Curahan Hati Seorang Suami: Selamat Tinggal Kebimbangan!

MuslimahZone.com – Ketika aku menikah, tak ada ruang lagi dalam hatiku untuk cinta yang baru. Aku telah habiskan segenap perasaanku seolah aku ini sebatang tubuh yang tidak bisa ditembus oleh cinta manapun. Dan hari-hari pernikahan kami pun bergulir indah.

Waktu terus berjalan buah hati kami satu per satu lahir, tentu menambah semarak kehidupan cinta kami. Kedua anak kami kini sudah sampai pada usia yang menyenangkan. Untuk mendapatkan penghidupan yang lebih baik dan untuk masa depan anak kami, kami hidup berpindah-pindah negara. Kami bawa kedua anak kami berkeliling ke negeri-negeri  minyak. Sampai pada suatu titik, ada hal yang harus memisahkan aku dan istriku. Aku harus kembali ke negara asalku karena pekerjaan dan untuk melanjutkan studiku, sementara tugas-tugas istriku memaksanya untuk tetap tinggal di negeri perantauan. Anak-anak kami putuskan untuk ikut denganku dan bersekolah di kampung halaman.

Pada awalnya biasa-biasa saja. Aku sibuk dengan pekerjaan dan studiku, anak-anak sibuk dengan sekolahnya, dan istriku bisa berhubungan dengan anak-anak kapan saja melalui telepon. Masing-masing berjalan sesuai rencana. Hanya saja, ternyata hal ini tidak berlangsung lama. Ketiadaan kontak fisik yang lama dan kronis membuatku limbung. Namun, aku tak hiraukan perasaan-perasaan ini. Aku dan istriku berusaha tetap bersikap adil dan saling menghormati.

Syahdan, semakin lamanya kami berpisah, perasaan-perasaan cintaku yang meluap-luap dulu kini rasanya sudah sirna, bagaikan butir-butir salju ketika matahari terbit. Pandangan-pandangan mata kami telah berubah menjadi pandangan-pandangan mata kebingungan dan gelisah. Dan kata-kata tak lagi keluar dari mulut kami kecuali terpaksa. Hatiku menjadi kosong, kesepian melandaku dari hari ke hari. Namun, kesibukan kami masing-masing benar-benar menjerat kami. Dan menjadi alasan pembenar terpisahnya ruang dan waktu kami.

Di tengah kegelapan, pergulatan, dan penderitaan seperti ini, aku benar-benar merasa membutuhkan seorang wanita disampingku. Dan hasratku terhadap wanita yang sudah menemaniku sejak masa mudaku yang energik dulu itu seakan pupus. Mulailah teringat lintasan-lintasan kenangan masa lalu. Dan akhirnya, seolah-olah ada wanita lain yang menjengukku dari alam gaib, bagaikan seberkas cahaya, memberi sekilas harapan yang amat indah. Dia cantik sekali, dari matanya terpancar daya tarik kewanitaannya, sementara kelembutannya bergoyang-goyang mengikuti gerakan setiap bagian terkecil dari tubuhnya. Terasa olehku, bahwa aku mulai mencintainya, dan diapun mencintaiku.

Masa studiku pun usai. Namun demikian, aku dan istriku ternyata tetap berjalan sendiri-sendiri, dalam dunia kami masing-masing. Kami semakin kering. Daya magnet aku dan istriku memang masih tarik menarik, tapi perpisahan dan penderitaan itu sudah menimbulkan luka menganga yang seolah-olah masing-masing kami enggan untuk mengobati. Kami terlampau lelah untuk itu. Ada kengerian dalam jiwaku. Tapi, ternyata ada kerinduan yang menyayat yang meski tak kuhiraukan tapi itu menyentak-nyentak dalam hati kecilku.  

Tapi wanita itu. Daya tariknya jauh lebih besar. Darahku berdesir-desir jika mengingatnya. Akal dan hatiku terus bertentangan. Di tengah-tengah pertentangan itu, godaan itu demikian dahsyat, kuputuskan juga untuk melakukan pertemuan dengannya. Dan sekonyong-konyong, ia pun berjanji padaku, “Besok aku akan datang. Aku akan pergi ke flatku di kotamu, dan kita akan bertemu jam sepuluh pagi.”

Teleponku berdering, jam sepuluh pagi. “Aku sudah sampai stasiun dengan kereta dari Kairo,” begitu ujarnya. Aku memang sedari tadi menanti wanita itu di stasiun kotaku. Dan kini aku sedang mencarinya, tapi tak jua bertemu. Akal dan hatiku masih terus bergemuruh. Jantungku berpacu dengan suara yang kudengar tadi.

Tiba-tiba pada saat yang sama anak sulungku mengabariku, “Ayah, Ibu datang! Beliau menumpang kereta yang datang dari Kairo.  Ibu ikut Muktamar Kedokteran di ibu kota selama tiga hari, mewakili negeri tempat kerjanya. Ayolah Ayah, lekas pulang, Ibu sedang menunggu di rumah.”

Seketika itu aku tak bisa menguasai perasaanku, aku terdiam dan terpaku, ternyata dua wanita turun dari kereta yang sama dengan maksud yang sama, menemuiku. Tiba-tiba ada ketentraman luar biasa menyelinap merajai sanubariku. Kerinduan itu kembali, kehangatan itu kembali. Allah tengah mengasihiku. Aku berbalik, kulangkahkan kaki menuju rumah, kuazamkan pada hatiku, “Selamat tinggal kebimbangan, untuk selama-lamanya!”.

Kisah ini diolah dari buku Pria dan Wanita dalam Satu Gerbong, Syaikh Muhammad Barakat.

(esqiel/muslimahzone.com)

Tags: ,

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Menikah Muda Why Not ?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Anak-anak dan Membaca
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Wanita Muslimah yang Tangguh
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Tips Kecantikan ala Aisyah Istri Nabi
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk