Bunda, Dimanakah Allah Berada?

Muslimahzone.com – “Akidah adalah pemikiran menyeluruh tentang alam semesta, manusia, dan hidup; serta tentang apa yang ada sebelum dan setelah kehidupan, di samping hubungannya dengan sebelum dan sesudah alam kehidupan” (An-Nabhani, 2003).

Anak usia dini (usia 4-6 th) sudah bisa merasakan kehadiran dirinya di dunia ini dan akan mempertanyakannya. Setidaknya pertanyaan-pertanyaan Allah dimana, siapa yang menciptakan manusia, kenapa bumi ini ada, kenapa langit itu tidak jatuh dsb., .merupakan perkara alamiyah yang muncul dari kesadaran perasaan naluri beragama sehingga dia membutuhkan jawaban-jawaban untuk mendapatkan kesadaran yang lahir dari proses berpikir. Pada fase ini ananda memiliki simpul besar (uqdatul) dalam dirinya yang jika tidak diberikan jawaban yang memuaskan akalnya, maka akan didapatkan kegalauan dalam mengarungi kehidupan nantinya.

Adalah usia dini sudah bisa mengembangkan bahasa dengan pertanyaan 5W+1H yang merupakan ruang bagi ibu untuk menstimulasi. Empat komponen berpikir yang mereka miliki, yaitu fakta yang diindera, panca indera, otak dan informasi sebelumnya yang terkait dengan fakta tersebut membutuhkan stimulasi aqidah untuk sampai pada berpikir tentang kebenaran. Stimulasi itupun perlu dalam arahan yang benar untuk membimbing ananda mengenal siapa Robbnya, berpikir tentang realitas keberadaan Dzatnya Allah bukan tentang dzatNya.

Seringkali kita berhadapan dengan pertanyaan ananda terkait dengan kemampuan berbahasa 5W+1H ananda tentang: Allah rumahnya dimana ? kalau kakinya berjalan seperti apa? Allah katanya maha melihat terus matanya Allah seperti apa? Mana Allahnya kok ade gak pernah lihat? Dsb.

Hal ini wajar sebab anak usia dini baru bisa mengindera objek yang nampak dan jejak-jejak penciptaan, disinilah pentingnya memberikan informasi yang benar terkait tentang jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas agar ananda mendapatkan kesimpulan yang benar tentang aqidah islamiyyah. Disinilah dibutuhkan aktifitas mengaitkan empat komponen berpikir tadi untuk mengambil kesimpulan yang benar atas benda-benda dan peristiwa.

Benar tidaknya kesimpulan dari aktifitas berpikir anak usia dini tergantung kepada ketelitian dalam menguasa suatu fakta/objek, kehati-hatian atas kekeliruan dari penginderaan, keakuratan informasi yang dia terima untuk dia kaitkan dengan objek dan menafsirkan objek, juga ketepatan mengaitkan ( quwwaturrobthi ) antara objek yang dia indera dengan informasi yang dia terima.

Misalkan ananda melihat langit itu tinggi dan berawan dan ada warna kebiru-biruan juga, maka berilah penginderaan langsung terhadap fakta langit dan berikan informasi tentang langit dan berlapis lapis, tanpa tiang dan tidak akan runtuh hingga hari kiamat. Suatu saat ketika ananda mendapatkan obyek yang sama saat naik pesawat terbang misalnya, lantas dia bercerita tentang langit yang berawan dan berlapis-lapis maka ananda sudah memiliki kesimpulan yang benar dari proses berpikirnya.

Namun bagaimana bila ananda bertanya dimana Allah berada yang menciptakan langit? Bunda pun memberikan informasi bahwa Allah berada di atas ‘Arsy berada di langit dimana tidak ada seorang manusiapun tahu. Pada tataran ini proses berpikir tidak bisa menjangkau dzat sang Maha Pencipta namun bisa menjangkau jejak-jejak sang Pencipta melalui ciptaan-Nya, diantaranya adalah langit.

Untuk perkara sesuatu yang dapat dijangkau oleh indera maka berpikir akan bisa memahami hakekat sesuatu. Akan tetapi untuk perkara objek yang tidak dapat diindera akal tidak akan bisa memahami hakekatnya tapi bisa memahami keberadaannya saja. Maka disinilah pentingnya mengalihkan berpikir ananda dari memikirkan tentang dzat Allah kepada berpikir tentang ciptaan Allah untuk sampai pada aqidah yang benar, yaitu Islam.

Oleh : Yanti Tanjung, Penulis Buku Parenting “Menjadi Ibu Tangguh”

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk