Domba yang Tersesat

Muslimahzone.com – Saya disebut “domba yang tersesat” di agamanya Ah*k, saya nggak tersinggung tuh, bangga juga nggak sih. Jadi ya tidak perlu ada yang marah, kalau menurut agama saya, Ah*k itu kafir, artinya “orang yang menutup diri dari iman atas kenabian Muhammad”.  Lha jelas Tuhannya beda, ya biarin saja, agamaku buatku, agamamu buatmu, agamanya buatnya. Inilah toleransi.  Inilah indahnya kebhinekaan.  Lebih dari di NKRI, di dalam Daulah Khilafah malah, “Menyakiti kafir warga negara, itu sama seperti menyakiti Rasulullah”. Ini sangat dalam.  Kayak apa dosanya menyakiti Rasulullah?  Dan haram hukumnya memaksa mereka masuk Islam.  Biarlah mereka berpikir dan menentukan pilihannya sendiri.

Adanya orang kafir di dunia, ini bukan mengolok-olok Allah yang “gagal bikin makhluk”, padahal “Allah sudah kerja keras”.  Semua makhluk di dunia, iblis sekalipun, itu ciptaan Allah.  Hanya Allah sengaja menguji manusia dan jin dengan dua jalan: durhaka atau taqwa.  Bahwa ada yang durhaka, itu ya pilihan si makhluk itu, dan nanti ada konsekuensinya.

Jadi sebutan “kafir”, itu bukan olok-olok, baik bagi manusianya maupun bagi Allah.  Itu hanya status saja, seperti “sarjana” atau “jejaka”.  Status yang bisa berubah. Kalau statusnya “sarjana”, boleh masukin lamaran kerja kantoran.  Kalau cuma “SD”, ya sudah, jadi pesuruh saja, atau tukang ojek.

Menyebut “SD” pada yang memang cuma lulus SD, itu bukan olok-olok, ataupun kita sombong.  Boleh jadi, yang lulus SD itu diam-diam belajar tekun, ikut ujian paket B, C, lalu kuliah, dan sekian tahun kemudian jadi Doktor, atau Profesor, ya kenapa tidak ?

Kita menyebut status kafir, tentu saja pada yang memang kafir hingga saat ini.  Artinya, orang kafir ini sasaran dakwah, kita doakan supaya dapat hidayah, seperti dulu Nabi berdoa agar Allah menguatkan Islam dengan Umar bin Khaththab atau Amr bin Hisyam (Abu Jahal).  Selama masih kafir, ya statusnya itu tidak membolehkan diambil menantu, diangkat jadi pemimpin umum, ataupun disholatkan kalau meninggal.  Tetapi kalau kemudian beriman, seperti Umar, ya tidak terhalang untuk jadi ahli surga.

Kita juga tidak bermaksud menyombongkan diri, ini saya mukmin dan kamu kafir, saya ahli sorga situ ahli neraka.  Bukan.  Itu mah urusan Allah lah.  Bisa saja yang sekarang kafir itu dapat hidayah lalu beriman dan mati syahid.  Mungkin belum sempat beramal shaleh, bahkan shalat saja belum, tetapi kita yakin, karena mati syahid, dia insya Allah masuk surga tanpa hisab.  Sementara, kita yang hari ini beriman, belum tentu kita khusnul khatimah.  Kita sangat khawatir, tiba-tiba kita dicabut nyawa saat sedang maksiat. Nauzubillah min dzalik.

Jadi kita fokus pada bagaimana menjalankan seruan Allah saja.  Sekali lagi agamaku buatku, agamamu buatmu, agamanya buatnya.  Wis ngono wae …

Oleh: Fahmi Amhar

(fauziya/muslimahzone.com)

No Responses

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk