Serikat yang memenangkan kategori “Korean Track” dan pemenang keseluruhan pertandingan.

PENDATANG BARU

Erina merupakan pendatang baru dalam dunia memanah berkuda. Bahkan ia baru melewati enam bulan masa latihan sebelum memasuki kejuaraan ini.

“Saya mulai belajar seni memanah tradisional ini sejak September tahun lalu, jadi pengalaman saya hanya setahun. Adapun memanah berkuda, saya mulai latihan April lalu”, katanya kepada bernama.com ketika ditemui di Pusat Ekuestrian dan Olahraga Selangor Turf Club (STC), baru-baru ini.

Erina yang merupakan lulusan dari kejuruan mekatronik di Universitas Teknologi Malaysia di Skudai, Johor ini juga adalah presiden Klub Ekuin di universitas itu. Dan dia telah mempelajari dasar berkuda sejak di universitas.

Walaupun menggemari olahraga ini, namun Erina harus menundanya selama dua tahun karena harus fokus menyelesaikan tugas akhirnya. Kini Erina telah menjabat sebagai eksekutif Telekom Malaysia setelah menamatkan pendidikannya pada 2013 lalu.

PELAJAR BERDEDIKASI

Erina, yang tinggal di Shah Alam bersama keluarganya, mulai mencari kelas memanah tradisional setelah tamat pendidikan. Guru memanah pertamanya ialah Mohd Azizul Idris, pendiri Pusat Olahraga Memanah Tradisional Bow and Arrow di Sungai Buloh.

Erina sering datang ke kelas memanah saat waktu luang. Jika gurunya juga sedang dalam waktu luang, dia pasti mengambil kesempatan itu untuk belajar langsung dengan beliau. Mohd Azizul selaku gurunya pun mengakui bahwa Erina adalah pemanah yang ulet.

“Erina akan berusaha sebisa mungkin untuk menguasai dan mempersiapkan teknik tertentu sehingga sempurna. Saya lihat dedikasi beliau memang tinggi dibandingkan pelajar lain”, kata Mohd Azizul.

Sebulan setelah menjalani latihan memanah, Erina mengikuti satu pertandingan memanah bulanan. Dan tanpa diduga Erina meraih juara ke-3 dalam kategori ‘moving target’. Setelah itu, barulah ia mencoba mengikuti beberapa pertandingan lainnya untuk menambah pengalaman dan mengukur perkembangan kemampuannya.

KEMBALI BERLATIH

Setelah dua tahun ‘istirahat’ Erina kembali belajar menunggang kuda dimulai pada April tahun ini di Pangkalan Udara Sungai Besi, dengan dilatih oleh Sarjan Marshal Ajail, penunggang kuda tentara yang telah mahir.

Menurut Erina, memang awalnya sedikit kaku mengingat sudah lama tak menunggang kuda. Badan pun semua terasa sakit. Namun, seiring terbiasanya latihan, semua membaik dan latihan menjadi mudah.

“Selepas saya menunjukkan kemampuan mengimbang badan dengan baik sambil menunggang kuda, barulah beliau (Marshal) mula melatih saya cara-cara menggabungkan kemahiran memanah dengan menunggang kuda.” Kata Erina.

Perlu diketahui, Erina berlatih sedikitnya dua kali seminggu, dengan setiap sesi berlangsung kira-kira satu jam. Selanjutnya Erina berlatih sendiri di rumah.

“Saya berlatih memanah tiga hingga empat kali seminggu, dengan memberi tumpuan kepada ‘memanah pantas’ (teknik melepaskan beberapa anak panah secara berturut-turut) kerana kepantasan adalah perkara penting dalam memanah berkuda”, katanya.

Erina adalah wakil peserta wanita tunggal Malaysia pada kejuaraan itu dan satu dari delapan peserta yang mewakili negara. Marshal selaku pelatih tentunya ikut bangga dengan prestasi yang ditunjukkan muridnya itu.

Bagaimana tidak, bagi seorang penunggang kuda yang baru berkecimpung di bidang memanah dan berkuda, Erina mempersembahkan penampilan terbaiknya menyaingi kemampuan peserta antarbangsa lainnya. Dengan kemahirannya, dua bulan latihan yang dilalui Erina tentunya sangat memudahkan pelatih.

Erina, adalah anak sulung dari empat bersaudara dan merupakan anak perempuan tunggal. Dia bersyukur keluarganya sangat banyak memberikan dukungan. Walaupun awalnya orangtuanya ragu ketika Erina memutuskan menggeluti bidang memanah berkuda. Namun, akhirnya mereka menerima. Bahkan kini ayahnya yang berusia 50 tahun juga mulai mengambil kelas memanah sejak Bulan Januari tahun ini.

OLAHRAGA MEMANAH SAMBIL MENUNGGANG KUDA DI MALAYSIA

Kejuaraan yang diadakan di STC dari 25-28 September lalu adalah sebagian dari Pertunjukan Kuda Antarbangsa 2014 yang diresmikan oleh Sultan Mizan Zainal Abidin. Ia merupakan kejuaraan pertama memanah berkuda yang diadakan di Malaysia.

Beberapa pemanah berkuda paling mahir dunia mengambil bagian diantaranya Kassai Lajos dari Hungary (yang memenangkan kategori trek Hungary pada pertandingan ini) dan Cozmei Mihai dari Romania (pemenang trek Poland).

Sebanyak 35 peserta dari 20 negara ikut serta dalam pertandingan ini diantaranya Austria, Kanada, China, Perancis, Jerman, Hungary, Iran, Jepang, Jordan, Luxembourg, Mongolia, Poland, Qatar, Romania, Afrika Selatan, Sweden, United Kingdom dan Amerika Serikat.

Memanah berkuda adalah aktivitas yang berawal dari disiplin, memburu dan peperangan dimana melibatkan kemampuan dan ketepatan.

Ia dikembangkan sebagai salah satu olahraga pada zaman moden ini dimana pemanah berkuda dinilai berdasarkan kemampuan menunggang kuda serta ketepatan memanah. Nilai yang lebih besar akan diberikan jika penunggang kuda menyelesaikan trek lebih cepat dari waktu yang ditetapkan.

Namun, jika penunggang kuda meyelesaikan trek dengan waktu yang lebih lama dari yang ditetapkan maka dia tidak mendapatkan nilai.

Menurut Erina, dia puas dengan penampilan kelompok Malaysia pada kejuaraan itu.

“Kami telah membuat persembahan yang baik. Kami sememangnya menyasarkan untuk menang dan telah melakukan yang terbaik. Tapi kami sedar perlu berdepan dengan pemanah berkuda terbaik dunia. Itupun satu pengalaman yang amat berharga”, kata Erina.

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
Pesta Seks Bukan Nikmat Terbesar di Surga
Secular Radicalism, The Real Blasphemy
Biasakanlah Anak Minta Izin Ketika Masuk Kamar Orangtua
Meraih Sifat Qana’ah
Curahan Hati Petani
Babak Final Perjuangan Islam
Akhir Hidup Para Tiran
Jangan Sembarangan Menuduh Muslimah Sebagai Pelacur !
Nasehat Tere Liye Seputar Jodoh
Ketika Istri Marah
Mengukur Kembali Rasa Cinta
Agar Bahagia, Sesuaikan Harapan Pernikahan Anda
Mengapa Ayah Lebih Sabar daripada Ibu
Belajar Matematika Untuk Anak Usia Dini, Apa Dulu yang Diajarkan?
Pameran Kehebatan Anak
Apakah Pembicara Parenting Tak pernah Bermasalah dengan Anaknya?
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Mengenal Ulama Hadits Syu’bah bin Al-Hajjaj
Abdurrahman bin Auf ‘Manusia Bertangan Emas’
Ketika Bayi Menendang Perut Ibu
Menikmati Pengalaman Sebagai Ibu Menyusui
Dibalik Ketenaran Blewah di Bulan Ramadhan
Tetap Sehat Berpuasa Ketika Hamil
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Tips Merebus Telur yang Baik
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk