Di manakah Cinta Sejatiku ?

MuslimahZone.com – DR. ‘Aidh al-Qarni dalam buku best seller-nya di Timur Tengah, La Tahzan, menyampaikan cara mendapatkan cinta sejati yang selama ini dicari-cari oleh setiap hati. Berikut ulasannya:

Jadikanlah diri Anda sebagai wali dan kekasih Alah agar mendapat kebahagiaan. Orang yang paling bahagia adalah orang yang menjadikan puncak dan tujuan utamanya adalah mencintai Allah. Alangkah bermaknanya firman Allah ini :

“Dia mencintai mereka dan mereka mencintai Allah.” (QS. Al-Maidah: 54)

Sejumlah ahli tafsir mengatakan, “Tidak ada yang mengherankan dalam, ‘… mereka mencintai-Nya,’ tapi yang mengherankan adalah, ‘Dia mencintai mereka…’ Allah yang menciptakan, memberi rezeki, melindungi, dan memberi karunia-Nya kepada mereka, tapi Allah juga yang mencintai mereka.”

“Katakanlah, jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi kamu.” (QS. Ali’ Imran: 31)

Coba perhatikan kehormatan Ali ibn Thalib, yang merupakan mahkota bersemayam di atas kepalanya: Seorang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, dan dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya.

Ada seorang sahabat Rasulullah yang sangat senang membaca, ‘Qul huwallahu Ahad.’ Bacaan itu selalu diulang-ulangnya dalam setiap rakaat, selalu dibaca dalam dzikirnya, selalu diucapkannya, selalu diingat untuk menyegarkan hatinya, dan selalu digumamkan untuk menggerakkan anggota tubuhnya. Rasulullahﷺ bersabda, “Kecintaanmu padanya akan membuatmu masuk surga.”

Sungguh indah dua bait syair yang pernah saya baca dulu, dalam biografi seorang ulama.

Jika cinta orang yang dimabuk asmara kepada Laila dan Salma telah merampas hati dan pikiran.

Lalu, apa yang dilakukan oleh orang yang kasmaran, yang di dalamnya mengalir rasa cinta kepada Yang Maha Tinggi?

“Orang-orang  Yahudi dan Nasrani mengatakan, ‘Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya,’ Katakanlah: ‘Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?’”(QS. Al-Maidah: 18)

Cerita cinta Majnun terhadap Laila yang sangat terkenal itu, menunjukkan bahwa Majnun akhirnya dibunuh oleh cintanya kepada Laila. Qarun dibunuh oleh cintanya kepada harta benda. Fir’aun dibunuh oleh cintanya kepada kedudukan. Tapi Hamzah, Ja’far, dan Hanzhalah mati karena cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya. Alangkah jauh jarak yang memisahkan antara keduanya –Majnun, Qarun dan Fir’aun di satu sisi, dan Hamzah, Ja’far dan Hanzhalah di sisi yang lain.

Sumber : Muqawamah.com

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk