Disuruh Pindah ke Arab, Siapa Ikut?

Oleh : Asri Supatmiati

Muslimahzone.com – Heboh lagi sentimen anti-Arab. Sebenernya sudah biasa banget. Yang ngeluarin statement itu juga toh logikanya gitu-gitu aja. Meminjam istilah Jonru, cacat logika. Gampang banget dipatahkan. Misalnya, yang bilang gini: “semua orang yang berpakaian seperti Arab, bendera bertuliskan tulisan Arab, adat istiadat Arab, kenapa ngga pindah Arab aja ya?” Mudah banget dibantah seperti ini: “semua orang yang berpakaian ala Barat, gaya hidupnya kebarat-baratan, kenapa nggak pindah aja ke Barat?” Kutub Barat sekalian kalo ada mah…(ada yang logikanya lebih kasar dari inih).

Yang jelas, statement seperti itu pasti dikeluarkan oleh orang-orang yang nggak kenal dan nggak cinta sama segala hal-hal yang berbau Arab. Ke Arab aja kayaknya belum pernah. Rutin baca Alquran yang bertulisan Arab, entahlah. Padahal bahasa Alquran adalah bahasa terindah di dunia.

Bisa cas cis cus Bahasa Arab, pastinya juga enggak. Padahal Bahasa Arab itu bahasa langit. Di akhirat nanti bukan ditanya pakai Bahasa Barat, Bahasa Indonesia atau Bahasa Jawa. Ah, sudahlah. Siapapun yang anti-Arab, kalau dia gadis atau janda, saya doakan deh, jodohnya nanti bakalan orang Arab wkwkw…(ups, harus beneran kalo berdoa, ya!).

Oh ya, ketika mereka membidik kata “Arab”, yang ditarget sebenarnya adalah “Islam”. Maklum, Islam selalu diidentikkan dengan Arab. Kebencian terhadap Arab itu, sebenarnya karena benci dengan Islam. Takut dengan simbol-simbol berbau “syariat Islam”.

Padahal, mereka yang muslim itu, lahir cara Islam. Diazani, diiqomahi pakai Bahasa Arab. Menikah cara Islam, didoakan dengan Bahasa Arab. Kelak nanti mati, juga cara Islam. Dibacakan tahlilan Bahasa Arab. Kok takut amat dengan syariah Islam? Apa ber-Islam cukup di tiga moment itu saja?

BTW, saya sendiri, kalau boleh GR sebagai orang yang dianggap “berpakaian seperti Arab” (walaupun perasaan saya cukup modis alias gak ke-Arab-Araban hehe…), mau bangetlah kalau dusuruh pindah ke Arab. Walaupun saya akui, belum pernah ke sana. Pengin pake bangetlah ke sana. Kalau bisa tahun ini juga (aamiin ya Allah, kabulkan ya!).

Iyalah. Siapa di dada muslim ini yang gak mimpi ke Arab. Mekah. Madinah. Itu impian semua muslim. Walaupun sekadar menginjakkan kaki sepekan-dua pekan untuk umrah, atau paling lama 40 harian saat ibadah haji. Itu semua mimpi kaum muslimin. Nggak hanya saya, muslim Jawa atau muslim Indonesia, semua muslim di belahan dunia. Karena, banyak banget keistimewaan tinggal dan meninggal di Mekah dan Madinah. Ini menyangkut iman.

Makanya, untuk bisa ke Arab, rela korban apa aja. Jual sawah, tanah, ladang, perhiasan, bahkan rumah yang ditinggalinya. Kalau lihat berita, malu diri ini. Tukang kuli bangunan aja, bisa ke Arab. Nabung 10 ribuan selama belasan taun biar bisa ke sana. Tukang bubur, juga bisa naik haji. Seperti kata judul sinetron di televisi itu tuh.

Samalah seperti mereka, para pemuja kehidupan Barat, yang juga punya negeri impian. Amerika dan Eropa misalnya. Nggak usah disuruh-suruh, mereka juga pasti ngebet banget pengin ke sana. Entah untuk sekadar piknik berselfie ria, mengembangkan karir go internasional, atau mengejar jodoh bule misalnya. Bahkan sudah ada juga yang sampai pindah kewarganegaraan, meski nyatanya nggak malu masih cari rezeki di Indonesia hehe…

Nah, kita para muslim ini juga ngebet banget pengin ke Arab. Nggak usah disuruh, itu udah jadi target impian kita. Kalau kita diusir, dipaksa pindah ke sana sekalipun, siapa takut? Sebab, kata mereka yang udah pernah ke sana, rindunya begitu membuncah. Pengin rasanya balik lagi balik lagi. Nggak pernah kapok ke Arab. Wajar jika ada yang rajin umrah berkali-kali. Haji berkali-kali.

Mungkin, kalo ada yang kapok ke Arab, cuma TKI-TKI ilegal yang ndilalah nasibnya buruk di sana. Tapi, tak hanya di Arab, di berbagai belahan dunia ini, selalu ada majikan-majikan jahat. Di Hongkong, Malaysia, Singapura, dll, kasus-kasus TKI terhinakan juga banyak. Bahkan di Indonesia sendiri, PRT disiksa majikan juga tak sepi dari pemberitaan.

Jadi, saya gak bermaksud membabi buta membela Arab. Karena, sebagai sebuah negara dengan sistem kerajaan yang juga tidak full 100 persen menerapkan syariat Islam, Arab tidak sempurna. Tapi, jika segala keburukan Arab diidentikkan dengan Islam, itu tidak benar. Muslim di manapun pasti tidak terima. Rame-rame membela. Karena, Islam itu bukan Arab dan Arab itu tidak sama dengan Islam.

Kami mencintai dan merindukan Arab, karena Alquran diturunkan di sana. Nabi junjungan kami dilahirkan dan dimakamkan di sana. Kiblat kami di sana. Tetapi kami lebih cinta Islam. Karena Islam itu satu. Umat Islam juga seharusnya satu dunia. Satu aturan dari Sang Pencipta. Sebab, Allah SWT hanya membuat aturan tunggal untuk mengatur umat manusia demi terwujudnya rahmatan lil alamin.

Tapi, kalau saat ini atau nanti belum juga sepakat jadi satu, gimana kalau dunia kita belah dua aja. Biar jelas: yang haq dan yang batil. Yang anti-Arab dan pro-Arab. Yang Islam dan anti-Islam. Mereka yang penggemar gaya hidup ala Barat, yang anti-Arab, anti-Islam, silakan kumpul dan tinggal di belahan Barat. Di sono bebas berekspresi. Pakai tank top atau rok mini. Lantunan lagu-lagu cinta membahana setiap hari. Bercuit-cuit bahasa apa saja. Bebas. Itu habitat yang tepat buat kalian.

Sementara kami, ya, kami-kami yang cinta kehidupan Islam, yang kerap kalian identikkan dengan Arab, atau budaya Timur, biarkan pula tinggal di habitat kami, negeri Islam. Negeri yang menerapkan Islam. Yang lantunan ayat Alquran berbahasa Arab membahana setiap saat. Yang warganya cas cis cus Berbahasa Arab. Pakaiannya serba tertutup ala-ala Arab. Kami sih, senang senang saja. Adil kan?

(fauziya/muslimahzone.com)

No Responses

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk