Di Antara 2 Pilihan

Oleh : Felix Siauw 

Muslimahzone.com – Tidak ada yang netral dalam hidup ini, kalau kita tidak sedang memperjuangkan kebaikan maka kita sedang melanggengkan keburukan, kita tak bisa netral.

Seringkali hidup memang dua pilihan saja, hitam putih, surga neraka, pahala siksa, lelaki wanita, iman kafir dan sebagainya, dan memang kita harus memilih salah satunya.

Anggaplah hidup manusia seperti tanah kosong, bila tidak ditanam bunga, yang muncul ya rerumputan dan alang, tidak ada kata netral dalam hidup sebenarnya.

Sama persis seperti diri kita, bila kita tidak melatih kebiasaan baik, maka diri kita akan penuh kebiasaan buruk tanpa kita sadari, bila kita tak memaksa rajin, kita malas.

Sama seperti negeri ini, pasti punya kecenderungan, walau selalu dikatakan ‘netral’. Pertanyaannya kemana negeri ini mengarah? Apakah pada kebaikan atau keburukan?

Dalam Islam, bila tidak sedang taat wahyu, artinya kita sedang ikut nafsu, bila kita tidak mengajak orang pada kebaikan artinya kita menyetujui keburukan.

Sama seperti negeri ini, harus punya identitas, agar tidak mencla-mencle dan jelas arahannya. Sayang saat ini banyak orang yang ingin mengubah haluan negeri.

Akar negeri ini adalah Islam, perlawanan pada penjajahan juga atas nama jihad, pun saat dimerdekakan disebut nama Allah, mereka yang rembuk juga mayoritas Muslim.

Lalu bagaimana mungkin ada yang keberatan dan protes bila kaum Muslim ingin menjalankan perintah agama di negeri yang sudah dialiri oleh darah mereka sendiri?

Jadi sebenarnya saat mereka mengatakan “Ini negara bukan milik satu kelompok atau satu agama saja”. Sejatinya mereka tak ingin kaum Muslim taat pada Allah secara total.

Masalahnya, agama kita punya aturan lengkap dari cara sujud sampai ekonomi, mereka tak punya begitu. Jadi kata-kata itu wajar bagi mereka tapi merugikan kita.

Ingat, saat melaksanakan ajaran agama di negeri ini ingin dicitrakan intoleran, sebenarnya di saat yang sama mereka ingin arahkan kita agar ikut aturan mereka.

Waspada pada penjajahan pemikiran, yaitu kita dijauhkan dari Islam dengan jargon-jargon dan doktrin semisal toleransi, pluralisme, sekulerisme, dan semuanya kebablasan.

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk