Cara Bijak Memarahi Anak (Bag.2-2)

MuslimahZone.com –  Setelah dalam artikel sebelumnya dipaparkan tiga langkah bijak ketika kita harus memarahi anak-anak. Berikut ada beberapa catatan lagi yang insya Allah akan melengkapi langkah-langkah bijak tesebut.

Jangan Cela Dirinya, Cukup Perilakunya Saja 

Tidak jarang kita keliru menangkap maksud anak. Kadang ia menampakkan perilaku “negatif” padahal yang ia maksud tidak demikian.  Masalahnya kemudian kita mudah terjebak dengan apa yang kita lihat. Oleh karena itu, kita harus belajar untuk lebih terkendali dalam menilai anak. Jangan sampai terjadi anak punya maksud baik, tetapi justru kita cela dirinya sehingga justru mematikan inisiatif-inisiatif positifnya.

Bahkan , andaikan ia benar-benar melakukan tindakan negatif, dan ia tahu tindakannya kurang baik, yang kita perlukan adalah menunjukkan bahwa seharusnya ia bertindak positif. Kita luruskan perilakunya. Bukan mencela dirinya.

Celaan pada diri -bukan pada tindakan- bisa melemahkan citra diri, harga diri, dan percaya diri anak.  Pada gilirannya, anak memiliki motivasi yang rapuh.

Sebagian kita merasa tidak sedang mencela anak padahal ucapan kita menyudutkan anak. Misalnya, “Kamu selalu saja ngeyel kalau dikasih tahu.”

Pada ucapan ini, fokus kemarahan adalah diri anak, sebagaimana kita tunjukkan dengan kata kamu. Bukan tindakannya yang salah.

Jangan Katakan “Jangan”, Tetapi Apa Yang Harus Dilakukan

Betapa kacaunya sebuah dunia jika tanpa larangan sama sekali. Tapi bercermin pada Nabi, jangan katakan jangan ketika ia sedang melakukan kesalahan. Tunjukkanlah apa yang seharusnya dilakukan. Atau bersabarlah sampai ia menyelesaikan maksudnya sebagaimana pada zaman Nabi ketika seorang Badui kedapatan kencing di masjid.

Ketika kita tidak ingin anak kita bermain pasir di teras, katakanlah, “Nak, main pasirnya di depan teras saja ya.” Bukan,” Ayo jangan main pasir diteras. Ibu pukul nanti!”

Kapan sebaiknya kita sampaikan larangan? Saat terbaik adalah ketika anak sedang akrab dengan orangtua.  Dalam suasana netral, larangan yang kita berikan kepada anak akan lebih efektif. Anak lebih mudah memahami. Mereka bisa menerimanya sebgai aturan. Bukan menganggapnya sebagai serangan kepada dirinya.

Wallahu’alam. Semoga langkah-langkah di atas dapat bermanfaat. Dan semoga Allah mengampuni keruhnya hati kita dan sifat tergesa-gesa kita ketika meluruskan tingkah polah “negatif” anak-anak kita. Allahumma aamiin.

Disadur dari buku, “Saat Berharga Untuk Anak Kita” karya Ustadz Muhammad Faudzil Adhim.

(esqiel/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Menikah Muda Why Not ?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Anak-anak dan Membaca
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Wanita Muslimah yang Tangguh
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Tips Kecantikan ala Aisyah Istri Nabi
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk