Cinta Terpuji dan Tercela

Muslimahzone.com – Cinta mengandung bermacam-macam perbedaan dalam kadar dan sifatnya. Namun, yang paling banyak disebut di dalamnya adalah mengenai hak Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang terkhusus bagi-Nya. Semua dianggap tidak baik kecuali bila diperuntukkan bagi Dia sendiri, begitu pula dengan inabah `kembali kepada Allah’.

Allah telah menyebutkan percintaan itu dengan sebutannya yang mutlak, seperti firman Allah :

Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya.” (Al-Maidah: 54).

Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah, ada pun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.” (Al-Baqarah: 165).

Di antara berbagai macam cinta yang tercela ialah cinta lain di samping cinta kepada Allah, atau menyamakan cintanya kepada yang lain seperti cintanya kepada Allah.

Adapun cinta yang terpuji adalah cinta kepada Allah Yang Esa, mencintai apa yang dicintai dan disukai Allah. Cinta ini membawa kepada kebahagiaan. Seseorang tidak akan selamat dari siksa kecuali dengan cinta itu. Sedangkan cinta yang tercela adalah cinta yang disekutukan, yang membawa kepada kesengsaraan.

Seorang tidak akan abadi dalam siksa kecuali orang yang mempunyai cinta yang tercela. Orang yang mempunyai cinta tercela, yang juga mencintai Allah dan menyembah-Nya, maka tidak ada sebutan lain bagi mereka kecuali musyrik. Karena itu, mereka patut masuk neraka. Siapa yang memasukinya dengan dosa-dosa syirik tersebut, maka akan kekal kecuali dengan ampunan dari Allah.

Yang dibahas dalam al-Qur`an meliputi kecintaan, kewajiban, dan larangan mencintai selain Allah. Penerapan perumpamaan cinta yang salah adalah bila ditunjukan untuk dua macam, menyebut cerita-cerita dengan dua macam, pemerincian pekerjaan-pekerjaan ke dalam dua macam, penolong serta sesembahan yang disekutukan, pemberitahuan tindakan-tindakan dengan dua macam. Tentang keadaan dua macam tersebut siklusnya meliputi tiga tempat tinggal, yaitu tempat tinggal di dunia, tempat tinggal di barzah, dan tempat tinggal di keabadian.

Asal pokok dakwah seluruh rasul dari awal sampai akhir tidak lain adalah mengajak untuk beribadah kepada Allah, tiada tuhan lain bagi mereka. Dakwah yang berisi kesempurnaan cinta kepada Allah semata, kesempurnaan patuh dan tunduk, merendahkan diri di hadapan-Nya, mengagungkan dan memuliakan-Nya. Semua itu diaktualisasikan dalam bentuk ketaatan dan ketakwaan.

Satu hadist diriwayatkan Anas dari Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam, beliau bersabda: “Demi Allah, yang jiwaku ada di tangan-Nya, tidak dianggap beriman seseorang dari kalian, sehingga akulah yang menjadi yang lebih dicintai olehnya lebih dari dirinya sendiri dan lebih daripada cintanya kepada ayahnya, anak-anaknya dan orang-orang seluruhnya.” (HR,.Bukhari).

Dalam kitab Bukhari dikatakan bahwa Umar ibn Khathab berkata, “Ya Rasulullah, demi Allah, engkaulah yang paling tercinta bagiku dari segala sesuatu, disamping diri saya sendiri.” Beliau menjawab, “Hai Umar, hingga aku lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri.” Umar berkata, “Demi Allah yang mengutusmu dengan haq, tentu engkaulah yang paling kucintai lebih dari diriku sendiri.” Beliau bersabda, “Sekarang (barulah benar) hai Umar.”

Jika demikian itu kewajiban cinta manusia terhadap Rasul, sehingga harus mendahulikan cinta kepada Rasul daripada dirinya sendiri, ayah, anak-anak, serta seluruh manusia lainnya, maka bagaimanakah kiranya keharusan atau kewajiban mendahulukan cinta kepada Allah daripada yang lain?

Mencintai Allah itu harus diistimewakan lebih daripada mencintai yang lain, baik dalam kadar, kapasitas, sifat, dan pemutlakan atas cinta tersebut. Maka, yang wajib dari semua itu ialah Allah harus menjadi yang paling dicintai oleh hamba-Nya, bahkan lebih dicintai daripada anak dan orang tuanya, bahkan daripada pendengaran, penglihatan, dan jiwa yang melekat pada tubuhnya sendiri.

Allah-lah yang paling berhak disembah, paling berhak dicintai daripada yang lain. Sesuatu dicintai bisa dari sudut lain bukan dari arah-Nya dan bisa dicintai bersamaan dengan cinta kepada yang lain. Tetapi tiada sesuatu yang dapat dicintai dari segala arah kecuali Allah sendiri, sebagai yang tunggal.

Menuhankan itu tidak akan mungkin baik kecuali hanya kepada-Nya. Firman-Nya:

Seandainya di langit dan di bumi ada tuhan-tuhan selain Allah, pastilah keadaannya rusak.

Selanjutnya, selain kecintaan, ialah taat dan tunduk.

Ibnul Qoyyim al-Jauzi, dari bukunya Terapi Penyakit Hati.

(hidayatullah/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk